Ryan`s Dream

633 Kata

Malam pun tiba. Liora sudah pulang sejak pukul delapan malam. Kini Ryan berada di kamarnya, mengetik sesuatu di laptop sambil memikirkan banyak hal. "Ryan, maafkan aku..." Kalimat itu terus terngiang-ngiang dalam pikirannya. Sejak mimpi-mimpi aneh beberapa hari terakhir, suara itu selalu muncul. Suara yang mirip dengan dirinya sendiri, memohon maaf—tapi untuk apa? Dengan frustasi, Ryan menutup laptop dan memijat pelipisnya yang terasa berat. Ia menatap kosong ke arah laptop yang sudah tertutup, mencoba memahami apa yang sedang terjadi. Lima hari lalu, saat mimpi itu pertama kali muncul, ia melihat seorang pria duduk menunduk di makam orang tuanya. Ketika Ryan mencoba mendekati, tiba-tiba ia sudah berada di sebuah padang rumput, melihat seorang gadis kecil ditatap dingin oleh pria yang s

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN