Enam Dua

1446 Kata

Suara pintu besi berderit tajam menusuk telinga Victor Leopold yang berdiri masam membelakangi sebuah petakan penjara yang membentuk lorong panjang, gelap dan sunyi. Penjara terpencil itu dibangun dari batu beton kokoh yang kini berselimut debu tebal yang perlahan mengeras, menyatu membangun tempat itu. Dalam ruangan tiga kali tiga meter tersebut diisi beberapa orang bermuka garang. Duduk menyender tembok batu yang dingin dan lembab dengan ekspresi kaku bagai patung dan rona muka nyaris sama. Mereka bersaing dengan para tikus got kecil yang mencari tempat bernaung. Seorang sipir pria melangkah ke dalam, menarik wanita Asia muda 20-an dengan penampilan berantakan seperti pengemis jalanan keluar lalu mendorong tubuhnya hingga terjerembab ke atas lantai batu yang keras hingga lututnya terbe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN