Bab 4. Mantan Sahabat

1010 Kata
Raiden Vel melirik Zhong Limen "Mantan sahabat, Kau yang mengatakannya tempo dulu, Kita tidak akan pernah menjadi teman lagi," Zhong Limen berdiri, lalu berjalan ke arah Raiden Vel dan duduk di sampingnya. "Maaf itu hanya pikiran orang yang belum dewasa," "Aku juga minta maaf," Jawab Raiden Vel sembari memeluk sahabatnya. "Kala itu aku sedang patah hati tingkat dewa, Mana bisa aku berpikir jernih," Kekeh Zhong Limen, Sembari menepuk bahu sahabatnya. "Aku tidak akan pernah melupakan persahabatan kita," "Sebenarnya akupun ragu saat datang ke rumahmu, Bisa saja kau tak ada disana, lalu saat nomor Quinmu tersambung aku juga terkejut, Aku pikir kau tidak menggunakan nomor Quin itu lagi," "Alasan aku tak mengganti nomor Quin, Kau tahu sendiri, Karena terkadang aku masih memikirkan hal-hal di masa lalu, " "Jangan pikirkan lagi semua yang berada di masa lalu, Aku pun sekarang sudah merasa beban ini terlalu berat. Aku lelah dan ingin bersandar saja! Tapi ketika aku mengingat orang tua dan saudara kembarku, Jujur saja aku menjadi sedikit gila, Apalagi ini seperti perang saudara, Lia Vel adalah adik bungsu yang kusayangi!" "Kau akan mendapatkan yang terbaik,! Semua usaha akan membuahkan hasil, Aku pun berpikir begitu, Untung ada Libay Gein yang datang menggapaiku, Walaupun dia tahu aku orang yang sulit," Zhong Limen sangat lesu membahas ini. Sedang asyik berbincang tiba-tiba Quin Raiden Vel berdering! Pria itu buru-buru mengangkatnya karena nama Analika Pirlien di sana," "Hallo Raiden Vel," Wajah pria tersebut tiba-tiba berubah muram, "Lia," Raiden Vel memejamkan matanya saat menyebutkan nama itu. Karena dia tahu sesuatu akan terjadi lagi. "Apa kabar,? Aku sangat merindukan dirimu," "Lia Vel, Jangan lakukan apapun," "Apapun," Tanya wanita itu dengan suara lemah. "Lia kau baru saja habis operasi, Jangan membuat hal-hal yang membuatmu tambah sakit," "Hahahaha,." Klik, panggilan itu mati. Raiden Vel langsung berlari keluar dari restoran penginapan yang Zhong Limen diami. Dia pusing sekali menghadapi ini, Raiden Vel tak bisa berpikir jernih. Teriakan Zhong Limen yang terus memanggil namanya tak dia gubris lagi! "Raiden Vel ada apa?" Deg deg deg, Jantung Raiden Vel tidak bisa berdetak dengan normal! Lia Vel sudah seperti penjahat yang siap membunuh orang yang dia benci. Tanpa menggunakan Kereta kudanya akhirnya Raiden Vel sampai Pendopo Tabib tersebut! Dia menaiki tangga dengan cepat menuju kamar Claudine Vel dan Analika Pirlien. Hah, Hah, Hah, Napas Raiden Vel tak beraturan. "Claudine Vel, Analika Pirlien," Teriak Raiden Vel yang membuka pintu kamar tersebut dengan kuat!" "Ada apa," "Hah.." Raiden Vel terduduk saat melihat mereka baik-baik saja, Raiden Vel berjalan ke arah Analika Pirlien lalu memeluk wanita itu, Dia tak mengerti apa yang terjadi pada Raiden Vel saat ini, Yang dia lakukannya berusaha menenangkan Raiden Vel. "Ada apa," Claudine Vel bertanya dengan bingung karena dia melihat saudara kembarnya begitu ketakutan. Raiden Vel menggeleng, "Tidak apa-apa," jawabnya bingung harus berkata apa. Jika Raiden Vel menceritakan segalanya maka mereka tidak akan pernah tenang menjalani hidup. Tapi jika Raiden Vel tak menceritakan maka semuanya tidak akan waspada. "Ceritakan pada kami apa yang terjadi sebenarnya, Agar kami lebih waspada! Jangan menutupi apapun karena kami bisa mati sia-sia bila kau melakukan itu!" Ucap Claudine Vel dengan suara sumbang khas orang sakit. "Lia Vel kabur dari Pendopo Tabib setelah operasi, Dia berusaha menggugurkan kandungannya hingga bisa keluar dari penjara!" Jawab Raiden Vel yang membuat mereka semua terkejut. "Claudine Vel, Aku sarankan kau tinggal di Negeri Soben saja! Bersama Ayah dan Ibu, Urusan yang di sini biar aku tangani, Kau juga Analika Pirlien, Kau boleh pergi bersama paman dan bibimu, Aku tidak ingin kita semua celaka karena Lia. Kalian dan dia adalah orang-orang yang aku sayang," Claudine Vel membuang wajahnya! "aku rasa dia tidak pantas lagi mendapatkan kasih sayang kita! Dia sudah melakukan semua ini, Apakah dia benar-benar menganggap kita sebagai saudaranya? Berpikirlah yang jernih Raiden Vel, Aku juga saudaramu, Bukan hanya Lia," "Lia Vel menghubungiku melalui Quin Analika Pirlien," "Oh benarkah,?" Tanya Wanita itu sembari mencari-cari Quin. "Dimana Quinku, Aku kehilangannya, Tapi pintu kamar ini benar-benar aku kunci tadi, Hanya saja aku sempat keluar menemui perawat karena cairan infus Milik Claudine Vel tidak jalan. Apa Quinku terjatuh?" "Itu bisa saja terjadi kalau kita mengingat Lia menelpon menggunakan Quinmu," "Bagaimana?" Suara Zhong Limen membuat Claudine Vel membuang wajahnya ke tempat lain. Dia tidak Ingin melihat pria yang ada di hadapannya saat ini. "Tidak apa-apa, Aku rasa dia mengambil Quin Analika Pirlien ketika terjatuh. Zhong Limen apakah kau jadi berangkat ke Negeri Soben hari ini?" Pria itu berjalan menuju Raiden Vel, lalu duduk di sofa! Tepat di sampingnya. "Kenapa? Kau ingin menitipkan Claudine Vel padaku?" "Iya, Bisakah kau mengantarnya ke rumah Ayah dan Ibu, Aku rasa di sini sudah tidak aman lagi! Aku tidak bisa mengawasi banyak orang, Sedangkan Lia sekarang semakin nekat, Dia brutal! Aku tidak tahu harus bagaimana bila terjadi sesuatu pada mereka berdua," Raiden Vel menunjuk Analika Pirlien dan Claudine Vel. "Aku bukan anak kecil lagi, Aku bisa mengurus diriku sendiri, Kau tak perlu mencemaskan aku seperti ini, Setelah ini aku akan baik-baik saja dan kembali bekerja. Aku juga akan menyewa beberapa penjaga untuk melindungiku dari jarak jauh, Pikirkan saja jika aku kembali ke Negeri Soben! Ibu akan sibuk bertanya, Dia akan cemas dan kembali ke Istana Cahaya, Lalu? Ibu akan tahu semua yang terjadi, Setelah itu, Kau lanjutkann sendiri Raiden Vel," Pria itu sepertinya sedang berpikir saat ini. Apa yang dikatakan Claudine Vel ada benarnya! Dia tidak ingin Ibunya sakit! Beliau tidak tahu sama sekali apa yang terjadi saat ini. "Claudine Vel, Bisakah kau dan-" Zhong Limen menahan tangan Raiden Vel agar tak meneruskan kalimatnya! Dia menggeleng. "Baiklah aku serahkan semuanya padamu, Terserah kamu ingin melakukan apa, Tapi ingat! Jangan menyesali apapun," Claudine Vel mengangguk! Dia memiringkan tubuhnya menghadap ke tembok. "Si keras kepala mulai beraksi," Ucap Zhong Limen pada Raiden Vel. Dia sama sekali tak marah dengan kelakuan Claudine Vel saat ini, Malah Itu sangat lucu baginya, "Aku berharap kau baik-baik saja Raiden Vel, Aku harus kembali ke penginapan, Aku juga sedang batalkan rencanaku berangkat ke Negeri Soben, Karena aku harus melihat Usaha pertanian yang sahamnya baru saja kubeli," Raiden Vel melirik ke arah Zhong Limen yang tersenyum padanya. "Terimakasih," Bisik Raiden Vel.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN