Enam Puluh

1923 Kata

"Aku mendengar apa yang terjadi padamu. Aku turut bersedih untuk itu. Kesibukanku setelah pelantikan tidak memberiku waktu untuk menjengukmu di rumah sakit. Tapi melihatmu sekarang benar-benar membuatku gembira" Victor Leopold tersenyum pada Aileen Aldari meski kemudian senyumnya yang tampak tulus itu sama sekali tak disambut baik. Jenderal muda itu cenderung mengabaikannya setelah peristiwa terakhir kali yang melibatkan keduanya. Sekalipun Victor Leopold bersikap seolah tak terjadi apapun. Aileen Aldari jelas masih menyimpan dendam padanya. Ia hanya berusaha menahan diri sebaik mungkin sebab kini pria itu telah resmi menjadi seorang raja. "Saya berterimakasih atas perhatian Anda, tapi saya sekarang sudah dalam keadaan baik-baik saja. Tidak perlu mencemaskan apapun" Victor Leopold meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN