Jian langsung memarkirkan Mobilnya di garasi setelah mereka sampai di rumah kediaman milik Jasmine dan langsung bergegas keluar memutari mobil setelah itu membukakan pintu untuk Jasmine, Jian berdiri di samping mobil sampai Jasmine keluar jika sebelum-sebelumnya Jasmine akan langsung pergi begitu saja meninggalkan Jian tapi kali ini Jasmine berdiri di hadapan Jian membuat Jian langsung menatap ke arahnya
" jika sudah berada di rumah, kau tidak perlu membukakan mobil untukku karena kau bukan lagi sekretarisku, kecuali jika di kantor mungkin karena takut jika orang-orang curiga kau bisa bersikap seperti biasanya "ucap Jasmine membuat Jian terdiam sejenak, pernikahan mereka memang tidak ada yang mengetahui, mereka menikah yang hanya di saksikkan oleh Ronald saja di dalam sebuah kamar rumah sakit yang menjadi saksi Janji Suci mereka meskipun pernikahan mereka sudah terdaftar secara resmi tapi tidak ada orang yang tahu bahwa Jian yang dikenal sebagai sekretaris nya adalah suaminya sendiri
" kau mendengarkanku bukan?” Tanya Jasmine menarik kembali perhatian Jian
" baiklah kalau itu keinginan Anda " jawab Jian Yang sepertinya akan mendapatkan Protesan kembali dari Jasmine
"dan satu lagi kau tidak usah berbicara formal dengan ku selain di kantor atau ketika kita hanya berdua saja aku sedikit tidak nyaman, Padahal kita tinggal serumah tapi kau masih berbicara se sopan itu denganku" lanjut Jasmine kembali membuat Jian hanya menganggukkan kepalanya dan akan mengikuti apapun yang Jasmine inginkan, Jasmine kemudian menatap kearah Jian sejenak seolah ingin melihat bagaimana sorot mata sekretarisnya tersebut yang terhalang oleh kacamata tebal yang selalu bertengger di hidungnya dan rasanya Jasmine ingin sekali menarik kacamata tersebut agar dia bisa melihat warna bola mata dari suaminya itu namun Tentu saja itu hanya angan nya saja.
Jasmine kemudian memilih berbalik dan melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam rumah diikuti oleh Jian, mereka langsung disambut oleh Kepala pelayan dan juga beberapa pelayan
" Selamat malam Tuan Nyonya, Apa Anda akan langsung makan malam? " tanya kepala pelayan
" 15 menit lagi, Mungkin aku akan membersihkan diri dahulu "jawab Jasmine membuat kepala pelayan menggangguk kemudian hendak menaiki anak tangga sebelum suara Jian terdengar membuat Jasmine menghentikan langkahnya
" Elsa kau bisa menyiapkan makanan untuk Jasmine saja Mungkin aku akan sedikit terlambat makan malam jadi Kalian tidak usah menyiapkan makanan untukku" ucap Jian membuat Jasmine kembali berbalik
“kenapa, Apa kau sebelumnya sudah makan di kantor? "Tanya Jasmine membuat Jian menggelengkan kepalanya
" lalu? "Tanya Jasmine
" saya harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum sempat saya bereskan jadi mungkin jika tidak keberatan Anda bisa lebih dulu untuk makan malam "jawab Jian membuat Jasmine melipat kedua tangannya sambil menatap Jian dengan wajah terangkat
" semua pelayan di sini akan merasa heran jika kau terus berbicara formal padaku” ucap Jasmine kembali membuat Jian menatap Elsa dan pelayan lainnya yang kini tengah menundukkan kepalanya
" Maaf saya maksudku, aku akan membiasakan nya terlebih dahulu” jawab Jian membuat Jasmine hanya menatapnya dengan tatapan datar
" makan malam Lah terlebih dahulu sebelum kau mengerjakan kembali pekerjaan kantor, Apa kau tidak lapar, aku tidak mau kau menahan lapar hanya karena pekerjaanmu itu "Ucap Jasmine setelah itu langsung berbalik dan kembali melanjutkan langkah nya untuk menaiki anak tangga membuat Jian kembali menatap ke arah Elsa
“ Maaf tapi sepertinya perkataan Jasmine yang barusan yang harus kalian turuti " ucap Jian membuat Elsa menganggukkan kepalanya hormat setelah itu Jian mengikuti langkah Jasmine yang sudah lebih dulu menaiki anak tangga, Jian perlahan melonggarkan dasinya sambil terus melangkah kemudian melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 8 malam setelah itu mengangkat tas yang sedari tadi dia bawa di dalamnya banyak sekali laporan yang harus dia kerjakan.
Jian kemudian berhenti di depan pintu kamarnya namun tidak langsung menarik handle pintu, Jian kemudian menatap ke arah sampingnya Dimana letak kamar Jasmine berada, kamar mereka memang bersebelahan tentu saja karena memang mereka tidak tidur satu kamar, Jian tidak terlalu mengharapkan hal tersebut tentu saja Jasmine akan memberikannya kamar terpisah mana mungkin dia mau satu kamar dengan laki-laki yang tidak dikenal itu yang ada di pikiran Jian dan dia sudah bisa menebaknya dari awal, Jian tidak merasa kecewa karena itu pun mungkin Jalan Terbaik, bahkan berdekatan dengan Jasmine atau pandangan mereka beradu saja membuat Jian merasa sedikit canggung apalagi harus satu kamar dengan istrinya tersebut.
Jian kemudian menghembuskan nafas panjangnya sebelum menarik handle pintu dan masuk ke dalam kamar dan langsung membersihkan dirinya untuk turun makan malam bersama dengan Jasmine tidak membutuhkan waktu yang lama bag Jian dia sudah menuruni anak tangga dan berjalan ke arah meja makan yang sudah dipenuhi banyak hidangan namun di sana belum terlihat Jasmine
" Jasmine belum turun? "Tanya Jian membuat Elsa menggelengkan kepalanya membuat Jian pun memilih untuk mengecek ponselnya yang tidak pernah dia tinggalkan karena terlalu banyak email masuk dari bawahnya juga beberapa Klien yang memang langsung masuk ke emailnya sebelum dia laporkan kepada Jasmine untuk itulah dia selalu sibuk dengan ponselnya tersebut, entah Jian yang terlalu asyik dengan ponselnya sehingga lupa waktu dan membuat kepulan asap dari piring-piring yang berada di hadapannya bahkan sudah lenyap membuat Jian kembali menatap kearah Jam sudah menunjukkan hampir Jam 9 malam tapi Jasmine belum kunjung turun
" Apakah saya perlu memanggil Nyonya Tuan? "Tanya Elsa membuat Jian menggelengkan kepalanya
" tidak perlu biar saya saja yang melihatnya " Jawab Jian setelah itu kembali menegakkan tubuhnya dan berjalan menuju kamar Jasmine berada, Jian berdiri dengan ragu sambil mengulurkan tangannya untuk mengetuk pintu di hadapannya
" Jasmine kau ada di dalam?” Seru Jian yang sudah merubah gaya bicaranya namun tetap tidak ada jawaban
" Jasmine Apa kau sudah tidur? " Seru Jian kembali namun lagi-lagi tidak ada jawaban membuat Jian akhirnya mengulurkan tangannya untuk menarik handle pintu Jika Jasmine sudah tertidur pasti dia sudah mengunci pintunya tapi saat Jian mencoba untuk membukanya pintu tersebut Terbuka membuat Jian dengan ragu mendorong pintu tersebut menatap kearah ruangan kamar Jasmine yang masih terang benderang itu tandanya istrinya tersebut belum tidur perlahan dengan perasaan ragu yang dia rasakan Jian memberanikan diri untuk melangkahkan kakinya masuk mengecek Apakah Jasmine ada di dalam namun baru saja Jian melangkah di ambang pintu dia langsung membulatkan matanya ketika melihat Jasmine tidur meringkuk dan terdengar seperti merintih kesakitan membuat Jian langsung berlari mendekat ke arah Jasmine
" ada apa, apa kau sakit,?" tanya Jian dengan wajah khawatir yang melihat bagaimana pucatnya wajah Jasmine dan juga peluh yang membasahi pelipisnya
" yah ini benar-benar sakit” jawab Jasmine sambil memejamkan matanya dengan erat sedangkan Kedua telapak tangannya mencengkeram alas tidur dengan kuat membuat Jian pun merasa cemas menatap istrinya tersebut.