Sesaat Bayu terkesiap, hanyut dalam tatapan dan senyuman lembut laki-lakit tersebut, namun kemudian, seulas senyum kecil tersembul di sudut bibir Bayu, dia menangangguk ringan, sambil menyunggingkan sebelah alisnya. Tangan kanan Bayu terlipat di depan d**a, sementara tangan lainnya mengelus dagu berjambangnya. Kepala Bayu sedikit meneleng, menatap lebih bermakna laki-laki itu. Para wanita yang berada di dekat kerumunan Bayu bersorak heboh. Kalimat puji-pujian terhadap Pangeran Cakra saling tumpang tindih di udara. Mengusik pendengaran Bayu. Bayu maklum, ketampanan yang ditawarkan Pangeran Cakra memang di atas batas. Jika Andis, Yasin, dan Panji berada di sini, didekatkan dengan Pangeran Cakra, mereka tidak ada apa-apanya. Dilibas begitu saja. Pangeran Cakra memiliki aura sendiri, yang me

