Aku merapatkan mantel, buru-buru pergi begitu Alexander meninggalkan rumah. Hari ini, aku akan menemui Temp di tempat yang berbeda. Sedikit jauh dari kota memang. Namun, itu adalah tempat yang cukup aman untuk pertemuan kami. Aku ingin memberitahu Temp soal pembicaraanku dan Alexander semalam. Dan kepergianku pagi ini, tidak diketahui oleh siapapun. Aku berdiri di stasiun kereta, masih menanti kereta itu tiba. Udara masih terasa begitu dingin ketika aku sampai di sini. Berulang kali, aku mencoba menghangatkan kedua tanganku, sarung tangan yang kupakai seolah tidak mampu mengusir dingin pagi ini. Ketika aku sibuk menghangatkan diri dengan terus bergerak, seorang bocah laki-laki kecil tiba-tiba menarik ujung mantelku. Aku menunduk dan tersenyum kepadanya. Bocah itu membalas senyumanku, kem

