Dia merasa begitu terus sampai memikirkan sampai sekarang, Analika Pirlien berusaha untuk menerima kalau dia akan menerima apa keputusan Tabib yang telah merawat nya.
Lalu Analika Pirlien berkata "Berhenti lah untuk melakukan apa pun, aku sebenarnya tidak mau di rawat tapi kalau memang sudah untuk kebaikkan aku, pasti aku turuti saja jangan sampai ada permasalahan yang membuat diri ini semakin tidak menentu saja. Aku minta Maaf sudah merepotkan kau juga yang seharusnya kau bekerja dan menunggu aku sekarang jadinya. " jelas Analika Pirlien kepada Raiden Vel.
"Ya ampun sayang, aku tidak nempermasalahkan hal itu. Percaya saja kepadaku kalau semua ini aku lakukan untuk kebaikkan dirimu saja tanpa harus berpikir yang aneh saja. Sekarang pulihkan dirimu jangan sampai keulang kedua kali nya lagi. Sampai di sini kau mengertikan? Karena aku paham pasti kau sangat pusing berlama-lama termenung di sini." Ucap Raiden Vel.
"Hmm, Iya begitulah yang aku rasakan."
"Yang penting kau mau sabar menunggu apa yang sudah di berikan tahu oleh Tabib."
Beberapa hari kemudian, Analika Pirlien dan Raiden Vel seduh berada di rumah akhirnya Analika Pirlien bisa beraktivitas kembali walaupun lebih banyak di pantau oleh Raiden Vel dengan ketat.
"Sekarang sudah berada di rumah, jangan membuat aku khawatir lagi!" Ucap Raiden Vel.
Analika Pirlien yang melihat wajah Raiden Vel yang sangat serius dia langsung terkekeh dan berkata, "iya, baiklah Raiden Vel. Kau ini sebenar nya berlebihan tapi ya sudahlah,"
"Aku harus berlebihan bgitu, kalau tidak pasti kau akan terus saja begitu tidak memikirkan kesehatan kau." Ucap Raiden Vel kepada Analika Pirlien yang masih sibuk dengan perlengkapan nya.
"Iya ampun, Aku mengerti, sekarang aku akan menuruti kau saja dulu agar tidak ada melakukan kegiatan yang berlebih."
"Iya bagus itu,"
"Tetapi bagaimana dengan pekerjaan kau?" Tanya Analika Pirlien.
"Hmm, Aku akan bekerja, jangan khawatirkan hal itu. Sekarang aku lebih ekstra lagi untuk W kau dan pulang nya lebih awal untuk kebaikan kau juga. Oo iya, Mungkin selama bekerja ada salah satu orang kepercayaan aku untuk menjaga Kau di sini!"
"Apa-apaan kau ini! Aku kan bisa melakukan semua nya dengan sendiri juga. Raiden Vel aku tidak mau ada orang lain yang mau melakukan nya untuk diri aku! Hufftt, Kau ini begitu sangat berlebihan." Ucap Analika Pirlien.
Raiden Vel menghela nafas sambil menggelengkan kepala nya dan dia berkata "Hmm, Jangan membantah! Sekarang apa yang aku lakukan untuk kebaikan bersama.
Analika Pirlien tertunduk dan dia langsung berkata, " Ya sudah aku akan menurut, kalau begitu Itu aku ingin beristirahat dan bisa terbangun Nanti pada sore hari. "
"Baiklah kalau begitu selamat beristirahat, aku akan mengerjakan sesuatu agar aku tidak terlalu suntuk." Ucap Raiden Vel.
Setelah Berapa hari kepulangan Analika Pirlien, tiba di waktunya Raiden Vel harus bekerja kembali dan dia melakukan persiapan dan tidak lupa Raiden Vel menunggu orang kepercayaannya yang ingin membantu keluarga bahagia akan datang.
Tok, Tok, Terdengar suara ketukan pintu, lalu Analika Pirlen ingin membuka nya di tahan oleh Raiden Vel. "Tunggu, biarkan aku saja yang membuka."
Saat Raiden Vel membuka ternyata orang yang mengetuk pintu tersebut itu adalah Luon Baini, dia salah satu karyawan yang terbaik di Usaha pertanian Raiden Vel tetapi di saat ini dia harus membantu Raiden Vel sementara waktu di rumah.
"Hmm, Silahkan masuk, Kekasih saya ada di dalam juga." Ucap Raiden Vel.
Saat itu juga Analika Pirlien bertukar dengan Luon Baini akhirnya mereka berkenalan, tidak lupa pula Raiden Vel memberitahu siapa sebenar nya Luon Baini.
"Ibu Analika Pirlien, di sini saya akan membantu untuk menjalankan perintah Tuan Raiden Vel agar memantau anda selama yang Tuan perintahkan." Ucap Luon Baini dengan tegas.
"Oke baik lah Luon Baini."
Tidak lupa lagi yang menjelaskan satu-persatu identitas yang di miliki Luon Baini di situ dia sedikit tercengang Kenapa Luon Baini sangat mau menerima saat di suruh oleh Raiden Vel. Setelah pertemuan itu Analika Pirlien mengajak untuk berbicara di dalam kamar lalu dia berkata, " Kenapa dia mau menerimanya? "
"Itu karena dia membutuhkan uang, aku kasihan kepadanya dia tidak mau menerima uang pemberianku makanya dia mau membayar dengan cara seperti ini, ada salah satu pegawai yang sangat yang baik makanya aku tidak pernah mau menyuruh dia keluar dari Perserikatan." jelas Raiden Vel. Tidak di sangka semuanya mereka lakukan juga untuk mendapatkan yang terbaik, Raiden Vel melakukan agar bisa saling membutuhkan saja.
"Kalau begitu aku pamit untuk pergi ke Perserikatan dan membuat semuanya bisa berjalan saja, tetapi kau tunggu saja aku akan pulang secepatnya. Tidak ada habis pikir lagi semuanya bisa aku lakukan demi mendapatkan yang terbaik juga saat ini."
Setelah itu beliau pergi ke Perserikatan dan berfokus kepada pekerjaannya, dan akhirnya Analika Pirlien ia menemui Luon Baini yang sedang duduk sambil mengerjakan pekerjaan Perserikatan yang juga yang disuruh oleh Raiden Vel, di saat itu Analika Pirlien menemui Luon Baini dan berkata, " Apakah pekerjaanmu sangat banyak dari Kekasih? "
Luon Baini tersenyum sambil mengatakan, "Iya begini lah pekerjaan aku yang harus aku kerjakan agar aku bisa melakukan hal yang baik saja. Karena Tuan Raiden Vel sangat membutuh kan bantuan dariku." Jelas Luon Baini kepada Analika Pirlien.
"Hmm, Iya Kekasih juga berkata kalau kau sangat membutuhkan aku berharap juga sih kalau kau mau bekerja denganku dan menjadi orang kepercayaan ku bukan hanya karena kan aku bekerja dari Perserikatan Kekasih juga jadi aku berharap tidak ada permasalahan kalau kamu memiliki dua job sekaligus." Ucap Analika Pirlien kepada Luon Baini.
"Hmm, Bagaimana ya?"
"Iya pikir-pikir saja dulu, aku tidak memaksakan hal itu, karena itu semua keputusan kau juga. Dan aku di sini berharap kau akan mau menerima juga."
"Iya, aku akan memikirkan kan itu dulu. Aku juga bingung bagaimana nanti nya yang akan di lakukan saat ini jangan sampai ada permasalahan yang baru akan datang." Ucap Luon Baini.
Analika Pirlien mengerti apa ucapkan darinya itu semua dan dia berharap tidak ada satupun orang yang tahu, kalau dia berada di di rumah saja agar bisa menjadi terselamatkan untuk diri nya juga.
"Oo iya, Aku hanya ingin menyampaikan, jadi kalau ada yang menanyakan keberadaan aku di mana bilang saja tidak tahu, siapa pun orang nya, akan membuat kejanggalan yang ada tidak ada satu pun yang bisa di selesaikan jika salah satu orang akan tahu siapa yang akan mencari ku." Ucap Analika Pirlien.
"Baiklah, akan aku lAditnakan juga agar tidak ada permasalahan yang ada. Di sini aku melakukan tugas yang telah di berikan kepadaku, jangan sampai ada yang bisa mengetahui keberadaan anda saat ini juga, aku melakukannya dengan tenang. "Ucap Luon Baini kepada Analika Pirlien.
"Baiklah kalau begitu aku mau beristirahat, aku akan menyerahkan kepada dirimu saja. Dan jika aku ini membutuhkanmu Aku akan segera memanggilmu dan minta bantuan dengan secepat nya juga, aku tidak mau terlambat jika melakukan apa apa." Ucap Analika Pirlien.