episode 39

1030 Kata

Alexander meremas kertas di atas meja kerjanya. Jelas terlihat jika pria itu sedang memendam rasa panas di dalam hatinya. Rahangnya mengeras, otot-otot lehernya terlihat jelas. "Kau sudah melakukannya?" Kata Alexander kepada pria dengan setelan hitam di hadapannya itu. "Sudah, Tuan. Dia sudah dipecat. Saya mengutus orang untuk selalu mengikutinya, tapi...." Pria itu tertunduk. "Tapi apa!" Suara Alexander terdengar mengeras. "Kami kehilangan dia, Tuan." Alexander melempar kertas itu ke wajah si pria. Dan dia hanya bisa tertunduk diam tanpa berani menatap Alexander. "Bodoh! Bagaimana bisa kau kehilangan satu orang saja. Apa yang kau kerjakan!" "Maaf, Tuan. Tapi kami selalu mengamati rumah itu. Dan sudah beberapa hari ini dia tidak kembali. Sepertinya Temp meninggalkan kota ini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN