Husband 15

1091 Kata
Jasmine langsung menuruni anak tangga dengan pakaian lengkap siap ke kantor namun langkahnya terhenti ketika tidak melihat seorang pun di meja makan “ Selamat pagi Nyonya "Sapa Elsa membuat Jasmine hanya menganggukkan kepalanya dengan Tatapan yang masih mengarah kearah meja makan yang kosong tersebut " di mana Jian dia belum turun? "Tanya Jasmine “Tuan sudah satu jam yang lalu pergi ke kantor terlebih dahulu beliau berpesan bahwa Nyonya akan diantar oleh sopir "ucap Elsa yang baru lah menarik perhatian Jasmine dan menatap kearahnya " apa satu jam yang lalu "tanya Jasmine membuat Elsa menganggukkan kepalanya, Jasmine kemudian menatap kearah jam di pergelangan tangannya yang baru menunjukkan pukul tujuh pagi berarti Jian berangkat ke kantor sekitar jam enam "untuk apa dia pergi ke kantor sepagi itu" Gumam Jasmine sambil menarik kursi dan duduk untuk memulai sarapannya yang rasanya tidak terasa enak sama sekali, Entah kenapa hatinya menjadi kesal ketika Jian meninggalkannya. Jasmine  kemudian mempercepat sarapan nya dan langsung menuju ke kantor dengan hati yang kesal menemani perjalanan nya dan saat tiba di kantor Jasmine kira dia akan langsung bertemu dengan sekretarisnya tersebut tapi entah kenapa ia benar-benar sulit untuk ditemui seperti Jian lah yang mempunyai perusahaan tersebut, pagi-pagi Jasmine sudah menemukan pekerjaan Jian sudah selesai di atas meja kerjanya dan hanya tinggal menuju persetujuannya dan saat Jasmine menyuruh bawahannya untuk melihat ruang kerja Jian Ternyata dia tidak ada di ruangan tersebut dan sedang berada di divisi lain, Jasmine tidak tinggal diam begitu saja dia mencoba untuk menghubungi nomor ponsel Jian namun lagi lagi dia tidak dapat dihubungi membuat Jasmine mengacak rambutnya frustrasi “ sebenarnya seberapa marahkah dia hanya karena aku meminta membatalkan kerja sama dengan Arsen group "gerutu Jasmine sambil  menghembuskan nafas kasarnya, Jasmine kemudian memilih untuk mengerjakan tugasnya yang sudah menumpuk Jasmine tidak tahu entah Sudah berapa lama dia berkutat dengan layar datar di hadapannya Namun semua tubuhnya terasa kaku membuat Jasmine merentangkan tangannya untuk meregangkan seluruh tubuhnya setelah itu melarikan pandangan nya pada jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan jam makan siang pantas saja semua tubuhnya terasa kaku karena dia tidak beranjak dari kursi kebesarannya setelah berjam-jam , Jasmine kemudian melihat ponselnya  "apa dia masih tidak menghubungiku" Gumam Jasmine dan detik berikutnya ia merasa kesal karena tidak ada notifikasi dari Jian sama sekali “Baiklah sudah cukup kesabaranku ini " Setelah itu Jasmine beranjak dari duduknya dan langsung berjalan menuju ruang kerja Jian  secara langsung tanpa harus mengetuk pintu ruang kerja Jian  terlebih dahulu Jasmine langsung membukanya dan langkahnya terhenti ketika melihat Jian yang menatapnya dengan tatapan datar membuat Jasmine membalas tatapan mata tersebut tidak kalah tajamnya " Apa sedari tadi ada kau berada di ruang kerja mu ini  tapi kenapa kau mengabaikan panggilanku” Kesal Jasmine sambil melipat kedua tangannya di depan d**a yang kini tengah berdiri di hadapan Jian sedangkan Jian  hanya menatapnya dengan tatapan datar " Maaf tadi aku harus mengecek divisi lain jadi aku tidak berada di ruanganku "ucap Jian setelah itu kembali menatap ke arah layar datar di hadapannya mengabaikan tatapan Jasmine yang menatapnya dengan kesal “ tapi tetap saja bukan kau bisa  membalas pesanku atau telepon Aku Atau temui aku ke ruanganku setelah kau dari divisi tersebut "ucap Jasmine kembali “  maaf saya lupa "jawab Jian dengan santainya membuat Jasmine akhirnya berjalan memutari meja dan kini berdiri di samping kursi di mana Jian masih mengabaikannya  "Kenapa kau semarah ini padaku?" Tanya Jasmine membuat Jian akhirnya membalikkan kursinya dan menatap kearah Jasmine  “Saya tidak marah" jawab Jian dengan datar  "Iya, kau marah Aku tahu kau marah karena aku menyuruh membatalkan kan kerja sama dengan Arsen kan,?" Tanya Jasmine membuat Jian hanya tersenyum tipis karena Jasmine tidak menyadari kesalahannya sendiri "Saya tidak marah hanya karena kerja sama tersebut dibatalkan "ucap Jian " Lalu kenapa kau menghindariku "tanya Jasmine kembali " Saya tidak menghindari Anda kebetulan saja saya sedang banyak pekerjaan  "jawab Jian “Kau pikir aku sebagai pemilik perusahaan  tidak lebih banyak dari pekerjaanmu” Ucap Jasmine  secara tidak sadar kembali menyentil harga diri  "Maafkan saya saya sudah lancang,  ke depan nya Saya tidak akan menganggap remeh pekerjaan Anda kembali "ucap Jian membuat Jasmine hanya terdiam setelah itu menghembuskan nafas panjangnya “ Kenapa kau sekesal itu hanya karena aku  tidak menyetujui kerja sama dengan fiona”  lagi lagi Jasmine mengungkit tentang kerja sama tersebut "sudah saya katakan Saya tidak punya wewenang sedikit pun untuk marah tentang masalah kerja sama itu dan sesuai dengan perkataan Anda saya sudah membatalkan kerja sama dengan Arsen" ucap Jian membuat Jasmine terdiam sejenak “baguslah kalau begitu” Ucap Jasmine setelahnya Jasmine tidak bisa berkata apa-apa lagi padahal dalam hatinya Jasmine masih ingin mengeluarkan kata-kata  di hadapan suami nya tersebut karena Jasmine masih merasa kesal Sampai detik ini dia masih bersikap berbeda kepadanya dan ucap Jasmine yang tidak ditanggapi sedikit pun oleh Jian, Jasmine sampai tidak tahu harus berkata seperti apa sampai Jian menetap kembali ke arah Jasmine yang masih tetap berdiri di sampingnya  "Apa ada yang bisa saya bantu kembali?" Tanya Jian  "pergi ke ruangan  sekarang   aku  memerlukan bantuan mu "ucap Jasmine akhirnya membuat Jian hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya setelah itu mengikuti langkah Jasmine untuk menuju ruangannya sepanjang perjalanan Jasmine berpikir tugas seperti apa yang akan dia berikan kepada Jian pasalnya Jian sudah menyelesaikan tugasnya dengan benar " kenapa aku menyuruh nya ke ruangan ku" Batin Jasmine yang sekarang bingung harus menyuruh Jian melakukan apa di ruangannya nanti " Apa yang harus saya bantu,? " Tanya Jian saat sudah sampai di ruang kerja Jasmine  " Aku belum mendapatkan jadwal ku untuk besok dan lusa" Ucap Jasmine sambil mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya  " Saya sudah mengirimkannya ke email dan juga tugas yang ada di ponsel Anda" Jawab Jian membuat Jasmine gelagapan " Benarkan," Tanya Jasmine padahal dirinya sudah tahu Jian sudah melakukannya, Jian menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Jasmine " Em mungkin aku belum mengecek email ku, Kalau begitu kau bisa bantu menyelesaikan laporan ini" Ucap Jasmine kembali membuat Jian menatap ke arah laporan  di hadapannya dengan mata menyipit " Ini laporan tadi pagi yang baru saja saya kerjakan dan Anda hanya tinggal menandatangani nya saja” jawab Jian kembali membuat Jasmine menarik laporan tersebut " Oh begitukah" Jawab Jasmine tidak tahu lagi apa yang harus dia perintahkan kepada Jian "jika tidak ada urusan lagi saya____" "Temani aku makan siang" Potong Jasmine cepat membuat keduanya terdiam untuk sesaat saling memandang satu sama lain, Jian yang tidak mengerti dengan ajakan yang tiba-tiba Jasmine lontarkan sedangkan Jasmine merutuki mulutnya sendiri yang tiba-tiba mengajak Jian untuk makan siang padahal Awalnya dia tidak berniat sekalipun untuk mengajak suaminya tersebut. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN