La Vie selalu menatap ke arah ponselnya menunggu kapan panggilan dari Philip akan berbunyi. Dua hari telah berlalu sejak pertemuan mereka. La Vie cemas apabila pria itu menolak tawarannya. Jika hal demikian terjadi ia hanya punya satu cara menyelesaikan semua ini. Ia terpaksa harus menemui Victor Leopold untuk meminta bantuan meski ia sebenarnya tak pernah berharap akan mengambil jalan tersebut. Mengingat ia tahu apa yang pasti diinginkan pria itu darinya. Membayangkannya saja membuat tubuhnya merinding dan jijik. Ia menghela napas sejenak, kemudian menyenderkan punggungnya ke belakang tembok sambil sesekali mengamati Esme di sampingnya yang tengah tertidur nyenyak di atas matras tipis. Meski kamar sewa gadis itu terhitung lumayan baik, bahkan jauh lebih baik jika dibandingkan rumah t

