Usapan tangan Nanda di kepala membuat perasaan Naomi lebih tenang, tapi dia masih terus menangis. Perlahan perasaannya mulai lega, ada yang mendengar tangisannya sekarang. "Mas Nanda mau pergi lagikah?" tanya Naomi yang terisak. Nanda diam beberapa saat, "Menurut kamu? Memang boleh Mas nginep di sini?" Sambil menyeka air mata dengan dua tangannya, Naomi mengangguk. "Aku kesepian, Mas. Sendirian." Lalu dia kepalanya mendongak, menatap Nanda, memohon untuk lebih lama tinggal di kamarnya. "Jangan pergi kayak dulu, nggak enak banget ditinggal begitu saja," rengeknya. Nanda memegang dua bahu Naomi, menatap wajah Naomi lekat-lekat. "Mas nginep di sini malam ini." Naomi tersenyum. Dia senang sekali. "Hm, buatin teh hangat untuk Mas, Naomi. Lagi pengen yang hangat-hangat. Nggak usah pake gul

