Saat ini Jasmine tidak mempunyai keberanian untuk membalas tatapan dari Jian setelah apa yang baru saja dia lakukan tiba-tiba saja semua rasa kesal dan amarah nya menguap begitu saja dari dalam dirinya ketika Jasmine merasakan bagaimana binir nya yang menempel pada bibir Jian
"Apa itu kau merasa kesal padaku? "Tanya Jian membuat jasmine senantiasa masih membungkam mulutnya
" Aku benar aku benar-benar tidak tahu jika Medi akan berbuat senekat itu " lanjut Jian kembali rencananya ingin menjelaskan bahwa apa yang baru saja Jasmine lihat antara dirinya dan Medi tidak seperti yang dia pikirkan dia tidak ingin Jasmine berpikir bahwa dia menerima begitu saja dengan senang hati cumbuan dari Medi bahkan saat itu dirinya pun terkejut dan saking terkejutnya Jian hanya bisa berdiam diri tanpa mendorong Medi untuk menjauh sampai Jasmine mengejutkannya membuat Medi langsung memberikan jarak di antara mereka namun baru saja Jian kembali menjelaskannya tiba-tiba saja Jasmine berlalu dari hadapannya begitu saja meninggalkan dirinya dan masuk ke dalam rumah dan Jian hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya sambil mengacak rambutnya frustasi.
Jian tidak tahu apa yang baru saja dia lakukan adalah hal yang benar atau tidak atau malah membuat Jasmine semakin marah padanya
“ kau lancang sekali Jian " ucap Jian merutuki dirinya sendiri karena tidak bisa menahan untuk tidak melakukan hal tadi kepada Jasmine, Jian kemudian berbalik menatap kearah Jasmine yang sudah masuk ke dalam rumah entah kenapa Jian merasa jika apa yang baru saja dia lakukan malah akan membuat Jasmine semakin tidak suka padanya, Jian pun akhirnya memilih untuk berjalan masuk dengan gontai dan Jian sepertinya akan menerima keputusan Jasmine apapun yang dia inginkan setelah perbuatan lancang yang baru saja dilakukan pada Jasmine.
sedangkan Jasmine langsung berlari ke lantai dua menaiki anak tangga tanpa berhati-hati mengabaikan sapaan dari Elsa setelah itu langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya, Jasmine langsung menyandarkan punggungnya dengan begitu cepat entah karena dia berlari dari garasi mobil entah karena sesuatu yang membuatnya sangat terkejut membuat detak jantungnya bergemuruh dan masih berdetak sangat kencang membuat d**a Jasmine semakin berat, Jasmine benar-benar tidak menyangka bahwa Jian akan melakukannya namun Entah kenapa Jasmine merasa tidak kesal atau marah sedikit pun, bahkan rasa kesal di dalam dirinya menguap begitu saja hanya karena merasakan bagaimana hangat nya bibir Jian
“ apa yang terjadi padaku "gumam Jasmine sambil melangkah menjauh dari pintu setelah itu duduk di sisi tempat tidurnya Jasmine kemudian kembali terbayang ketika Jian tiba-tiba saja menempelkan bibirnya membuat Jasmine langsung memegang jejak dari yang Jian tinggalkan masih terasa hangat dan juga lembab membuat degup jantung Jasmine kembali berdetak kencang sekujur tubuhnya merasa merinding hanya dengan membayangkannya saja , Jasmine tidak tahu jika dia tidak berpegangan pada sisi mobil apakah lututnya masih bisa menopang tubuhnya atau tidak namun beruntung saja Jasmine tidak mempermalukan dirinya sendiri di hadapan Jian, tentu saja Jasmine masih bisa untuk melarikan diri dan langsung bersembunyi di dalam kamar, Jasmine tidak tahu apa yang akan dia lakukan saat bertemu Jian besok paginya membayangkannya saja membuat pipi Jasmine terasa hangat dan bersemu merah
“Apa Ac di kamarku mati” ucap Jasmine sambil mengibas-ngibaskan wajahnya sambil menatap AC yang berada di dinding kamar yang menurutnya masih berfungsi dengan baik tapi entah kenapa suhu tubuh nya sangat terasa panas
“ Apakah aku harus mendinginkan tubuhku "ucap Jasmine setelah itu menganggukkan kepalanya rasanya dirinya benar-benar harus berendam air dingin agar suhu tubuhnya bisa kembali dengan normal pikir Jasmine yang langsung beranjak dari duduknya dan mulai masuk ke kamar mandi
sedangkan di tempat lain Jian yang kini berada di balkon kamarnya Tengah mengutak-atik ponselnya menatap pesan yang baru saja masuk, Jian mengerutkan keningnya ketika nomor tersebut tidak dikenali setelah itu barulah membaca isi pesan tersebut
"Kenapa kau tiba-tiba saja membatalkan kerja sama kita?"
Itulah isi pesan tersebut dengan satu nama di akhirnya
“Fiona" Gumam Jian, sepertinya Fiona baru saja mendapatkan kabar dari Gerald tentang kerja sama perusahaan mereka karena Jian memang mengatakannya langsung dengan Gerald yang memang sudah kembali dari Jerman, Jian langsung mengetikkan pesan balasan kepada Fiona
“ maafkan aku aku lupa memberitahumu karena aku langsung membatalkan kerjasama ini langsung dengan pemilik perusahaan yaitu Gerald aku lupa untuk memberitahumu " balas Jian setelah itu langsung mengirimkannya bahkan Jian pun sedikit kesulitan untuk mencari alasan untuk membatalkan kerja sama mereka hanya karena sikap kekanak-kanakan dari Jasmine membuat Jian memijat pangkal hidungnya, kadang istrinya tersebut bisa bersikap sangat menyusahkan tentang pekerjaan yang selalu membawa perasaan pribadinya meskipun Jian memakluminya karena Jasmine mungkin baru untuk hal-hal semacam ini Jian kemudian menarik sudut bibirnya ketika mengingat kembali bagaimana tindakan nekat nya membuat Jian merutuki dirinya sendiri dan tidak tahu setan apa yang merasuki dirinya sehingga dia berani untuk menyerang Jasmine begitu saja.
Bahkan Jian lupa bagaimana ekspresi Jasmine ketika menerima ciumannya Apakah dia terlihat marah, terkejut atau merasa kecewa Jian benar-benar tidak tahu membuatnya semakin frustasi Apakah dirinya harus meminta maaf atau tidak pikir Jian, lamunan Jian terhenti ketika tiba-tiba dering ponsel menghentikannya dan melihat nomor Fiona yang menghubunginya
"Halo Jian apa kabar "tanya Fiona di seberang sana
" Baik By the way dengan kerjasama yang baru saja kita bicarakan aku benar-benar minta maaf karena lupa untuk hubungi mu, karena aku langsung menemui Gerald saat itu juga ketika aku mengetahui jika dia sudah kembali dari Jerman " ucap Jian merasa bersalah karena sebelumnya dia membahas tentang kerja sama tersebut dengan Fiona Tapi saat pembatalan dia tidak memberitahunya sedikit pun
"ya Meskipun aku sedikit terkejut dengan berita itu karena dia mengatakan bahwa tidak ada pertemuan selanjutnya dengan kalian Aku bahkan sedikit ragu dengan alasan yang kau berikan pada kami sedang kami memberikan tawaran yang cukup baik untuk kerjasama ini" ucap Fiona membuat Jian tidak bisa menjawabnya karena menurut Jian pun kerja sama mereka akan sangat menguntungkan tapi karena sikap kekanak-kanakan Jasmine membuat dia harus memutar otak Mencari Alasan sekecil apapun tentang kerja sama mereka
"maafkan aku karena harus membatalkan kerja sama yang sebagus ini tapi aku tentu harus menuruti semua perkataan bosku bukan Sepertinya dia tidak terlalu merasa kita perlu untuk kerja sama ini "ucap Jian mencoba untuk sebaik mungkin menjawab pertanyaan dari Fiona karena tidak ingin dia curiga dan menjelek-jelekkan Jasmine hanya karena masalah pribadinya
"Ya aku juga sudah menduga nya ketika Jasmine menatap ku malam itu "ucap Fiona membuat Jian mengerut kan kening Jian sepertinya melupakan bahwa mereka saling kenal sebelumnya sebelum pertemuan mereka malam itu.