Husband 10

1055 Kata
Jasmine kemudian menarik tangan Jian sampai ke parkiran mobil setelah itu melepaskan nya setelah mereka sampai di sisi mobil yang Jasmine kendarai "Apa yang kau lakukan, Kenapa kau sampai ke tempat ini?" Sentak Jasmine sambil menatap tajam kearah Jian  " aku hanya khawatir karena kau pergi semalam ini, Bukankah sebelumnya aku juga mau menawarkan diri untuk mengantar mu "jawab Jian membuat Jasmine hanya bisa memejamkan matanya sejenak untuk meredakan amarahnya  "Bukankah dengan aku pergi seorang diri tanpa menunggu itu sudah jelas bahwa aku tidak ingin kau ikut denganku, lagi pula aku hanya pergi untuk bertemu dengan teman-teman ku jadi kau tidak usah ikut aku bisa menjaga diriku sendiri "ucap Jasmine membuat Jian terdiam Jian hanya khawatir seperti kejadian sebelumnya Bagaimana jika dirinya tidak datang untuk menemui Jasmine pasti Gio saat ini sudah berusaha untuk menggoda Jasmine dan juga mungkin akan melakukan sesuatu yang membuat Jasmine merasa tidak nyaman " Maafkan aku, aku benar-benar sangat khawatir "namun hanya kalimat itu yang bisa Jian berikan kepada Jasmine membuat Jasmine menghembuskan nafasnya dengan kasar " Kau tidak perlu Terlalu mencemaskan diriku meskipun memang Daddy mempercayakan ku padamu tapi kau tidak bisa bersikap seolah-olah kau itu harus menjaga aku seperti anak berusia 5 tahun, aku ini sudah dewasa dan aku bisa untuk menjaga diriku hanya untuk ke klub malam, kau tidak usah terlalu ikut campur dengan urusan yang ingin aku lakukan "ucap Jasmine membuat Jian terdiam ternyata tindakan yang dia lakukan salah dimata Jasmine Padahal dia hanya berniat untuk mengantarnya saja, meskipun Jasmine tidak memperbolehkannya masuk ke dalam klub bagi Jian itu tidak masalah, Jian hanya ingin memastikan istrinya tersebut dalam keadaan baik-baik saja " Maafkan aku, aku tidak berniat untuk ikut campur dengan masalahmu "jawab Jian membuat Jasmine menatap ke arah manik mata Jian yang kini tanpa mengenakan kacamata dari jarak sedekat ini Jasmine terdiam menatap mata hijau terang milik sekretarisnya tersebut sangat indah dan juga sangat menenangkan ketika Jasmine semakin terus menatapnya membuatnya tenggelam ke dalam mata tajam sekaligus sangat hangat tersebut. Jasmine kemudian membuang pandangannya ke arah lain melihat Jian pun membawa salah satu mobil yang ada di rumah mereka setelah itu kembali menatap ke arah Jian  “Baiklah kalau begitu lupakan masalah hari ini kita pulang sekarang "ucap Jasmine membuat Jian pun hanya mengangguk setelah itu Jian hendak berjalan ke arah mobil yang dia bawa namun Jasmine langsung menghentikannya “ Kau hendak ke mana?” Tanya Jasmine “aku juga membawa mobil aku akan mengikuti mu dari belakang ”jawab Jian membuat Jasmine melipat kedua tangannya sambil menatap ke arahnya  "kau yakin bisa membawa mobil dengan keadaan seperti itu, bukan kah Kacamatamu sudah rusak aku yakin kau tidak bisa melihat dengan jelas dilihat dari seberapa tebal kacamata yang sering kau kenakan itu" ucap Jasmine membuat Jian mengerjapkan matanya beberapa kali "Aku akan berusaha untuk berhati-hati "ucap Jian namun tanpa aba-aba Jasmine langsung menarik pergelangan tangan Jian setelah itu membawanya ke kursi penumpang dan menyuruhnya untuk masuk "kali ini aku yang akan menyetir, mobil itu biar sopir yang menjemputnya nanti sedangkan kau pulang denganku saja" ucap Jasmine setelah itu langsung menutup pintu mobil tanpa menunggu protesan dari Jian, Jasmine kemudian memutari mobil dan duduk di balik kemudi dan mulai membelah jalanan malam dengan suaminya yang kini berada di kursi penumpang, sesekali Jasmine menatap kearah Jian yang hanya fokus pada jalan di depan nya, hanya satu yang Jasmine bisa syukuri dari kejadian di klub tadi adalah karena Gio menginjak kacamata tebal yang biasa Jian gunakan karena hal itu Jasmine bisa melihat dengan jelas Bagaimana lekuk wajah suaminya tersebut dengan jelas, selama beberapa minggu ini tinggal bersama Jian Jasmine Baru kali ini bisa menatap wajah Jian dan juga mengingatnya, sangat jauh berbeda gara-gara kacamata tebal itu selalu menutupi ketampanan suaminya tersebut  "hati-hati” seru Jian membuat Jasmine tersentak kemudian  langsung menginjak rem mobil ketika lampu tiba-tiba merah " Kau mengantuk jika iya biar aku saja yang menyetir”  ucap Jian membuat Jasmine menggelengkan kepalanya "tidak aku hanya sedikit melamun" Jawab Jasmine setelah itu kembali fokus pada jalanan di depannya,  sialan hanya dengan menatap wajah tanpa kacamata nya beberapa detik saja sudah membuatku tidak fokus untuk mengendarai mobil batin Jasmine merutuki dirinya sendiri “Baiklah Jasmine kembali fokus pada jalanan di depanmu jika kau ingin selamat sampai rumah" Ucap Jasmine membuat Jian menoleh ke arahnya "kau mengatakan sesuatu?" “ Tidak aku hanya sedang berdoa supaya kita bisa selamat sampai tujuan "jawab Jasmine asal setelah itu kembali menginjak pedal gas, hanya membutuhkan beberapa menit untuk mereka sampai ke dalam rumah mereka sama-sama menaiki anak tangga namun setelah sampai di depan pintu kamarnya Jasmine menghentikan langkahnya kemudian menatap kearah Jian yang berada di sampingnya " besok sebelum pergi ke kantor kita harus periksa matamu terlebih dahulu kau harus mendapatkan kacamata baru bukan "ucap Jasmine "tidak perlu aku bisa mengurusnya sendiri, Besok kau diantar oleh sopir saja dan aku bisa mengurus kacamataku itu "ucap Jian membuat Jasmine menggelengkan kepalanya " tidak bisa aku akan mengantarmu memeriksakan matamu itu dan juga memberikan kacamata yang tepat untuk matamu jadi jangan pilih kacamata tebal yang selalu kau gunakan sebelumnya " ucap Jasmine setelah itu membuat mereka terdiam untuk beberapa menit saling menatap satu sama lain sebelum Jasmine membuang pandangannya ke arah lain “ kalau begitu selamat malam ”lanjut Jasmine setelah itu menarik hendle pintu dan masuk ke dalam kamarnya Sedangkan Jian  hanya terdiam apakah dirinya baru saja mendapatkan perhatian dari istrinya tersebut pikir Jian namun setelahnya Jian mengangkat bahunya dengan Acuh dan masuk ke dalam kamarnya. Jian kemudian mendudukkan dirinya di samping tempat tidur sambil sesekali memijat pangkal hidungnya Rasanya ada yang kurang ketika kacamata itu tidak bertengger di hidungnya yang sudah meninggalkan jejak yang sama dengan penyangga kacamata yang sudah lama dia kenakan, Jian kemudian meraih ponselnya dan mulai mengotak-atik nya  " Aku baru saja mengalami hal yang tidak menyenangkan di sebuah klub Apa kau bisa mencari tahu tentang orang bernama Gio, Aku tidak tahu nama panjangnya yang kubtahu dia sempat dekat dengan Jasmine dan sebisa mungkin Carilah dia dan apa yang keluarganya lakukan Dia benar-benar sudah mengusik ketenanganku dengan Jasmine, aku menunggu kabar darimu secepatnya "ucap Jian setelah itu mematikan sambungan teleponnya dan melempar kan teleponnya sembarang arah sebelum merebahkan dirinya di atas tempat tidur menatap langit-langit kamarnya Entah kenapa selama masa tenang ini ternyata waktu seperti ini sampai juga ketika ada orang yang mulai mengusik yang membuat Jian menghembuskan nafas kasarnya. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN