"Tapi aku tetap akan menyelidikinya." kata Temp, mengusap keningnya yang berkeringat. "Caranya? Kau mencurigai seseorang?" "Akan kuberitahu nanti saja, Alana. Kau mau melihat tempat di mana aku dibesarkan?" mata Temp berkilat, menatap lurus jalanan di kota ini. "Tentu, ini adalah kota kelahiranmu, aku ingin tahu bagaimana kau hidup." Aku tersenyum, melingkarkan tanganku di lengan kuat Temp. Kami berjalan menyusuri jalanan yang tidak begitu ramai. Hanya sesekali, mobil ataupun bus melintasi jalan ini. Jalan yang sedikit berbatu dengan tanaman liar yang tumbuh di tepi jalan. Matahari belum terlalu tinggi, dan udara masih terasa begitu dingin. Kabut tipis turun, merayap melewati bangunan-bangunan yang tampak tua. Di sini, di sebuah kota kecil yang sepi, dengan penduduk yang hidup dalam k

