Semua berjalan dengan baik sampai keesokan harinya. Claudine Vel yang masih berada di Pendopo Tabib terkejut akan panggilan sang Ayah yang mengatakan bahwa Vel akan dipimpin oleh seseorang yang memiliki saham terbanyak di Usaha pertanian tersebut. Dan Claudine Vel akan menduduki posisi wakil direktur di sana. Ayahnya berharap Claudine Vel dapat menerima apapun keputusan yang sudah terjadi saat. Kerna dia sudah membaca sendiri bagaimana keadaan semuanya.
"Pagi,"
Claudine Vel mengerutkan keningnya saat mendengar suara itu. "Kau,"
"Ya," Jawab Zhong Limen.
"Kenapa disini?"
Dia berjalan mendekat ke arah Claudine Vel! Wajah pria itu berubah, Tidak seperti tadi malam saat mereka bertemu, Entah kenapa Claudine Vel melihat wajah Zhong Limen yang dulu.
"Aku?" Dia menunjuk dirinya sendiri!
"Menurutmu, Aku bertanya pada siapa lagi?"
Dia tersenyum manis sehingga lesung pipinya terlihat dengan jelas. "Aku diminta oleh Raiden Vel menemanimu, Di ada rapat hari ini, Sedangkan Analika Pirlien dia harus kembali ke rumah karena sudah 2 hari berada di sini," Sebenarnya semua itu adalah kebohongan besar. Mereka sengaja mengatur ini semua karena Zhong Limen ingin lebih dekat dengan Claudine Vel. Agaknya dia ingin bermain dengan wanita tersebut. "Kau tidak pakai kutangmu,?"
Tiba-tiba Zhong Limen memicit ujung buah d**a Claudine Vel yang terlihat di balik baju Pendopo Tabibnya.
"Ah, Zhong Limen," Dia mengumpat.
Zhong Limen terkekeh! Entah kenapa dia merasa muda kembali.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa membuat aku seperti ini, Aku tak suka kamu menggodaku di saat istrimu sedang berada di tempat yang indah,"
Zhong Limen tersenyum tipis dia tidak bisa melepaskan apa yang sudah diraih saat ini. "Tapi aku sungguh tak ingin melepaskannya, Bagaimana ini?"
Zhong Limen berusaha bersikap bodoh! dia tidak ingin kalah dengan sikap keras kepala Claudine Vel saat ini. "Lepas,"
Claudine Vel kembali berteriak dengan kuat saat Zhong Limen masih berpegang teguh pada pendiriannya. Dia tidak ingin melepaskan ujung buah d**a yang tengah dia jepit dengan ujung jarinya. Zhong Limen mendekat pada telinga Claudine Vel, "Aku tidak pernah melupakanmu sedetikpun,"
Deg deg, Seperti genderang perang jantung berdegup dengan kencang! Dia menginginkan Zhong Limen mengucapkan kalimat itu berkali-kali. Dia juga ingin Zhong Limen melangkah lebih cepat ke arahnya. Tapi semua itu hanya mimpi bagi Claudine Vel, Karena Zhong Limen sendiri sudah memiliki pasangannya.
"b******k," Jawab Claudine Vel kesal.
Dia tak suka jika harus menjadi wanita yang mengganggu hubungan pria lain, Apalagi dia sudah menikah dan memiliki anak. Sejujurnya Claudine Vel selalu mencari informasi tentang Zhong Limen. Tapi dia terhenti ketika mendengar kabar bahwa Libay Gein telah hamil. Terlalu sakit bagi Claudine Vel saat mengetahui segalanya! Dia pun memilih tutup rapat-rapat semua keinginan untuk mengetahui apa yang terjadi pada Zhong Limen. "Aku sangat ingin mencium dirimu, Claudine Vel," Zhong Limen mendekatkan bibirnya dengan sangat cepat hingga Claudine Vel tak bisa menolak sama sekali apa yang pria itu inginkan."Agh,"
Lia berusaha mendorong tubuh Zhong Limen dengan kuat. Tidak ingin menjadi orang ketiga untuk pria itu. "Lepas, Aku tidak akan pernah menjadi wanita ketiga dalam rumah tanggamu, Juga tidak ingin mengambil posisi istrimu,"
"Claudine Vel, Bagaimanapun kau selalu menjadi wanita ketiga dalam rumah tanggaku, Tapi kau tidak akan pernah menggantikan posisi istriku, Sayang sekali kau sudah mengganggu rumah tangga kami selama ini,"
"Akh," Dia berteriak sambil manepis tangan Zhong Limen yang kini menangkup pipinya!
"Kenapa? Apa kau tidak ingat bagaimana masa remaja kita?"
Perlahan Zhong Limen memasukkan jarinya di antara baju pasien yang Claudine Vel kenakan. Pria itu meremat buah d**a Claudine Vel dengan pelan. "Uh,"
Dia merintih saat sensasi itu terjadi lagi. Selama Claudine Vel menghampiri lelaki setelah Zhong Limen dia tak pernah melakukan hal-hal seperti ini. Dia cukup takut untuk memulai. "Kau membuat aku terpancing," Bisiknya pelan.
"Zhong Limen,"
"Jangan menunjukkan wajah itu padaku, Kau tahu, aku bisa terpancing hanya dengan desahanmu, Claudine Vel,"
"Hah,. Hah,. Zhong Limen,"
"Aku tahu kau merindukan sentuhan yang aku berikan. Aku tahu kau menginginkan lebih daripada ini, Apa kau ingin melakukannya denganku?"
Claudine Vel menggelang, Dia tidak ingin melakukannya saat ini karena Zhong Limen sudah memiliki keluarga. Pikiran itu Claudine Vel tanam dalam-dalam karena dia tidak ingin jatuh ke dalam hal yang salah. "Jangan, Aku tidak ingin mengkhianati siapapun,"
"Tidak Claudine Vel, Kita melakukannya karena cinta, Kamu mencintai aku, begitupun diriku,"
"Aaaakh," Claudine Vel kembali mendesah saat jari-jari Zhong Limen masuk ke dalam area intimnya!
Dia tahu tubuhnya menginginkan Zhong Limen! Claudine Vel bukanlah wanita suci, Saat mereka masih duduk di bangku sekolah, Cinta sudah membutakan mata hati. Claudine Vel pikir dirinya dan Zhong Limen pasti akan menikah di masa depan. Tapi semuanya menjadi hancur karena perbuatan dirinya sendiri, "Kau masih sama Claudine Vel, Menggairahkan," Ucap Zhong Limen tepat ditelinga wanita itu.
Claudine Vel menekuk kakinya! Pria itu memainkan kacang-kacang miliknya hingga dia tak bisa berkata apapun. "Jangan teruskan, Kau dan aku sudah tidak sama, Aku tak bisa menjadi orang ketiga, Aku tidak ingin mengkhianati istri dan anakmu,"
Zhong Limen tersenyum simpul! pria itu sangat sering mengobrol dengan Libay Gein melalui mimpinya. Apakah itu hanya khayalan atau memang kenyataan Zhong Limen tidak tahu, Tapi semua itulah yang membuatnya tetap bisa berdiri dan hidup seperti saat ini. Zhong Limen teringat kembali akan mimpinya tadi malam saat berbicara dengan Libay Gein. Wanita itu merangkul Zhong Limen dari belakang dan mencium pipinya. Libay Gein terlihat sangat cantik dan lembut! Hatinya seluas samudra, Sayang sekali Zhong Limen tak bisa mencintainya sepenuh hati! Ya, Itu karena masih ada wanita bernama Claudine Vel! Tapi sungguh pria itu tak pernah berbohong pada istrinya.
Dia berkata dengan jujur semua yang dirasakan. Libay Gein tahu semua manusia memiliki cinta pertama yang takkan pernah bisa dilupakan. Kelembutan dan kelapangan hati wanita itulah yang membuat Zhong Limen selalu berpegang teguh pada dirinya. "Kapan kau akan menemuinya lagi?"
"Aku?"
"Siapa lagi? Tidak mungkin aku,!"
"Libay Gein, Aku sangat takut saat bertemu dengannya. Jika marah Claudine Vel akan sangat mengerikan! Claudine Vel wanita yang keras kepala dan suka memukul,"
"Tapi dia yang bisa membuatmu bertekuk lutut,"
"Tapi aku tidak tahu harus bagaimana menghadapinya,"
Libay Gein tersenyum simpul, Dia mengangkat gaunnya dan memutar, Dia melakukan hal yang paling disukai! Menari balet,!
"Buat dia mengingat apapun yang kalian lakukan semasa dulu, Bukankah suamiku kehilangan keperjakaannya bersama dia?" Zhong Limen tersipu malu!
Dia teringat kembali sesuatu bersama Claudine Vel. Mereka pertama kali melakukannya tanpa sengaja. Setan dan hujan sangat berpengaruh kala itu, Tubuh mereka yang menggigil karena kedinginan berakhir dengan saling menghangatkan, Gejolak yang datang membawa Zhong Limen tidak bisa menahan dirinya! atas dasar cinta Dan berharap akan hidup bersama selamanya mereka pun melepaskan gairah yang tak terbendung.