Bab 23

1195 Kata

Dengan langkah gontai, aku kembali menuju mobil. Duduk dan merenungi apa yang sudah aku lakukan kepada Diana dan anak-anak. Bagaimana caraku mendapatkan izin Diana untuk menikahi Milla hanya kerena cinta buta yang aku sendiri tidak tahu apakah rasa itu masih tinggal, atau pun sudah menghilang. Namun, dengan bodohnya aku percaya kalau dia setuju. Bahkan aku melupakan tanggung jawab pada mereka dan selalu ada di rumah Milla dengan alasan anak-anaknya membutuhkanku. Tapi aku lupa, kalau Fahri dah Faiz lebih membutuhkan. Apalagi sebelum Milla kembali, kita sering bermain bersama. Aku sungguh merasa geram kepada diriku sendiri. Kenapa aku begitu bodoh? Padahal banyak orang yang jelas-jelas sudah mengingatkanku. Tanganku mengepal kuat dan memukul stir mobil berkali-kali. Sakit, tapi tidak ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN