Husband 33

1081 Kata
Jian mengusap wajahnya Ketika cahaya matahari mulai sedikit menyilaukan membuat Jian hendak mengangkat tangannya namun terhalang ketika merasakan seseorang menindihnya membuat nya langsung menundukkan kepalanya menatap kearah Jasmine yang kini terlelap di pelukannya membuat Jian terdiam Apakah semalam dirinya ketiduran dan tidak sadar sudah tidur di samping Jasmine pikir Jian membuat Jian hendak beranjak dari tidurnya namun Jasmine Malah semakin merapatkan tubuhnya membuat Jian memiringkan wajahnya dan menatap kearah Jasmine yang masih bernafas dengan tenang sepertinya Jasmine pun masih belum bangun membuat Jian harus segera pergi sebelum Jasmine benar-benar bangun pasti dirinya akan berpikiran macam-macam kalau mengetahui jika dirinya tidur di sebelahnya membuat Jian akhirnya perlahan mengangkat tangannya melepaskan cengkeraman Jasmine pada bajunya sebelum duduk disamping Jasmine yang kini terlihat meringkuk seperti seorang bayi. Jian kemudian mengeluarkan tangannya memeriksa suhu tubuh Jasmine yang kini sudah normal kembali setelah itu menatap kearah jam yang sudah menunjukkan pukul enam pagi sepertinya dirinya harus segera bersiap-siap untuk kembali beraktivitas membuat Jian akhirnya berlalu dan pergi meninggalkan kamar Jasmine sedangkan Jasmine perlahan membuka matanya, raut wajah kecewa langsung kentara di wajahnya ketika Jian sudah tidak berada lagi di dekatnya  "harusnya dia tidak bangun secepat ini" Gumam Jasmine sambil mendudukkan dirinya, Jasmine kemudian melihat segelas air dan juga obat penurun panas diatas nakas sebelum dirinya memegang kening nya sendiri, Jasmine kemudian menghembuskan nafas panjangnya tubuhnya memang selalu mendadak demam tinggi ketika dirinya merasakan sesuatu yang mengusik hatinya semenjak kecil Jasmine akan selalu merasakan hal tersebut jika ada sesuatu yang mengganjal ataupun yang mengganggu hatinya seperti kabar yang semalam Medi katakan padanya membuat Jasmine benar-benar terkejut tentang kedatangan Austin kembali ke negara ini, pasti gara-gara berita itu tubuhnya kembali mengalami demam tinggi pikir Jasmine. Jasmine kemudian menurunkan kakinya dan hendak beranjak dari tempat tidur Sebelum terasa jika kepalanya sangat pusing membuat Jasmine kembali terduduk Jasmine kemudian memijat pangkal hidungnya “ Apakah demam kali ini benar-benar mengganggu tubuhku "gumam Jasmine yang merasakan jika tubuhnya benar-benar sedikit tidak fit atau mungkin hanya karena kelelahan pikir Jasmine, Jasmine terdiam sejenak sebelum mencoba kembali untuk beranjak dari duduknya tidak terlalu pusing seperti sebelumnya membuat Jasmine akhirnya berniat untuk membersihkan dirinya Apapun yang terjadi Jasmine harus pergi ke kantor karena banyak pekerjaan yang harus dia urusi, Jasmine tidak ingin Para dewan direksi menganggapnya lemah hanya karena baru beberapa minggu bekerja dirinya sudah mengambil hari libur hanya karena demam biasa. tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Jasmine keluar hanya dengan menggunakan jubah mandi setelah itu berjalan masuk kedalam dressroom nya melepaskan jubah mandinya yang kini hanya meninggalkan tubuhnya yang dibalut oleh dalaman cantik yang terlihat indah membentuk tubuh Jasmine, Jasmine kemudian memilih baju kantor yang akan dia kenakan namun gerakannya terhenti ketika dering ponsel dari dalam kamarnya Terdengar sangat nyaring membuat Jasmine yang kini hanya mengenakan pakaian dalam tersebut berjalan dengan santainya kedalam kamarnya melihat panggilan yang baru saja masuk, Jasmine mengerutkan keningnya ketika nomor tidak dikenal yang menghubunginya namun baru saja Jasmine hendak mengabaikannya dan menaruh kembali ponselnya kembali berdering dengan nomor yang sama membuat Jasmine menatapnya dengan ragu apakah dirinya harus mengangkatnya atau mengabaikannya, di tengah pikirannya yang berkecamuk tersebut tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dengan lebar membuat Jasmine mematung begitu pun dengan orang yang di hadapannya membuat Jasmine akhirnya menyadari dengan keadaan dirinya Yang kini tanpa memakai busana membuat Jasmine langsung memekik sambil menyilangkan kedua tangannya di depan d**a mengabaikan ponsel yang kini jatuh ke atas lantai "Maafkan aku, aku kira kau belum bangun" ucap Jian sambil kembali menutup pintu kamar Jasmine setelah itu berlalu dengan telinga memerah, Jian kemudian langsung berjalan cepat menuruni tangga menuju meja makan dengan keadaan yang gugup sedangkan Jasmine masih terdiam membeku di dalam kamarnya menatap pintu kamarnya yang kini sudah tertutup "apa yang baru saja terjadi Dia melihatku dalam keadaan seperti ini" ucap Jasmine menatap kearah tubuhnya Jasmine kemudian berjalan kearah cermin besar yang kini menampilkan tubuhnya yang dibalut kedalaman cantik berwarna merah rambutnya yang masih basah terlihat terurai menutup punggungnya  “apa aku terlihat baik, tidak ada yang salah dengan penampilanku bukan? "Gumam Jasmine sambil membolak-balikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri Jasmine tidak ingin terlihat buruk di hadapan Jian Namun sepertinya tidak seperti itu ketika Jasmine malah menarik sudut bibirnya, Jasmine merasa Jika ia melihat dirinya dalam keadaan sangat seksi Entah kenapa Jasmine malah tidak marah sedikit pun apada Jian toh dia tidak melakukannya dengan sengaja  pikir Jasmine “wajahnya pasti merah" gumam Jasmine dengan senyum mengembang kemudian berjalan ke arah dressroom bahkan Jasmine melupakan panggilan telepon yang masuk beberapa detik yang lalu dan dirinya mengabaikan teleponnya yang kini terjatuh di atas lantai yang dalam keadaan mungkin rusak di bagian tertentu. setelah beberapa saat Jasmine sudah siap dengan setelan kerjanya Entah kenapa meskipun semalam Dia merasakan demam yang tinggi dan pagi-pagi masih merasakan sedikit pusing tapi Jasmine merasa dirinya dalam keadaan mood yang terbaik membuat Jasmine langsung keluar dari dalam kamar menuju meja makan Jasmine tidak sabar untuk melihat reaksi Jian bertemu dengannya, Jasmine kemudian menarik kursi di hadapan Jian yang akhirnya menarik perhatian dari suami di hadapannya tersebut dari tab yang dari dia tadi dia Pandangi Jian sedikit terdiam menatap kearah Jasmine yang kini tersenyum tipis kepadanya "Selamat pagi" Sapa Jasmine membuat Jian hanya mengangguk dengan wajah datarnya membuat Jasmine merutuk dalam hati ternyata hanya itu ekspresi yang ditunjukkan nya batin Jasmine membuat  nya sedikit kecewa setidaknya yang Jasmine Inginkan Dia langsung memerah saat menatapnya tapi sepertinya Jian terlalu dingin untuk menampilkan wajah memalukan seperti itu di hadapannya “Bagaimana keadaanmu Aku kira kau tidak usah ke kantor jika merasa jika tubuhmu belum membaik" ucap Jian membuat Jasmine menghentikan gerakan tangannya "aku sudah tidak apa-apa Dan aku juga hanya perlu memakan obat sekali lagi "jawab Jasmine membuat Jian hanya mengangguk  “Maafkan__"  "Ya aku tahu kau tidak sengaja" potong Jasmine ketika mengetahui apa yang akan Jian katakan padanya membuat Jian pun terdiam mereka bertatapan untuk beberapa saat sampai Jian  akhirnya menundukkan kembali pandangannya dan fokus pada makanan di hadapannya " aku hanya mengira jika kau masih tertidur dan memastikan keadaanmu aku tidak berniat untuk___" " untuk melihatku dalam keadan seperti itu?"potong Jasmine kembali membuat Jian lagi-lagi menatap ke arahnya perkataannya malah membuat Jian kembali membayangkan Bagaimana dirinya melihat Jasmine dengan keadaan yang memang bisa dikatakan sangat seksi hanya dalaman yang membalut tubuh indahnya membuat Jian langsung berdehem dan langsung mengambil air di hadapannya dan meneguknya sampai habis “Baiklah kalau begitu aku akan menunggu di mobil" ucap Jian mengalihkan pembicaraan setelah itu beranjak dari duduknya meninggalkan Jasmine yang kini menarik sudut bibirnya Entah kenapa dia merasa jika menggoda Jian akan terasa sangat menyenangkan. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN