Seperti janji Jasmine kemarin saat ini dia menemani Jian untuk mendapatkan kacamata barunya lagi setelah sebelumnya Jasmine meminta izin untuk melakukan beberapa pemeriksaan meskipun Jian sempat menolaknya
“Bagaimana hasilnya?" Tanya Jasmine saat Jian keluar dari ruang pemeriksaan
" ternyata kacamatanya memang sudah ada untuk tipe mataku ini jadi kita bisa langsung memilihnya "jawab Jian membuat Jasmine terdiam sejenak sebelum menganggukkan kepalanya
" beruntung sekali kalau begitu kita bisa membawanya sekarang? " tanya Jasmine membuat Jian kembali melanjutkan langkahnya dan sampai di tempat di mana sudah banyak pilihan kacamata yang berjajar pada kotak kacamata membuat Jasmine langsung meneliti satu persatu setelah itu tertarik pada kacamata yang tidak terlalu besar dan meminta pelayan untuk mengambilkannya, Jasmine langsung mengambilnya dan mengulurkannya kepada Jian
“ Coba kau kenakan yang ini "ucap Jasmine membuat Jian langsung menggunakan kacamata tersebut
"aku heran dari mana kau mendapatkan kacamata tebal yang sebelumnya kau pakai pasti itu kacamata yang sangat lama dan mungkin sudah ber umur tua sekali, Bukankah kacamata-kacamata sekarang lebih terlihat modern seperti ini "lanjut Jasmine kembali setelah itu Jian mulai melepaskan kacamata yang juga
" ini tidak sesuai dengan ku terlihat sedikit pusing "jawab Jian membuat Jasmine mengambil kembali salah satu kacamata yang lain
"kalau begitu yang ini" ucap Jasmine sambil memberikan kacamata dengan frame yang sedikit lebih gelap yang memang memiliki fungsi sinar UV sehingga meskipun kacamatanya sedikit terlihat gelap namun itu akan menyesuaikan dengan pandangan dan cahaya yang mata kita terima, Jian pun memakainya setelah itu melihat penampilannya
“aku seperti orang yang tidak bisa melihat "ucap Jian kembali membuat Jasmine berdecak dengan kesal
"lalu kacamata seperti apa yang sesuai dengan matamu ini, Bukankah ini semuanya cocok dengan pemeriksaan yang sebelumnya kau lakukan seharusnya salah satu dari ini bisa sesuai dengan mata mu bukan" Ucap Jasmine kembali membuat Jian menatap ke kacamata kacamata yang kini sudah berjejer di hadapannya
"entahlah mungkin aku memang sudah terbiasa cukup lama memakai kacamata lama aku, jadi lebih baik aku memperbaiki nya saja karena itu mungkin hanya patah bagian penyangganya saja" ucap Jian membuat Jasmine benar-benar menatapnya dengan tatapan kesal
"Jadi kau benar-benar akan memperbaiki kacamata mu kembali?” Tanya Jasmine membuat Jian menganggukkan kepalanya
" Apa kau tidak ingin mengganti kaca matamu itu, Lihatlah kacamata ini "ucap Jasmine setelah itu tanpa aba-aba langsung menempelkan kacamata yang kini bertengger di Pangkal hidungnya membuat Jasmine tanpa sengaja merapatkan tubuhnya pada Jian sedangkan Jian hanya bisa terdiam membeku dengan jarak mereka yang cukup dekat
“ lihatlah Apa kau tidak menyadarinya dengan memakai kacamata yang berbeda seperti ini mata indah mu itu akan terlihat olehbanyak orang lain dan juga Penampilanmu akan sedikit lebih membaik daripada harus memakai kacamata tebal yang sudah ketinggalan zaman itu, aku menolak Jika kau Memperbaiki kacamata lamamu Lebih baik kau mengenakan yang ini "ucap Jasmine kembali sepertinya tidak ingin dibantah lagi membuat Jian yang sedari tadi sulit untuk bernafas Akhirnya bisa bernafas lega ketika Jasmine kembali memberi jarak diantara mereka, Jasmine kemudian menatap Jian dari jarak yang cukup
" Bukankah dia tampan dengan kacamata itu "tanya Jasmine pada salah satu pegawai di sana membuat pegawai hanya bisa mengangguk karena memang terpaku pada mata indah yang Jian miliki dan bukan hanya itu ketampanan Jian pun sudah pasti menarik perhatian orang orang di sekitarnya
“Baiklah apapun maumu”
“ kalau begitu aku Ambil kacamata yang ini "ucap ujian akhirnya karena Jian tidak ingin berdebat terlalu lama dengan istrinya tersebut, Jasmine pun tersenyum dengan puas ketika Jian menerima masuknya Setelah itu mereka Langsung kembali ke kantor.
seperti dugaan Jasmine semua karyawan menatap ke arahnya bukan, bukan ke arahnya tapi ke arah Jian dengan Tatapan yang berbeda, sepertinya mereka menyadari bahwa selama ini laki-laki tinggi yang sudah sangat lama menjadi sekretaris di perusahaan ini mempunyai penampilan yang sangat memukau, dia hanya terhalang oleh kacamata tebal yang sudah menutupi auranya tersebut dilihat dari beberapa karyawan wanita yang terang-terangan menatap ke arah Jian
“ Apa kau tidak lihat Bagaimana perubahan mu hanya dengan mengganti kacamata saja” bisik Jasmine membuat Jian hanya menanggapinya dengan bergumam saja karena alasan ini lah Jian tidak mau mengganti kacamatanya karena mungkin akan terlihat sedikit lebih mencolok dan dirinya tidak menginginkan hal tersebut.
" Apa itu sekretaris Jian? "Bisik salah satu karyawan yang terdengar oleh Jian dan juga Jasmine
" ya sepertinya memang dia "jawab karyawan lainnya
" Aku tidak menyangka hanya karena mengganti kacamatanya saja ternyata sekretaris Jian mempunyai mata yang indah dan wajah yang tampan “sambung mereka membuat Jasmine menarik sudut bibirnya, Ternyata bukan hanya dia yang berpikiran seperti itu entah kenapa Jasmine merasa sedikit berbangga hati karena sudah berhasil membuat perubahan pada sekretaris tersebut, Namun rasa bangga itu sedikit sirna karena pujian yang di tunjukkan untuk suaminya yang kini banyak dikagumi oleh karyawan karyawannya sendiri Jasmine pun memilih untuk mengabaikan bisikan dari beberapa para karyawannya dan langsung berjalan ke ruang kerjanya diikuti oleh Jian yang meletakkan beberapa dokumen penting setelah itu membacakan jadwal Jasmine seperti biasanya
" Jadi hari ini aku tidak ada rapat ataupun bertemu klien " ucap Jasmine merasa sedikit lega karena dia tidak harus memeras otak dan juga menampilkan senyum terpaksa nya untuk menemui orang-orang baru
" ya hari ini Anda hanya perlu menyelesaikan beberapa Dokumen Yang sudah di selesaikan oleh divisi keuangan, saya sudah mengecek nya beberapa kali Anda hanya tinggal menandatangani nya saja "ucap Jian kembali membuat Jasmine langsung membuka layar laptopnya dan mengecek beberapa email masuk namun saat jari-jemarinya mulai bergerak di atas keyboard tiba-tiba ponselnya berdering membuat gerakan tangan Jasmine terhenti dan langsung menatap kearah ponsel yang berada tidak jauh di atas meja kerjanya.
Jasmine mengerutkan keningnya melihat nomor tidak dikenal yang kini mencoba untuk menghubunginya
“ padahal aku sudah sangat berhati-hati untuk memberikan nomorku pada seseorang tapi masih ada saja nomor-nomor tidak penting seperti ini "ucap Jasmine sambil mereject panggilan masuk tersebut namun lagi-lagi nomor yang sama mencoba untuk menghubunginya namun Jasmine masih dalam pendiriannya untuk tidak berniat sedikit pun untuk mengangkatnya membuat Jian menatapnya karena
“ Angkat saja Siapa tahu seseorang yang penting menghubungi Anda " ucap Jian membuat Jasmine menetap nya hanya sejenak
“ biarkan saja jika penting dia akan mengirimkan pesan padaku "ucap Jasmine dan ternyata benar saja setelah beberapa penolakan yang Jasmine berikan orang tersebut mengirimkan pesan membuat Jasmine langsung menatap ke arah ponselnya
“ lihat dia mengirimkan pesan bukan, untuk itu aku harus mengetahui siapa dulu orangnya Baru aku mau mengangkat telepon masuk darinya "ucap Jasmine setelah itu membuka layar ponselnya namun detik berikutnya keningnya berkerut dan langsung terlihat dengan jelas wajah tidak sukanya saat ia menatap kearah wajah istrinya tersebut
" apa ada sesuatu yang salah? "Tanya Jian membuat Jasmine langsung ngutak-ngatik layar ponselnya dengan jari-jemari yang ditekankan dengan sedikit lebih bertenaga setelah itu menatap ke arah Jian sejenak
“ benar-benar hanya orang yang tidak penting yang mencoba untuk mengusik waktu berharga ku ini jadi kau abaikan saja aku sudah memblokir nomer nya " ucap Jasmine membuat Jian terdiam sambil menatap kearah ponsel nya tersebut.