Empat Puluh

1949 Kata

"Kemarilah Rhine!" Victor Leopold beranjak menuju tempat Rhine berada kemudian menariknya naik ke atas panggung berdampingan Aileen Aldari yang hanya bisa berdiri termenung mencerna situasi tak masuk akal itu. "Nah, karena kalian sudah bersama-sama, kurasa ini kesempatan yang tepat memakaikan cincin itu di jari Rhine. Bagaimana menurut kalian?" iris coklat terang lelaki itu menyorot kerumunan yang disambut sorak sorai gembira dan suara tepuk tangan meriah meminta sang jenderal menyematkan cincin itu di tangan Rhine. Aileen Aldari tertunduk lesu. Ia enggan melakukan hal ini, namun semua orang di sana yang sudah terlanjur menjadi saksi menjadi hal yang sulit ia hindari. Jika ia mengatakan menolak pertunangan tersebut, hal itu pasti akan berdampak pada Rhine yang merasa malu dan kecewa. Ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN