"Ada apa, Alana? Kau diam sejak di pesta tadi." kata Alexander sambil melepas setelan jasnya, dan melempar jas itu di sofa kamar. Aku mengerutkan kening, menatap Alexander yang terlihat puas dengan hadiah itu. "Aku sependapat dengan ayah gadis itu, kurasa kau berlebihan." Alexander menoleh, menatapku cukup lama, kemudian tersenyum lebar, "ya, itu memang berlebihan untuk gadis yang berusia 17 tahun. Berlian itu bernilai 3000 dollar. Dan kupastikan itu adalah hadiah termahal yang ia terima." "Tapi untuk apa? Dia hanya gadis belia?" tanyaku dengan sedikit penekanan. Alexander berjalan mendekatiku, membuka kaitan rambut yang sengaja kuikat tinggi. Membiarkan rambut itu jatuh tergerai, menyentuh bahuku yang terbuka. Ia kemudian berbisik lembut di sisi leherku, membuat bulu kudukku berdiri.

