Husband 25

1128 Kata
Jian memperhatikan Jasmine yang kini terlelap di sampingnya dengan  masih mengenakan pakaian kantor nya membuat Jian tidak mengerti apa yang ada di pikiran Jasmine sehingga dia pergi ke klub dengan keadaan kacau seperti itu. Jian kemudian menghembuskan nafas kasarnya dan kembali fokus pada jalan yang ada di hadapannya dengan sekali terus memperhatikan istrinya tersebut kemudian menghentikan mobilnya setelah itu keluar dan mulai membuka pintu di sisi Jasmine membuka sabuk pengamannya kemudian mengulurkan tangannya untuk menarik rambut Jasmine yang mulai menutupi wajahnya, sejenak Jian memperhatikan wajah Jasmine dengan lekat sampai akhirnya tangannya tersebut tidak tahan untuk tidak mengeluh Sisi wajah Jasmine yang terasa sangat dingin di telapak tangannya. Jasmine kemudian sedikit menggeram karena merasa jika tidurnya terganggu membuat Jian akhirnya langsung membopong Jasmine dengan perlahan karena tidak ingin jika  esok pagi Jasmine merasa jika semua badannya terasa remuk karena terlalu lama tidur dalam posisi duduk, setelah itu Jian langsung membawa Jasmine ke kamarnya ini bukan kali pertama  Jian memasuki kamar Jasmine dan saat pintu terbuka Aroma Jasmine benar-benar terasa kentara di indra penciuman Jian, kamar yang besar dan juga  rapi dengan dinding yang diwarnai warna-warna pastel seolah kentara dengan diri Jasmine yang terlihat memesona dan juga lembut dimata Jian Saat memasuki kamar tersebut. Jian kemudian mulai membaringkan Jasmine dengan perlahan di atas tempat tidurnya namun saat ia hendak menegakkan tubuhnya tiba-tiba saja Jasmine langsung menarik jaket Jian membuat Jian kembali membungkukkan tubuhnya dan kemudian menatap kearah Jasmine yang kini sudah membuka matanya " kau benar-benar kejam" ucap Jasmine membuat Jian hanya terdiam sambil menatap manik mata sayu istrinya tersebut ia tidak tahu apakah Jasmine dalam keadaan sadar atau tidak tapi dia yakin bau alkohol yang sangat menyengat dari mulutnya pasti Jasmine saat ini masih tidak bisa membedakan antara mimpi dan juga kenyataan " Kenapa kau memperlakukanku seperti ini kau berjanji bukan pada Daddy untuk melindungi ku tapi kenapa kau sendiri yang menyakitiku " lanjut Jasmine kembali membuat Jian  mengerutkan keningnya  "saya tidak pernah menyakiti Anda" jawab Jian  " kau menyakitiku Untuk itulah aku berakhir seperti ini, sudah ku katakan jangan pernah memperlakukanku dingin seperti itu setidaknya aku butuh seseorang yang bisa menjadi teman disisiku saat ini ketika tidak ada Daddy dan bukankah kau yang dipercaya oleh Daddy untuk memerankan peran itu "ucap Jasmine kembali yang kini sudah mulai berkaca-kaca Entah kenapa pengaruh alkohol membuatnya menjadi sentimentil seperti ini, Jasmine sepertinya mulai merindukan Daddy nya Jasmine pun awalnya tidak tahu kenapa dirinya bisa meminum banyak alkohol, awalnya Jasmine hanya ingin melepaskan stress yang dia rasakan yang Jasmine kira disebabkan oleh pekerjaan yang menumpuk namun hati kecilnya tentu saja tahu bukan hanya itu alasan yang membuat Jasmine berada di klub itu, perhatian Jian dan juga perlakuannya yang membuat Jasmine akhirnya berakhir di klub dengan ditemani alkohol  “Maafkan saya jika saya tidak sengaja menyakiti Anda "ucap jian kembali membuat Jasmine semakin menguatkan cengkeramannya pada jaket Jian setelah itu menarik Jian semakin mendekat ke arahnya Bahkan dia bisa merasakan hembusan hangat yang bercampur alkohol menerpa wajahnya saking dekatnya wajah mereka “ Aku ingin kau kembali memperlakukanku seperti biasa bersikap santai kepada ku seperti kau memperlakukan medi dan juga Fiona” ucap Jasmine " Bukankah Anda yang selalu mengatakan bahwa saya ini bawah Anda dan akan sangat janggal jika saya menyamakan perlakuan saya dengan wanita yang saya kenal lainnya "jawab Jian " kalau begitu perlakukan aku seperti istrimu Jangan melihat aku sebagai atasanmu "ucap Jasmine kembali membuat Jian terdiam tidak tahu apakah Jasmine mengatakannya dalam keadaan sadar atau tidak karena jika Jasmine dalam keadaan sadar pasti dirinya tidak akan pernah mengucapkan kata-kata tersebut. Jian yakin Jasmine pasti tidak akan menganggap pernikahan mereka tapi permintaannya barusan membuat Jian hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya dan mulai melepaskan cengkeraman pada jaketnya "lebih baik Anda beristirahat jika tidak Anda akan terlihat kacau di rapat besok “ucap Jian setelah itu kembali menegakkan tubuhnya mengabaikan Jasmine yang mulai mengepalkan tangan nya, Jian kemudian berbalik hendak meninggalkan kamar Jasmine  namun Jasmine langsung turun dari tempat tidur dan menarik bahu Jian membuat Jian kembali berbalik "Aku baik-baik saja, aku tidak perlu istirahat dan juga tidak mabuk Aku sedang tidak ingin beristirahat dalam keadaan seperti ini Aku sedang marah Aku kesal padamu" sentak Jasmine membuat Jian hanya terdiam memperhatikan raut wajah Jasmine yang terlihat kesal "bahkan Anda masih sangat kentara dengan bau alkohol, Saya yakin saat ini Anda tidak bisa berpikir jernih dan semua perkataan Anda pasti karena dipengaruhi minuman keras jadi lebih baik anda istirahat saja" lagi lagi Jian menyuruh sesuatu yang membuat Jasmine semakin merasa kesal Kenapa laki-laki di hadapannya ini tidak pernah mengerti bahwa dirinya tidak suka jika Jian membedakan antara perlakuan dirinya dan juga wanita lain “ aku merasa kesal dan tidak suka Kenapa kau memperlakukanku seperti ini, kenapa kau menerima pernikahan ini jika tidak bisa memperlakukanku sebagai istrimu setidaknya kau bisa lebih dekat denganku daripada dengan wanita lain kau menyakiti perasaanku "ucap Jasmine kembali membuat Jian akhirnya melipat kedua tangannya sambil membalas tatapan Jasmine "lalu apa yang Anda inginkan Bukankah Anda selalu ingin semua ucapan Anda diikuti karena Anda itu atasan saya, Anda menganggap saya hanya sebagai bawahan Anda bukan dan saya sebagai sekretaris Anda tidak lebih" ucap Jian membuat Jasmine terdiam awalnya Jasmine memang menganggap Jian hanya sebagai sekretarisnya yang akan membantunya dalam perusahaan dan ikatan pernikahan di antara mereka itu hanya karena ingin menuruti permintaan dari mendiang Daddy nya itu tapi entah kenapa ketika melihat Jian dekat dengan wanita lain membuatnya merasa kesal “aku tidak pernah menganggap mu seperti itu, Kau memang sekretaris ku tapi selain itu kau juga suamiku bukan jadi Tidak sepantasnya kau dekat dengan wanita lain ataupun akrab dengan mereka “ ucap Jasmine “ jadi Anda menganggap pernikahan ini? "Tanya Jian kembali membuat Jasmine lagi-lagi terdiam Tentu saja dia menganggap pernikahan ini meskipun awalnya Jasmine menolak Tapi Jasmine masih belum bisa memastikan apa yang dia inginkan satu yang Jasmine tahu dengan pasti adalah dirinya tidak suka jika Jian lebih akrab dengan wanita lain ketimbang dirinya  "Lihatlah bahkan Anda tidak bisa menjawab pertanyaan dari saya jadi Biarkan saja semuanya mengalir seperti ini, saya menghormati Anda seperti atasan saya dan Anda juga menganggap saya sebagai bawahan Anda, Saya akan melakukan kewajiban saya untuk terus melindungi Anda seperti yang Daddy Anda inginkan " Ucap Jian setelah itu hendak berbalik kembali namun Entah kenapa Jasmine masih tidak ingin semuanya selesai begitu saja dengan kekesalan yang masih menumpuk di hatinya membuat Jasmine  langsung berjalan cepat dan Menghadang Jian dengan berdiri di hadapannya tanpa berpikir panjang lagi Jasmine langsung mendekatkan tubuhnya dan menarik jaket yang Jian kenakan  membuat Jian sedikit membungkukkan tubuhnya dan di saat itulah Jasmine tidak tahu apa yang dia lakukan namun saat itu dia hanya ingin membungkam semua perkataan dari Jian sebelumnya dengan menempelkan bibirnya membuat Jian pun membulatkan matanya ketika merasakan bibir lembut Jasmine yang kini bercampur bau alkohol menempel dengan bibirnya. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN