La Vie terus menyuap bubur gandum pahit dengan rasa tak menentu itu ke dalam mulutnya tiada henti, seolah tak terganggu dengan aroma hangus yang tercium pekat darinya yang bahkan membuat Aileen Aldari bergidik membayangkan seperti apa rasanya. Setelah menghabiskan semangkuk bubur itu, ia mengambil obat yang dibawakan lelaki itu dari kotak obatnya. Saat La Vie tengah meminum obat itu, Aileen Aldari sedikit penasaran seperti apa rasa makanan buatannya. Ia menyolek setetes kuah bubur gandum yang tersisa ke dalam mulut. Baru saja meletakkan makanan itu di ujung lidahnya. Rasa pahit, manis dan asin seolah menyatu menusuk tenggorokannya membuat ia tercekat memegang lehernya hampir muntah. La Vie yang melihat tingkah konyol Aileen Aldari menyerahkan air putih di tangannya. Ia yakin lelaki itu

