Ketetapan hati akan dibuktikan dengan apa yang kau putuskan. Sebelum keraguan datang, maka putuskanlah dengan bijak. * * * BIMBANG Diva menatap ke arah luar jendela rumah pondok sejak pulang dari rumah Abah. Kiana berusaha berbicara dengannya namun tak ada juga jawaban pasti tentang apa yang terjadi pada wanita itu. Kiana meletakkan secangkir teh hangat di meja dan kembali menatap Diva. "Kamu masih belum bisa melupakan Daniel kan?," Kiana bertanya secara frontal. Diva menoleh dan menatapnya dengan wajah terkejut. "Kalau memang begitu, jangan terima perjodohan dengan Akh Salman. Kamu hanya akan menyakiti hatinya...," tegas Kiana. Diva mengangguk. "Aku sudah mengatakan hal yang sama pada Akh Salman sebelum kamu memberiku saran, Kia. Aku sudah berterus terang pada Akh Salman te

