Bab 11. Kejahilan

1026 Kata
Setelah itu Analika Pirlien menuju kabarnya dan dia mulai beristirahat agar tubuhnya semakin pulih dengan cepat dia bersyukur bisa melakukan kan itu semua cara tenang, Untung saja ada Luon Baini yang mau membantu dan terus menjaganya. Beberapa waktu dia akan menunggu suaminya Raiden Vel untuk pulang dan untuk menemui secepatnya karena melentung kalau mereka akan terus melakukan yang terbaik untuk jadinya. Analika Pirlien Menggunakan Quin Raiden Vel seperti biasa nya entah kenapa dia merasa kalau dia sangat ingin bertemu dengan suami nya secepat mungkin. "Hallo Raiden Vel, segera lah pulang, Aku sangat merindukanmu." ucapan Analika Pirlien. Raiden Vel yang mendengarkan itu di seberang telepon itu, "Sabar sayang, aku makan sedikit lagi selesai titik mungkin harus menunggu dalam waktu berapa jam lagi Jadi aku berharap tidak ada yang bisa permasalahkan saat ini, Emangnya aku tidak bosan melihatku seperti itu tiap hari? " " Bagaimana aku bisa bosan anak ini selalu ingin dekat denganmu berharap ayahnya selalu ada dan mengelus perut, kenapa aku juga tidak tahu padahal bisa dibilang yang saat ini tidak ada yang bisa aku lakukan demi mendapatkan yang terbaik. Dari tadi aku ingin dimanja kamu sangat merasa suntuk. " ucap Analika Pirlien dengan suara manjanya. " aku lagi membayangkan wajah manjamu itu, Bersabarlah Sebentar aku akan segera pulang dan bertemu dengan kau cepatnya Aku tidak mau menyia-nyiakan waktu berdua denganmu saja. "Ucap Raiden Vel dengan senyuman miring dia di seberang telepon itu. "Baiklah, aku akan menunggu! Awas saja nanti kau akan pulang dengan lambat, di sini aku akan menyiapkan semuanya untuk kita berdua saja. Bagaimana pun aku sudah tidak tahan ingin bertemu." Ucap Analika Pirlien. "Sudahlah, aku menjadi semakin tidak menentu saja. Kalau begitu segeralah bersiap-siap satu jam lagi aku akan pulang dengan cepat, jangan kemana-kemana tetap berada dirumah rumah saja." Ucap Raiden Vel sambil mematikan telepon nya dengan cepat saja. Analika Pirlien terkekeh saat menjahili Raiden Vel suami nya itu, tidak pernah dia tahu kalau semua yang di lakukan Raiden Vel terhadap nya begitu sangat berlebihan dan membuat semua nya semakin yakin ingin menaklukkan diri ini semakin mendalam saja. Di dalam hati Analika Pirlien berkata "Ternyata Raiden Vel semangat pantang dipancing dia selalu memikirkan nafsunya saja. Padahal hanya itu saja yang kulakukan demi mendapatkan hal-hal yang baru disini aku berharap semuanya bisa saja di jadikan dirimu semakin manja berwarna, kalau dia pulang aku akan mengatakan kalau tidak menjadi wanita manja, dan hanya untuk menyusahkan saja kita kenapa itu dia lakukan." Analika Pirlien menyiapkan semua yang dibutuhkan dari perlengkapan sampai di dia melakukan yang terbaik untuk kita dia berharap bisa melakukan keinginan nyata pada suaminya, tadi sore itu tidak ada satupun yang disiapkan hanya menunggu berharap suami cepat pulang dan membuat semuanya bisa berjalan dengan lancar saja. "Sayang, Aku pulang," Teriakan Raiden Vel kepada Analika Pirlien. "Semangat sekali tuan hehe," Jawab Luon Baini yang mendengar teriakan Raiden Vel. "Hahaa, Kau ini biasa lah aku sengaja begitu agar Analika Pirlien mendengar panggilku, kalau begitu tugasmu hari pertama sudah selesai, karena aku sudah pulang dari kerja juga." Ucap Raiden Vel. "Ha! Yang benar itu Tuan?" "Iya tentu." "Baiklah aku akan pulang dulu Tuan, sampai ketemu besok pagi." Ucap Luon Baini dengan wajah yang bahagia. Setelah ini pulang Raiden Vel segera menemui brisia di dalam kamar tidak diduga-duga Kekasihnya yang sedang tertidur itu begitu sama cantik, Raiden Vel langsung menyapanya dan berkata " Sayang aku udah pulang, tadi Luon Baini sudah aku suruh pulang agar dia tidak terlalu lama menunggu di sini. Tugas dia juga sudah selesai. " Jelas Raiden Vel kepada Analika Pirlien. "Hoooam, Aku tadi ketiduran sambil menunggu, entah apa yang ada di pikiran saat ini tidak ada satu pun yang bisa di selesaikan, di tambah lagi aku sangat suntuk. Bagaimana hari ini di Perserikatan apakah sangat menyenangkan?" "Hmm, Seperti biasa nya saja, karena aku senang bisa pulang awal lagi sampai aku tidak tahu harus ngapain tadi heheehe, Cepat atau lambat akan membuat diri ini semakin nyaman saja." "Syukurlah kalau begitu, ya sudah pergi bersih dulu setelah itu baru kau makan saja." Ucap Analika Pirlien yang langsung beranjak dari tempat tidur. "Oke baiklah." Raiden Vel langsung segera ke kamar mandi dan mulai bersih-bersih. Di sisi lain Analika Pirlien begitu sangat senang jika melihat Raiden Vel suaminya untuk pulang dengan segera tidak tahu harus bagaimana dia mengatakannya, saat ini sesuatu yang diinginkan akan berjalan dengan lancar tanpa dia sadari kehidupan dia semakin bahagia setelah saling melengkapi. Dan begitu pula banyak perubahan kepada sikap Raiden Vel terhadap Analika Pirlien. Setelah makan malam itu mereka duduk berdua di malam hari mereka saling melepas Rindu, tetapi tidak bisa Analika Pirlien katakan lagi kepada Raiden Vel kalau dia begitu sangat bahagia di saat ini. " Raiden Vel Apakah kau melihat begitu bahagia wajahku? " " Iya tentu aku melihatnya, kau terlihat sangat cantik dan selalu tersenyum kepadaku setiap aku pulang kerja." "Aku sangat beruntung mendapatkan kau tetapi di sisi lain aku juga berharap tidak ada permasalahan yang harus kita selesaikan satu sama lain di saat ini juga di dalam perjuangan Hidupku Ada sebuah keinginan yang nyata ya selesai aku bagikan kepada kau tanpa kusadari tidak ada satu orang pun yang bisa aku bagikan tanpa berpikir panjang." Ucap Analika Pirlien. " Iya kita banyak menghabiskan waktu aku akan selalu menjagamu jangan pernah untuk pergi, anak ini sebagai tanda cinta kita dan membuat hidup kamu nyata. "Ucap Raiden Vel kepada Analika Pirlien. " Oh ya bagaimana keadaan adiknya Apakah kau tidak mau mau untuk menghubungi Zhong Limen dan menanyakan keadaan Claudine Vel? " Tanya Analika Pirlien kepada Raiden Vel. "Hmm, Soal itu, iya aku juga lupa untuk Menggunakan Quin Zhong Limen dan menanyakan keadaan kembaranku, kalau begitu aku akan Menggunakan Quin nya dulu." Raiden Vel mengambil Quin yang berada tidak jauh dari tempat dia di situ menekan nomor Zhong Limen. "Hallo Zhong Limen, bagaimana kabar kalian?" Tanya Raiden Vel. "Kabar kita baik-baik saja, jangan khawatir kan keadaan Claudine Vel bagaimana yang terpenting dia masih berada di sisiku masih akan aman." Ucap Zhong Limen di seberang telepon tersebut. "Oke baiklah, kalau begitu aku sangat bahagia mendengarkan nya. Zhong Limen aku akan menitip kembaran aku dulu di sana sampai kondisi akan menjadi baik lagi aku berharap begitu." Ucap Raiden Vel, langsung dia mematikan telepon tersebut.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN