Empat Tujuh

1607 Kata

La Vie menggeliat di atas ranjang dengan resah. Sesekali ia mencoba menutup telinganya dengan bantal demi menghalau suara bising yang terdengar berulangkali dari bel rumahnya yang dibunyikan terus-menerus entah oleh siapa. Setelah bergulat beberapa menit dengan rasa malas yang mendera tubuhnya, karena enggan terbangun untuk mengecek siapa tamunya saat, itu. Akhirnya ia memaksa diri bangkit dari tempat tidur. Sejenak ia duduk di pinggir ranjang sembari menatap jam weker yang bercokol di atas nakas. Masih pukul enam pagi dan sialnya ia dihadapkan pada seorang tamu yang begitu pemaksa, membuat suasana hatinya mendadak buruk. Dengan malas, La Vie menarik langkahnya menuju pintu. Sebelum membukanya, ia mengintip sejenak dari lubang kunci--ingin tahu tamu macam apa yang berani mengganggu ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN