Jasmine langsung memberikan sebuah map coklat ke pada Jian membuat Jian mendongakkan wajahnya
"apa ini?" Tanya Jian membuat Jasmine langsung duduk di hadapan meja kerja Jian, Jasmine sengaja datang ke ruangan Jian dan membawa tentang rencana yang ingin dia bangun untuk mengembangkan perusahaan mereka
“ kau bisa lihat nya, aku ingin meminta pendapatmu "ucap Jasmine membuat Jian akhirnya menetap berkas-berkas yang baru saja Jasmine berikan padanya
"sebuah resort?" Tanya Jian membuat Jasmine menganggukkan kepalanya
"sebenarnya dari dulu Aku sudah memberikan Ide ini kepada Daddy tapi entah kenapa Daddy malah menganggapnya sebagai sebuah candaan, kau tahu sejak 3 tahun yang lalu aku ingin bergabung dengan perusahaan ini tapi Daddy mengatakan bahwa aku belum siap mental dan ini adalah ide lama aku yang ingin aku bangun saat ini" ucap Jasmine dengan antusias membuat Jian terdiam, Jian tidak tahu bahwa jiwa bisnis Jasmine bisa seluas ini Padahal awal-awal dia terlihat biasa saja seperti seseorang yang memang terpaksa menerima warisan perusahaan dari mendiang ayahnya tapi ternyata akhir-akhir ini Jasmine cukup mulai melihatkan kan antusiasan nya tentang bisnis ini
“ini menarik” ucap Jian membuat Jasmine langsung mengembangkan senyum nya
“Tentu saja aku sudah mengiranya dari awal bahwa pembangunan sebuah Resort akan membuat perusahaan kita berkembang dengan pesat, bukan hanya tentang perhotelan dan juga restoran yang selalu dikembangkan kita harus mengembangkannya ke luar kota dan Aku mempunyai satu tempat yang akan membawa keberhasilan Resort kita "ucap Jasmine kembali sambil melingkarkan kedua tangannya dengan antusias bahwa ide nya akan berhasil membuat Jian pun menggeserkan laptopnya untuk lebih mendengarkan Jasmine dengan seksama Entah kenapa mendengar Jasmine saat ini membuat Jian pun senang melihatnya
"Bagaimana kalau di Raja Ampat, di sana belum banyak investor yang membangun fasilitas-fasilitas seperti ini dan tentu saja pesona alam di sana pasti akan menarik para turis dan kita yang akan memfasilitasi nya Bagaimana? "Tanya Jasmine kembali membuat Jian terdiam
“ tetapi sepertinya pembangunan sebuah Resort tidak semudah yang dipikirkan "ucap Jian membuat senyum Jasmine langsung hilang begitu saja
" Memang nya kenapa,? Kita bisa merencanakan dari awal dan juga membicarakannya dengan yang lain” ucap Jasmine membuat Jian beranjak dari duduknya Jian kemudian berjalan kearah sofa di tengah ruangannya diikuti oleh Jasmine yang kini duduk di sebelah Jian membuat Jian terdiam padahal Jasmin bisa saja duduk di hadapannya yang berseberangan dengannya tapi Jasmine terlihat dengan wajah yang tanya nya Duduk tepat di samping Jian membuat Jian pun sedikit membasahi kerongkongannya untuk menghilangkan rasa gugup nya
“ ada apa, apa ada kendala Jika aku ingin membangun sebuah Resort? "Tanya Jasmine
"sebenarnya tidak ada kendala hanya saja tempat yang akan menjadi Resort itu masih sangat sulit untuk dijangkau dengan kendaraan kendaraan yang memungkinkan membawa bahan-bahan bangunan untuk kita membuatnya, belum lagi tentang jasa, makanan ataupun perlengkapan yang lainnya berbeda jika kita membangun hotel di kota besar ini semuanya akan terlihat muda dan pembangunan resort itu juga membutuh kan investor yang benar-benar bisa mendukung Ide ini dan kita harus selektif mencari nya semua dananya akan sangat membengkak dan mungkin Perusahaan kita akan sedikit mempunyai beban berat dalam masalah dananya "ucap Jian memikirkan Bagaimana tentang pembangunan dari awal sebelum menyetujui permintaan Jasmine
" Yah aku memang memikirkan hal itu juga tapi aku yakin kita bisa menggaet beberapa investor yang akan mengucurkan dananya untuk rencana kita, ide ini ide yang sangat bagus menurutku mereka juga akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar jika bergabung dengan kita” ucap Jasmine Yang sepertinya benar-benar ingin mengembangkan mimpinya itu yang sebelumnya ditolak oleh Ronald dan Jian pun tidak tega untuk menolaknya meskipun saat ini tidak memungkinkan bagi perusahaannya untuk membangun sebuah Resort karena Jasmine masih dalam tahap pemantauan untuk kepemimpinannya
“apa kau memikirkan tentang dewan direksi yang meragukan kepemimpinanku?” tanya Jasmine Yang sepertinya tahu reaksi Jian yang terdiam
"bukan itu tapi hanya saja___ "
" bukan kah ide segar ku ini akan membuat mereka membuka mata bahwa pemimpin muda seperti aku ini yang mempunyai ide dasar untuk mengembangkan perusahaan "potong Jasmine
" Iya tapi mereka juga akan berpikiran bahwa kau terlalu mengambil Ide ini dengan tergesa-gesa tanpa memikirkan yang lain, jika kau ingin Resort ini tetap dibangun kecuali kita sudah mengantongi beberapa investor yang bisa meyakinkan mereka "ucap Jian yang akhirnya membuat Jasmine terdiam
“apa aku harus kembali mengubur mimpi ini padahal aku sudah memikirkan Bagaimana Resort itu akan sangat menguntungkan bagi kita Bahkan aku sudah mempunyai gambaran Resort yang akan aku bangun ini "gumam Jasmine sambil menyandarkan tubuhnya Jasmine kemudian memejamkan matanya kembali membayangkan resort yang selama ini dia bayang kan sendiri akan terwujud dan berdiri dengan kokoh dan indah membuat Jian pun terdiam menatap kearah Jasmine dan memperhatikan raut wajahnya yang terlihat sangat lelah dan perhatiannya tertuju pada bibir Jasmine yang pernah dia rasakan membuat Jian menarik sudut bibirnya karena merasa bodoh karena dia tidak bisa seenaknya mencium istrinya sendiri,
resiko mempunyai istri yang tidak mencintai kita Jian batin Jian mencoba untuk menyabarkan dirinya sendiri, Jian kemudian mengalihkan pandangannya ketika Jasmine kembali membuka mata
" Apa kau mau membantuku? "Tanya Jasmine sambil mencengkeram tangan Jian dengan kuat seolah meminta bantuannya dengan sangat memohon
" Jangan katakan Kita harus mencari investor terlebih dahulu dengan ide ini?” tebak Jian membuat Jasmine menganggukkan kepalanya dengan antusias mungkin bagi Jian tidaklah sulit untuk mencari investor dengan nama perusahaan yang Ronald pimpin sebelumnya namun dari mereka sebagai pasti akan ragu ketika kepemimpinannya kini jatuh pada Jasmine, mereka pasti akan mengira bahwa kekuatan perusahaan mungkin akan sedikit lebih menurun ketimbang ketika Ronald yang menjabatnya dan Jian harus mempunyai cara untuk meyakinkan investor yang sudah lama bekerja sama dengan mereka
“ Aku benar-benar sudah lama mempunyai mimpi ini aku tidak peduli jika aku masih terlalu dini menjabat perusahaan ini toh judulnya tetap sama bukan aku pemilik perusahaan " ucap Jasmine membuat Jian pun terdiam
“ Baiklah aku akan membantumu dan mungkin aku juga tidak bisa menolak karena perintah dari atasan ku adalah sesuatu yang mutlak jadi aku harus mencari investor nya bukan "ucap Jian membuat Jasmine menarik sudut bibirnya
" aku akan membantumu, kita akan mencari bersama investor untuk proyek baru ini, Aku janji aku akan mengusahakannya dengan sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan siapa pun "Ucap Jasmine dengan senyum mengembang membuat Jian pun menarik sudut bibirnya, mereka sendiri satu sama lain tidak sadar bahwa tangan mereka masih bertautan sampai detik berikutnya Jasmine melepaskan genggaman tangannya membuat Jian pun menatap ke arah telapak tangannya yang kini kosong
“ baiklah kau begitu Maaf aku sudah mengganggu kerjamu” ucap Jasmine sambil beranjak dari duduknya kemudian berjalan hendak keluar ruang kerja namun berbalik setelah beberapa langkah
" aku sudah memasarkan makanan, kita makan siang di ruanganku saja “ Ucap Jasmine dengan senyum manisnya membuat Jian hanya mengangguk lemah, Jian merasa bahwa hubungannya dengan Jasmine sudah mengalami kemajuan yang cukup signifikan dan itu tidaklah buruk pikir Jian.