Enam Empat

1732 Kata

Di atas ranjang La Vie tengah baring sembari menatap sendu cincin permata biru pemberian Aileen Aldari. Ada senang sekaligus sedih melihatnya, karena lamaran itu datang demikian terlambat. Ia telah melalui banyak hal berat seorang diri sampai-sampai membuatnya jadi perempuan tanpa hati, yang tak hanya tega membunuh janinnya tapi juga menghancurkan kehidupan Rhine. Orang yang sebenarnya tak pernah sama sekali terlintas niat di hatinya untuk ia jadikan seorang korban dari balas dendam yang kian lama kian jadi bara di hatinya. Dering ponsel dari pojok meja berdengung tajam. La Vie yang masih tertegun lantas menengok. Sebuah nomor asing lagi yang ia tak tahu entah punya siapa.  "Siapa ini?" bukanya mula-mula. Baru saja mendengar kata pertama dari si orang asing, mata zambrudnya membelalak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN