BERTEMU SALWA Diva benar-benar menghadapi Salwa dari balik kaca pembatas di ruang khusus tamu. Wanita itu - yang nyatanya tak mempunyai hubungan darah apapun dengan Diva - menatap lurus ke arahnya. "Bagaimana kabar Kakak?," tanya Diva. Salwa mengerenyitkan keningnya pertanda bahwa ia merasa bingung. "Bukankah kamu sudah tahu kebenarannya? Kenapa masih memanggilku Kakak?," tanya Salwa. "Karena tak semudah itu bagiku untuk melupakan apa yang pernah menjadi bagian hidupku. Bapak dan Ibu..., meskipun mereka adalah orang yang membunuh Ibu kandungku, tapi aku tak bisa melupakan mereka begitu saja. Tanpa mereka, aku tidak akan duduk di sini bersama Kakak. Bapak bisa saja membuangku setelah membunuh Ibu kandungku, nyatanya..., dia tetap merawatku dan menganggapku seperti anaknya sendiri,"

