Aileen Aldari melirik jam yang melingkar di tangannya dengan resah kemudian memandangi pintu rumah La Vie, menunggu gadis itu keluar. Ia sudah menunggunya hampir 20 menit lamanya, dan setiap ia memanggil gadis itu hanya akan mengatakan '5 menit lagi' selama empat kali. Rasa sabarnya benar-benar hilang, hingga ia tak bisa menunggu lagi, dan akhirnya memasuki rumah itu kemudian menuju kamarnya yang tengah terbuka. Begitu tiba di dalam ia mendapati La Vie tengah meluruskan rambutnya. Gadis itu menengok ke arah pintu kemudian melambaikan tangan disertai senyum mengambang mendapati wajah kesal Aileen Aldari. "Apa kau sudah lama menunggu?" Tanpa berkata-kata, lelaki tinggi berambut coklat itu membuka lemarinya. Mengeluarkan mantel hitam,a lalu melemparkannya ke wajah wanita itu. "Gunakan

