Makassar, 1996 Seorang bocah laki-laki berusia empat tahun, berlari-lari kecil dengan tapak mungilnya di dalam rumah megah yang banyak benda porselain mahal. Rambut hitamnya berurai lembut, bergerak seirama dengan ayunan kakinya. Matanya berpijar imut, bibirnya merah basah, ada liur menetes di sudut. Sebelah tangannya memegangi mainan, sebelah lagi mengepal liat. Dari mulutnya terdengar suara racauan meneriakkan mama, suaranya kecil, melengking, memekakkan telinga. Sepatunya yang tiap kali mengjinjak lantai menyala merah dan berbunyi, berdecit-decit nyaring. Berbenturan dengan nama 'mama'. Begitu sampai di dapur, dan mendapati sosok wanita anggun berparas cantik tengah sibuk memotong wortel, bocah tersebut langsung memeluk lutut wanita itu, kemudian tertawa lepas sambil mendongak, membu
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


