HUGGING SHADOWS BAB 56 Alexander mengerang, ketika tiba – tiba rasa sakit itu menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia berteriak, dan menjatuhkan diri ke lantai. Menimbulkan suara berdebum yang mengejutkanku. “Temp, Alexander!” Aku berlari masuk ke dalam kamar, aku bahkan tidak merasakan sakit ketika lututku terbentur di sisi meja. Dengan cekatan, Temp meraih tubuh Alexander, dengan usaha yang cukup keras akhirnya Temp bisa membaringkan Alexander kembali ke atas tempat tidurnya. “Alana, sakit...” Suara rintihan itu terdengar dari mulut Alexander. Aku menatap Temp dengan mata berkaca – kaca, seolah memintanya segera melakukan sesuatu. Temp mengambil ponselnya, menghubungi seseorang. “Obat? Tunggu sebentar,” Temp membuka obat yang diletakkan di dalam sebuah kotak. Mencarinya dengan teliti. “

