Jian langsung mengejar mobil Jasmine yang langsung melaju kencang begitu saja, bahkan Jasmine tidak mengatakan jika dia hendak pulang atau meninggalkan pesan sedikit pun membuat Jian kini hanya mengusap wajahnya dengan kasar, Jian kemudian langsung merogoh ponselnya untuk menghubungi seseorang
" Alpha Tolong cari tahu keberadaan Jasmine saat ini dia menggunakan mobil yang biasa aku gunakan "ucap Jian tanpa mendengarkan jawaban dari Alpha di seberang sana setelah itu mematikan sambungan teleponnya, Jian pun kemudian memilih untuk langsung memasuki mobilnya dan hendak pulang Jian harus segera membereskan beberapa pekerjaan sambil menunggu informasi dari Alpha Di mana keberadaan Jasmine dan Jian berharap Jasmine mungkin sudah berada di rumah terlebih dahulu.
Jian tahu bahwa Jasmine pasti tengah marah kepadanya entah itu karena keterlambatannya masuk ke kantor atau pertemuannya dengan Fiona membuat Jian langsung memacu mobil nya sendiri dan tidak membutuhkan waktu lama Jian sudah sampai di depan rumah besar mereka namun Jian langsung menyipitkan matanya ketika melihat garasi yang masih kosong tanpa mobil yang Jasmine kendarai sebelumnya
“pergi ke mana Dia" Humam Jian kemudian setelah itu melangkah masuk yang langsung disambut oleh Elsa
"apa Jasmine belum pulang?" Tanya Jian membuat Elsa menggelengkan kepalanya
"Saya kira Nyonya akan pulang bersama Tuan?" Ucap Elsa
“Sepertinya Jasmine mempunyai janji lain dengan teman-temannya Jadi kalian tidak perlu menyiapkan makan malam, aku juga akan menyusul Jasmine” ucap Jian setelah itu langsung menaiki anak tangga dan bersiap-siap untuk membersihkan dirinya setelah sebelumnya menatap kearah ponsel yang masih belum mendapatkan informasi dari Alpha sampai setelah Jian selesai dengan ritual mandinya Alpha sebelum memberikannya kabar membuat Jian akhirnya memilih untuk cek email yang masuk dari beberapa kolektor barang-barang antik yang selalu menghubungi Jian berapa saat ini. Jian memang kadang memeriksa pekerjaan nya ini ketika berada dirumah tentu saja dengan sembunyi sembunyi karena dia tidak ingin Jasmine tahu jika dia menyembunyikan masalah pekerjaannya dan juga tentang galeri seni yang berada di bawah tangan nya.
pergerakan Jian terhenti ketika mendengar dering ponselnya membuat Jian langsung mengangkat telepon tersebut
“Bagaimana Apa kau sudah menemukan Jasmine berada,?” tanya Jian
"sudah Tuan istri Anda sedang berada di klub xxx " ucap Alpha membuat Jian mengerutkan keningnya
"apa dia kembali bertemu dengan ketiga teman wanitanya itu?" Tanya Jian
" tidak Tuan sepertinya istri Anda pergi seorang diri karena ia terlihat sendirian duduk sambil meminum minuman di meja bar tanpa ada menemaninya seorang pun " Jelas Alpha kembali membuat Jian mengusap wajah nya kasar setelah itu meletakkan seluruh pekerjaannya
“apa Dia minum-minuman seorang diri? "Tanya Jian memastikan
" Betul Tuan "jawab Alpha membuat Jian mengumpat dengan kesal Jian tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Jasmine sehingga dia bersikap seperti itu bagaimana mungkin Jasmine berpikir pergi ke klub seorang diri dan tanpa sedikit pun memikirkan bahaya yang akan menimpanya pikir Jian membuat dirinya tidak berpikir panjang untuk bersiap siap dan menyusul Jasmine sebenarnya Jian bisa saja menyuruh Alpha dan anak buah yang lain untuk mengawasi Jasmine agar tidak ada seorang pun yang mengganggu istri nya tersebut tapi Jian tidak ingin melakukan hal tersebut karena Jian ingin melindungi Jasmine sendiri dan juga tidak ingin menarik perhatian Jasmine jika dia sadar tengah di awasi, untuk itulah Jian memilih untuk menjemputnya seorang diri memastikan keadaan istri nya tersebut dengan kedua matanya dan benar yang diungkapkan oleh Alpha membuat Jian langsung menghentikan langkahnya ketika melihat Jasmine yang sudah terkulai di atas meja bar seorang diri dengan minuman yang sudah kosong beberapa gelas di hadapannya membuat Jian menghembuskan nafas kasar nya sebelum kembali melanjutkan langkahnya dan mendekat ke arah Jasmine, Jian kemudian menepuk bahu Jasmine dengan pelan membuat Jasmine hanya bergumam tidak jelas membuat Jian sudah tahu bahwa saat ini Jasmine sudah dalam keadaan mabuk membuat Jian mau tidak mau Akhirnya hendak pembohong Jasmine untuk membawanya pulang namun Jasmine langsung meronta dan turun dari pangkuan Jian
“ apa yang kulakukan pergi kau dari sini "sentak Jasmine sambil terhuyung bahkan dirinya tidak bisa Berdiri tegap lagi membuat Jian hanya menatapnya dengan tatapan datar
“Anda sudah mabuk lebih baik sekarang Anda pulang “ ucap Jian membuat Jasmine menajamkan matanya setelah itu menatap ke arah laki-laki di hadapannya
" Ternyata kau, sudah aku katakan berapa kali jangan pernah berbicara formal ketika kita sedang berdua kenapa kau tidak pernah menuruti semua perkataanku " ucap Jasmine sambil mencengkeram jaket yang Jian kenakan
“sudah saya katakan bukan bahwa saya ini bawahan Anda jadi Sudah sepatutnya saya berbicara sesopan ini pada Anda” ucap Jian dan hal tersebut malah membuat Jasmine semakin mengguncang tubuhnya dan mencengkeram jaket yang Jian kenakan semakin kuat
" tapi kau juga suamiku kau tidak seharusnya berbicara formal itu padaku, aku tidak nyaman mendengarnya " ucap Jasmine kembali
“ Tetapi saya lebih nyaman memanggil Anda seperti ini” jawab Jian membuat Jasmine langsung menatapnya dengan mata berkaca-kaca, raut wajah sedih dan juga kemarahan kentara di raut wajan Jasmine membuat Jian hanya terdiam menunggu reaksi apa yang akan Jasmine berikan padanya
“kau benar-benar lelaki yang menyebalkan, Aku membencimu, Aku benar-benar muak melihat wajahmu "sentak Jasmine kembali sambil terus memukuli d**a bidang Jian sedangkan Jian hanya terdiam menerima semua amarah yang Jasmine berikan padanya
“Kenapa wajah ini selalu menatapku dengan tatapan seperti ini, jawab aku " seru Jasmine kembali sambil menunjuk kearah wajah Jian
"Memang nya tatapan seperti apa yang Anda inginkan dariku?" Tanya Jian kembali membuat Jasmine tidak tahu bahwa dirinya benar benar terlihat menyedihkan Malam ini
“kau bahkan bisa bersikap santai saat bersama Fiona dan juga Medi tapi kenapa kau sangat membatasi ketika berada bersamaku? "Tanya Jasmine yang akhirnya meluapkan semua kekesalan yang selama ini dia rasakan
“Anda sedang mabuk lebih baik kita segera pulang" ucap Jian mengabaikan amarah yang kini menguasai Jasmine membuat Jian menarik bahu Jasmine namun Jasmine menepisnya dengan kasar
"jangan sentuh aku, aku benar-benar membencimu "ucap Jasmine setelah itu duduk kembali dan meneguk minuman yang masih tersisa di dalam botol membuat Jian langsung merebutnya dengan kasar setelah itu menarik Jasmine tanpa menghiraukan rontaan dan teriakan nya yang kini menarik beberapa orang di sekitar mereka yang menatapnya dengan heran
“ aku bilang lepaskan, apa kau tidak dengar kau akan membantah perkataan ku, aku ini Bos mau "ucap Jasmine membuat Jian akhirnya berbalik dan mencengkeram bahu Jasmine dengan kuat
“ untuk itulah karena Anda adalah atasan saya jadi saya harus bersikap seperti ini kepada Anda berbeda ketika saya berhadapan dengan Fiona dan juga Medi, itulah alasan kenapa saya membedakan perlakuan saya kepada Anda "ucap Jian membuat Jasmine terdiam tanpa perlawanan akhirnya Jian menarik Jasmine untuk masuk ke dalam mobil untuk segera membawanya pulang karena Jian rasa Jasmine benar-benar dalam keadaan sangat mabuk sampai akhirnya Jian mengusap wajahnya kasar karena terpancing emosi kembali oleh perkataan istrinya tersebut.