Akhirnya mereka mulai sarapan dan menghabiskan waktu berdua saja di sana, begitu lah kebahagiaan yang tersendiri yang membuat diri ini semakin mendalam saja tanpa di pikir ulang apa yang terjadi.
Tok, Tok, suara ketukan pintu itu terdengar sangat jelas dan tidak tahu harus bagaimana pun.
“Permisi, Tuan maaf aku baru datang jam segini. Aku tadi lagi ada kerjaan Perserikatan harus di kirim secepat nya pagi ini.” Ucap Luon Baini yang langsung menghampiri Raiden Vel.
“Tidak apa-apa, aku juga mengerti apa yang kau sibuk kan, aku juga tidak mau mengganggu kau melakukan apa-apa. Biarkan pekerjaan Perserikatan sementara kerjaan nya dengan santai saja. Tugasmu itu akan menjadi banya jika kau pAdit begitu.”
“Baiklah Tuan, mungkin besok saya akan melakukan dengan baik lagi.”
“Iya sudah, Luon Baini ikut kita makan saja, pasti kau sangat lapar juga tidak ada yang bisa di lakukan lagi saat ini, di dalam semuanya bisa di lakukan tanpa memikirkan apa yang sudah terjadi saat ini begitu lah di dalam perjuangan hidup itu akan selalu kita jalani.” Ucap Raiden Vel yang menjelaskan kepada Luon Baini.
“Baiklah Tuan.” Ucap Luon Baini.
Akhir nya mereka menyantap sarapan pagi itu dan tidak tahu harus bagaimana lagi, yang terpenting mereka semuanya bisa melakukan apa pun bersama.
Beberapa jam kemudian Raiden Vel sudah berada di dalam Kereta kuda untuk menuju ke Paviliun Lia, dengan menancap gas Kereta kuda nya dengan kencang.
Sesampai nya dia berada di dalam Paviliun Lia dan dia berusaha untuk menekan kode pintu tetapi tidak bisa juga dari tadi.
“Sial, pasti dia sudah menggantikan semua kode nya sampai aku tidak bisa membuka nya lagi.” Rutuk Raiden Vel yang dari tadi.
Tidak di sangka Raiden Vel bertemu dengan salah satu satpam yang sudah lama menjaga keamanan di sana.
“Pak, saya mau menanya kan, apakah melihat penghuni Paviliun ini keluar.”
“Oo iya, baru saja di keluar dari kamar nya, tapi saya tidak tahu kemana dia berada. Mungkin masih dekat dari sini pak, kalau bisa telepon saja.
“Baiklah Pak, terima kasih atas info nya.
Saat satpam itu melanjut untuk berkeliling dan Raiden Vel berusaha untuk menenangkan semua nya agar tidak ada yang bisa di lakukan lagi.
“Sial!!! Lia ini memang sangat susah untuk di kasih tahu, di mana aku harus mencari dia. Tidak ada yang bisa aku lakukan lagi. Menyusahkan sekali dia!!!”
Berulang kali Raiden Vel Menggunakan Quin tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari tadi tidak tahu harus bagaimana menghadapi nya.
Dan akhir nya Raiden Vel masih berusaha Menggunakan Quin Lia dan ternyata dia sudah memberi kabar kalau dia sedang berada di sebuah Cafe yang tidak jauh dari sana. Lalu Raiden Vel langsung segera pergi meninggalkan Paviliun itu dan pergi menemui Lia di cafe itu.
Sesampai nya dia di Cafe itu, terlihat sangat jelas kalau Lia sedang menikmati suasana cafe tersebut.
“Lia!!! kau sangat menyusahkan aku dari tadi. Sudah aku katakan kalau kau harus berada di Paviliun saja jangan membuat aku cemas saja!” Ucap Raiden Vel kepada Lia.
Lia hanya tertawa melihat tingkah Raiden Vel yang seperti tidak menentu saja begitu lah yang di rasakan Lia sangat bahagia.
“Teryata kau mencari aku juga, sampai aku tidak tahu harus bagaimana saat ini. Sebahagia itu kau akan menyusul aku dan meninggalkan semua nya demi aku.” Ucap Lia yang begitu sangat percaya diri.
“Kau ini seharus nya mendengarkan aku buka melakukan hal yang sangat tidak aku sukai!”
Wajah Lia langsung memerah dan dia berkata, “Kau berpikir kalau aku akan menunggu lama di Paviliun! Kau berjanji kepada aku kalau akan terus berada di Paviliun setiap pagi. Malah kau tidak datang sangat menyebalkan!”
“Seharus nya kau tahu kalau semua yang aku lakukan itu bukan semata-mata hanya kau saja! Aku memiliki pekerjaan yang sangat penting juga.”
“Berarti aku tidak penting!!!” Teriakan Lia kepada Raiden Vel.
“Bukan begitu! Sekarang pulang saja, aku tidak mau kau melakuka hal yang sangat tidak pantas berada di sini.”
“Tidak mau!!!” Teriakan Lia begitu sangat membuat semua orang tercengang memandangi mereka berdua.
Tidak ada yang bisa Raiden Vel lakukan lagi hanya bisa terdiam begitu saja.
Raiden Vel begitu terkejut saat mereka berdua menjadi pusat perhatian semua orang kepada nya, seharus nya dia tidak melakukan nya di sini. Tiba-tiba Raiden Vel menarik tangan Lia dengan pAdit begitu saja.
“Lepas kan aku.” Ucap Lia.
“JANGAN MEMBANTAH!” Bentak Raiden Vel yang membuat semuanya semakin kacau.
Di dalam Kereta kuda Lia berteriak terus sampai membuat Raiden Vel sangat kesal saat ini.
Sesampainya mereka berdua di Paviliun juga melakukan nya di sana tidak ada yang bisa di dapat kan lagi.
“Kau ini memang susah untuk di beri tahu apa yang sudah mendapat kan yang terbaik juga. Melakukan yang terbaik juga saat ini. Begitu saja di lakukan yang terbaik juga.” Ucap Raiden Vel dengan kesal nya.
Memang semuanya bisa saja mereka lakukan demi mendapatkan yang terbaik juga, saat ini semua nya bisa mendapatkan yang terbaik juga.
"Kau itu selalu tidak memperhatikan aku! Sangat menyebalkan." Ucap Lia yang membentak Raiden Vel.
"Jangan pernah menganggap diri ini semakin menjadi, Lia kau harus melalukan yang terbaik juga." Ucap Raiden Vel kepada Lia.
Masih Lia terus saja melakukan yang terbaik. Tidak ada satu yang bisa Raiden Vel lakukan demi mendapatkan yang terbaik.
Tiba-tiba Lia langsung memeluk tubuh Raiden Vel secara tiba-tiba, Raiden Vel terkejut dan dia berkata "Kau ini kenapa dari tadi tidak aku mengerti juga.
“Apa!!! kau ini selalu menyalahkan aku untuk selalu bersamamu, tetap lah berada di sini.” Ucap Lia dengan kesal.
Raiden Vel sangat risih melihat semua nya yang di lakukan Lia yang dari tadi sangat berlebihan.
“Lepaskan aku Lia!”
“Tidak!!!” teriakan Raiden Vel yang membuat Lia semakin murka.
Tidak di sangka saat ini semua nya bisa di lakukan demi mendapatkan yang terbaik, berusaha tenang Raiden Vel menenangkan diri ini, sampai dia tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi satu sama lain nya.
“Lia, dengarkan aku saat ini! Kau itu sedang berada di dalam keadaan yang tidak pantas. Jangan membuat diri kau tidak berarti di dalam diri ini sampai suatu saat nanti akan menjadi sebuah keinginan yang nyata saja di dalam hidup ini.”
“Kenapa kau berkata begitu?” Tanya Lia.
Raiden Vel menghela napas dan dia berkata “Hm, kau itu adik aku tidak mungkin aku akan melakukan yang tidak pantas saja di dunia ini sampai tidak ada yang bisa di dasarkan. Sekarang fokus lah pada dirimu yang sekarang sedang sakit, jaga dirimu baik-baik lagi.”
“Aku tidak mau kau pergi meninggalkan aku seperti itu.” Ucap Lia sambil tertunduk dan akhirnya meneteskan air mata yang dalam.
“Jangan menangis seperti itu aku tidak ingin melihat nya.” Ucap Raiden Vel.