Josephine menenggak tehnya perlahan seraya memancarkan sorot mata mengamati penjuru ruang kerja Aileen Aldari yang tampak lebih sederhana dari yang bisa ia bayangkan. Sementara ia sibuk mengamati ruang kerja lelaki itu, sebaliknya Aileen Aldari merasa bingung lagi bertanya-tanya. Motif apa sekiranya yang tersembunyi dibalik kedatangan sang ratu langsung menuju tempat kerjanya tanpa pemberitahuan lebih dulu, seolah menandakan ia datang untuk tujuan pribadi. Namun ia sendiri tak bisa menebak apa, hingga hanya bisa menunggu wanita itu bicara. "Kau pasti terkejut karena aku datang tiba-tiba" buka Josephine seraya menurunkan gelas tehnya perlahan. "Bisa dibilang begitu. Apakah ini ada hubungannya dengan kasus Rhine?" Raut muka Josephine sontak berubah serius. Ia duduk menyenderkan punggung

