Josephine berjalan mondar mandir dalam kamarnya dengan wajah gusar memikirkan ucapan Aileen Aldari. Ia sudah kembali ke istana sejak pukul tiga sore tadi dan sekarang sedang menunggu kepulangan Victor Leopold dari kunjungannya di luar istana. Ia sudah memberi pesan pada penjaga pintu agar memberitahu pria itu begitu tiba untuk segera menemuinya di kamar tidur karena ada masalah pribadi yang harus mereka bicarakan berdua dan ia tak mau orang lain sampai mendengarnya. Ketukan dari pintu mengagetkan Josephine. Ia menengok, menduga jika pria itu mungkin sudah tiba, jadi ia memintanya segera masuk ke dalam. Benar saja dugannya. Pria itu berjalan menghampirinya dengan merentangkan tangan diiringi senyum mengembang untuk memeluk Josephine. Namun, begitu tiba di hadapan ibunya bukan sambutan h

