EPILOG

462 Kata

10 bulan kemudian. Hooeeekkk..., Hooeeekkk..., Hooeeekkk...!!! Syifa segera berlari ke kamar Diva untuk menyambut adik kecilnya yang baru saja bangun tidur. Daniel yang baru saja keluar dari kamar mandi pun tersenyum melihat bagaimana cara Syifa menggendong Adiknya dengan siaga. "Cup..., cup..., cup...!!! Aryan sayang yang gantengnya melebihi Abi..., nggak boleh nangis ya..., Ummi lagi bikinin kita sarapan spesial," ujar Syifa. Daniel yang sedang memakai kemejanya pun mau tak mau segera tertawa mendengar apa yang Syifa katakan. "Memangnya Kakak harus banget ya bilang seperti itu kalau lagi gendong Aryan?," tanya Daniel. "Iya Bi..., Aryan harus dipuji-puji supaya nangisnya cepat berhenti," jawab Syifa. "Ya..., tapi masa sih Kakak harus ngomong begitu terus?," protes Daniel. "Memangn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN