Lalu Analika Pirlien yang penasaran apa yang sudah di bicarakan mereka berdua, "Raiden Vel bagaimana keadaan Claudine Vel?"
"Dia baik-baik saja, iya sudah yang terpenting mereka bisa tenang dan akan membuat diri ini semakin bahagia Juga menghadapi nya."
Di tempat lain Zhong Limen yang masih terduduk memandangi wajah Claudine Vel tersebut, di sisi lain juga dia begitu sangat kasihan Kepada Claudine Vel. Lalu pria tersebut menghampiri nya sambil berkata "Claudine Vel, apa kau baik-baik saja?"
"Hmm, Seperti yang kau lihat saja bagaimana! Aku memang sedang ingin sendiri tetapi kau masih saja disini, Apa kau bisa meninggalkan aku?" Ucap Claudine Vel kepada Zhong Limen.
"Jangan begitu kepadaku, aku ingin mengatakan kepadamu kalau Raiden Vel baru saja Menggunakan Quin menanyakam kabar kau Claudine Vel."
"Ha! Kenapa kau tidak memberikan kepadaku telepon itu! Aku ingin sekali berbicara kepadanya saat ini, aku sangat sedih harus berpisah dengan dia Biasanya aku harus bertemu tetapi sekarang terlihat lebih aman aku berada disini begitu suntuk aku. "Ucap Claudine Vel.
Zhong Limen langsung mendekat tubuh Claudine Vel yang sedang tertunduk itu, dia tahu apa perasaan Claudine Vel bagaimana saat ini di sisi lain dia begitu sangat bahagia Tetapi disisi lain juga dia bingung harus mengatakan apa yang sebenarnya terjadi tidak tahu harus berkata apa.
"Claudine Vel, tenang lah aku tidak bisa melihat kau menangis lagi, Aku mohon, Singapore tahu perasaanmu begitu sama hancur Entah kenapa di saat itu aku mengingatkan Apa yang setelah dia katakan kepadaku. Aku berjanji kepadamu akan terus menjaga sampai kapanpun " ucap Zhong Limen dengan serius.
"Aku tidak bisa bersamamu saat ini ini! Aku selalu menjadi orang ketiga di dalam kehidupan rumah tanggamu. Tidak enak menjadi orang ketiga itu percaya saja kepadaku!" Jelas Claudine Vel.
"Jangan kau pikir kan itu, kau tidak menganggap kau sebagai orang ketiga! Sekarang jangan kau hiraukan apa yang orang lain katakan sampai kapan pun."
" Zhong Limen Apakah kau benar mencintaiku? Jika benar kenapa kau masih saja mau begini dan tidak memikirkan aku." Tanya Claudine Vel kepada Zhong Limen.
"Masih saja kau menanyakan hal itu kepadaku saat ini?!"
"Tentu! Karena itu sangat penting aku tidak tahu harus bagaimana lagi, seharusnya kau mengerti perasaan perempuan itu bagaimana yang tidak tahu Apakah aku bisa menjalankan denganmu! " ucap Claudine Vel kepada Zhong Limen.
"Sekarang begini saja, aku tidak mau berdebat panjang!" Ucap Tegas Zhong Limen kepada Claudine Vel.
Tiba-tiba dia berdiri dan langsung menggendong Claudine Vel ke tempat tidur, saat itu dia menghempaskan tubuh Lia dengan sangat kuat membuat wanita tersebut terkejut.
"Mau kau apakan aku?! Jangan melakukan yang tidak h tidak."
Zhong Limen langsung saja membuka baju nya dan data tidak menghiraukan apa ucapan dari Claudine Vel Entah kenapa saat itu dia tidak tahu harus bagaimana lagi menghindarnya, ia tidak kuasa menahan saat Zhong Limen mengecup bibirnya begitu sangat Lembut.
Ehmmm, Desahan Claudine Vel terdengar, membuat Zhong Limen semakin menggila.
Terus saja meraba-raba bagian buah d**a yang terlihat sangat indah, tangan Zhong Limen juga memainkan ujung dari buah d**a itu sampai membuat Claudine Vel menggeliat merasa hasratnya semakin meningkat titik tidak kuasa dia menahan sampai dia tidak tahu harus bagaimana, Disaat itu Claudine Vel memasrahkan dirinya dan menjatuhkan tubuh agar merasa sedikit terlena di dalam dekapan Zhong Limen.
"Teruslah mendesah aku sangat menyukainya. "Ucap Zhong Limen kepada Claudine Vel.
Ketika benda itu ingin memasuki area sensitif milik Claudine Vel, saat itu juga Lia berusaha untuk menghindar tetapi kekuatan dia sudah semakin tidak kuat titik entah apa yang dipikiran Zhong Limen saat itu berulang kali dia menghentakkan benda tersebut sampai membuat tubuh Claudine Vel bergetar.
"Zhong Limen, Apa kau tidak bisa memperlakukan aku dengan lembut saja? Aku tidak bisa menahan ya Sampai kapanpun ini sudah akan terjadi jika saat ini di dalam perjuangan itu akan selalu ada begitulah yang aku rasakan. "
" Aku sedang menikmati Claudine Vel, dan kau juga sedang menikmati jadi kita sama-sama merasakan sensasi tersebut jangan kau merasa tidak ada artinya di dalam hidup ini begitu ini yang dirasakan akan menjadi sebuah keinginan yang nyata. " Ucap Zhong Limen sambil tersenyum miring kepada Claudine Vel.
Di saat itu mereka berdua sudah berada di dalam gejala gairahnya, tidak ada sedikitpun rasa canggung di antara mereka. Claudine Vel yang tadi terus menolak tetapi akhirnya dia menikmati juga itu yang dia rasakan saat ini.
“Aww,” Teriakan Claudine Vel yang menahan sakit yang di rasakan. Zhong Limen begitu sangat ganas. "Pelan saja! Ahhg, Zhong Limen kau memang gila!" Claudine Vel terus merancau yang tidak jelas. Di saat itu dia merasa puas apa yang telah dia capai, tiba-tiba Zhong Limen sudah berada di puncaknya di saat itu batang Anda yang sudah sangat mengeras terasa berdenyut, Aarrgghh,. teriakan Zhong Limen itu itu menandakan dia telah memuntahkan cairan kental ke dalam rahim milik Claudine Vel. “Aah,” Suara Claudine Vel terdengar sangat lemah, tidak tahu lagi dia bagaimana menghadapi nya.
Di sisi lain Zhong Limen yang masih mendekap tubuh Claudine Vel yang ter baring lesu, sama seperti dengan Claudine Vel yang sudah sangat pasrah saja. "Bagaimana malam ini? Hehee," Tanya Zhong Limen dengan menggoda nya.
"Berhentilah lakukan itu! Aku sangat tidak menyukai apa yang kau lakukan saat ini. Sekarang beranjak dari tubuhku. Malam ini aku sudah tidak sanggup lagi Aku ingin beristirahat Zhong Limen. " Bentak Claudine Vel kepada Zhong Limen.
"Oke baik lah, aku malam ini sudah merasakan sangat begitu menikmati nya. Aku akan membuat kau terus berads di sisi ku selama nya!"
"Hmm, Terserah! Aku juga bingung memikirkan bagaimana nanti nya aku melakukan kehidupan yang nyata.
Keesokkan hari nya suasana di sebuah Paviliun sedang sangat sunyi. Raiden Vel yang melihat Lia yang tidak berada di sana, tiba-tiba tidak di sangka Lia Vel datang langsung mendekap tubuh Raiden Vel.
"Hai sudah lama sekali tidak mengunjungi aku, apa tidak merindukan adikmu ini?" Ucap Lia dengan senyuman yang sangat mencurigakan.
"Kau ini! Bisa tidak tetap berada di Paviliun saja? Jangan pernah keluar dari sini. Sekarang aku ingin melihat keadaan kau yang tidak ada kabar nya."
Lia Vel yang selalu memandang saudara nya itu begitu penuh hasrat, selalu saja memeluk dengan begitu erat.
"Berhentilah memarahi aku! Aku sangat merindukanmu, Cepat peluk aku!!!"