Husband 22

1142 Kata
Jasmine menutup pintu kamarnya setelah itu tidak langsung berjalan malah menekan dadanya Entah kenapa pagi ini jantungnya kembali berdegup dengan kencang membuat Jasmine menarik nafasnya panjang setelah itu menghembuskannya perlahan kemudian berjalan dan berhenti tepat didepan pintu kamar Jian, Apa dia sudah turun untuk sarapan batin Jasmine memikirkan nya saja membuat darahnya kembali berdesir. Entah kenapa semenjak Jasmine merasakan bibir Jian nempel dengan hangatnya pada bibirnya membuat nya sedikit merasa tidak nyaman Jasmine tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya namun saat ini Jasmine rasanya ingin sekali untuk menghindari laki-laki tersebut ketika mereka harus tinggal di dalam satu atap membuat Jasmine mau tidak mau melanjutkan langkahnya dan menuruni anak tangga perlahan-perlahan. Jasmine  berharap Jian sudah menyelesaikan sarapannya jadi dia tidak perlu bersusah payah untuk menghindari suaminya tersebut, Jasmine sedikit melambatkan langkah nya  ketika merasakan jika dadanya kembali merasa sedikit sesak karena pacu jantungnya seperti ingin keluar begitu saja ketika melihat jian tengah  asyik menatap Tab yang berada di tangannya, ayolah mine ada apa dengan mu batin Jasmine merutuki diri nya sendiri. Jasmine mencoba melangkah kembali dan menarik kursi yang tepat berhadapan dengan Jian yang akhirnya menarik perhatian lelaki tersebut dan barulah meletakan tab yang sedari tadi dia pandangi. " Selamat pagi nyonya” sapa Elsa membuat Jasmine hanya mengangguk setelah itu perlahan menatap ke arah Jian yang juga tengah menatap ke arah nya dan membuat pandangan mereka  bertemu untuk beberapa saat sampai akhirnya Jasmine memilih untuk memutuskan kontak mata mereka dan beralih pada sarapan yang sudah Elsa siapkan. Selama sarapan berlangsung mereka hanya terdiam satu sama lain sampai akhirnya waktunya mereka untuk pergi ke kantor ketika Jian tiba-tiba hendak membukakan pintu untuk Jasmine membuat Jasmine langsung menghentikan nya  "aku akan membawa mobil ke kantor sendiri" ucap Jasmine membuat Jian langsung menatapnya dengan tatapan datar " Anda mempunyai acara lain setelah pulang ke kantor? "Tanya Jian membuat Jasmine terdiam sejenak Entah kenapa Jasmine merasa kesal karena Jian masih menggunakan bahasa formal kepadanya  "tidak hanya saja Aku ingin menyetir sendiri untuk hari ini "ucap Jasmine membuat Jian menutup kembali pintu yang sebelumnya hendak dia buka “ kalau begitu biar saya Yang menyetir jika Anda tidak mempunyai janji lain Saya tahu Anda tidak nyaman jika saya ikuti jika Anda mempunyai janji lain atau bersama teman-teman Anda tapi jika tidak ada Izinkan saya untuk membawa mobil bersama Anda "ucap Jian " kau bisa mengikuti ku menggunakan mobil lain dari belakang aku tidak akan mengebut "Ucap Jasmine  kembali Entah kenapa dirinya akan merasa sangat canggung jika berada satu mobil dengan Jian saat sedang sarapan pun dia merasa ingin cepat cepat selesai apalagi menunggu perjalanan di kantor yang pasti akan melewati waktu yang lumayan membuat Jasmine pasti tidak akan duduk dengan tenang selama di dalam mobil yang akhirnya memberikan satu ide bagi Jasmine untuk membawa mobil sendiri “ Baiklah kalau begitu saya akan mengikuti Anda dari belakang " Ucap Jian yang tidak ingin berdebat terlalu panjang dengan istrinya tersebut, meskipun Jian merasa apakah dirinya pantas menyebut Jasmine sebagai istrinya atau tidak ketika Jasmine menganggapnya sebagai bawahan. Mereka pun akhirnya beriringan membawa mobil ke kantor dengan Jasmine yang sesekali menatap ke arah spion untuk menatap mobil Jian yang terus mengikuti mobilnya sampai mereka tiba di kantor "saya sudah mengirimkan email untuk jadwal hari ini" ucap Jian mengikuti langkah Jasmine yang kini masuk ke dalam kantor dan sekali lagi Jasmine harus bisa menerima Bahwa saat ini mereka akan kembali berdua di dalam lift yang memang dikhususkan untuk Jasmine, dan Jasmine tidak mungkin meminta Jian untuk menaiki lift karyawan lainnya membuat Jasmine berdiri hanya dengan menunduk menatap high heels yang sedang dia kenakan. Jasmine tidak berani untuk menatap dinding kaca yang kini mengelilinginya, Jasmine takut jika pandangannya kembali bertemu dengan Jian, Jasmine tidak tahu harus bersikap apa untuk menanggapi kejadian yang menimpanya kemarin dengan Jian membuat degup jantung Jasmine kembali berpacu hanya dengan membayangkannya saja ciuman yang Jian berikan bukanlah ciuman pertama yang Jasmine rasakan tapi entah kenapa membuat sekujur tubuh Jasmine rasanya berdesir hanya dengan membayangkannya saja, Apa mungkin karena Jasmine sudah terlalu lama sendiri pikirnya. pikiran Jasmine kemudian terhenti ketika tiba-tiba lift yang mereka tumpangi berhenti dengan kencang membuat Jasmine langsung terhuyung ke arah belakang yang langsung ditahan oleh Jian membuat Jasmine langsung panik  "Ada apa ini?" Tanya Jasmine ketika tiba-tiba lift berhenti begitu saja "saya akan menghubungi keamanan "ucap Jian yang langsung meng utak atik tombol pada dinding lift “Ada apa ini?” Tanya Jian " Maaf pak sepertinya ada gangguan pada lift yang Anda naiki "jawab  keamanan di seberang sana membuat Jian berdecak dengan kesal " kalau begitu cepat perbaiki" Ucap Jian setelah itu kembali memundurkan langkahnya dan berdiri tepat di belakang Jasmine, mereka saling terdiam membuat suasana hening di sekitar mereka tidak nyaman bagi Jasmine, Jasmine tidak tahu apakah hanya dia yang merasa seperti itu membuatnya memberanikan diri untuk menegakkan wajahnya menatap dinding kaca di hadapan nya dan lagi lagi Jasmine membulatkan matanya ketika pandangan nya kembali bertemu dengan Jian, apa dia sedari tadi memang menatap ku batin Jasmine yang kemudian memilih untuk membuang pandangan nya ke arah lain dan bertepatan dengan itu lift kembali bergerak membuat pijakan Jasmine kembali tidak stabil dan lagi lagi membuat Jian harus menahan pinggang Jasmine agar dirinya tidak terjatuh membuat tatapan mereka lagi lagi harus beradu " Terima kasih aku tidak apa apa" Jawab Jasmine mencoba untuk menegakkan tubuhnya kembali di bantu oleh Jian yang membuat Jasmine merasa tidak karuan saat sapuan tangan Jian pada pinggang nya terasa dengan jelas bagai mana Jian mencengkeram nya dengan kuat namun tidak menyakitkan membuat Jasmine lagi lagi menatap ke arah nya " Kau__" Ucapan Jasmine terhenti bertepatan dengan pintu lift terbuka membuat Jasmine hanya bisa menghembuskan nafas panjang nya " Apa ada yang ingin Anda bicarakan,? " Tanya Jian membuat Jasmine hanya terdiam entah kenapa beberapa hari ini rasanya sulit sekali bagi Jasmine hanya untuk berbicara dan menatap laki laki di hadapan nya ini secara langsung membuat Jasmine akhir nya memilih untuk berbalik " Tidak lupakan saja" Jawab Jasmine setelah itu berjalan keluar lift dan langsung menuju ruang kerjanya di ikuti oleh Jian yang akan selalu memberikan laporan kepada Jasmine terlebih dahulu sebelum dia pergi ke ruang kerjanya sendiri " Nanti siang apa Anda akan makan siang di luar kantor atau di dalam kantor?,? " Tanya Jian membuat Jasmine mengalih kan pandangan nya dari berkas berkas di tangan nya " Sepertinya di sini saja, pekerjaan ku cukup banyak" Jawab Jasmine " Baiklah kalau begitu rona akan mempersiapkan nya" Ucap Jian membuat Jasmine mengerutkan kening nya " Kau sendiri,? " Tanya Jasmine  " Saya ada janji lain, jadi sepertinya saya harus ke luar kantor sejenak" Ucap Jian membuat kening Jasmine semakin mengerut " Janji dengan,?” Tanya Jasmine namun baru saja Jian hendak menjawab Jasmine langsung memotong nya " Lupakan saja pertanyaan ku, kau bisa pergi menepati janji mu itu" Ucap Jasmine seolah tidak peduli dengan janji temu Jian padahal hatinya mulai penasaran. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN