Enam Tiga

1532 Kata

La Vie berdiri terpaku menatap pemandangan istana Flander-Belgium dari luar yang telah ditata demikian rupa. Dipenuhi lampu dan deret bunga di sepanjang jalan masuk hingga nampak seperti kastil mimpi yang jadi tempat sempurna menyelenggarakan pesta pernikahan bak dunia dongeng. Setelah melewati baris penjagaan di ujung anak tangga lebar tertutup karpet merah, ia diantar seorang pelayan wanita menuju aula istana tempat utama pesta dilaksanakan. Mata hijaunya serempak mengedar mengamati kerumunan manusia yang jika bisa ia perkirakan berjumlah ratusan orang. Sebagian besar didominasi orang-orang politik sementara sisanya para bangsawan dan pengusaha kaya. Tak seorangpun di antara tamu-tamu itu mengenalnya, begitupun sebaliknya. La Vie merasa benar-benar terkucil. Alasan mengapa ia sebenar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN