Dua Delapan

1786 Kata

Victor Leopold, Madeline dan Josephine tengah menikmati sarapan pagi bersama-sama. Minus kehadiran Rhine yang sedang ada jadwal kemah bertema amal bersama anak-anak dari sekolah kerajaan. Mata coklat terang pria itu curi pandang beberapa kali ke arah ibunya. Raut mukanya tampak ragu-ragu tak tahu bagaimana harus mengutarakannya karena ia tahu ide ini mungkin sedikit gegabah. Ia berdehem pada sendok terakhir setelah menghabiskan puding yang disajikan sebagai makanan penutup. Ia meraih napkin, menyeka bibirnya lalu memusatkan perhatian sepenuhnya pada wanita tua itu. "Kurasa ini sudah waktu yang tepat untuk merencanakan mencari calon pendamping untuk Rhine" Madeline terkejut. Josephine juga heran mendengar ucapan Victor Leopold. Ia mengangkat pandangan memerhatikan wajah lelaki itu. Ia b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN