Aurelia dan Domingo dibawa pergi, tetapi Jasper kebetulan menyaksikan adegan ini saat menunggu Aurelia kembali.
Matanya terbelalak kaget dan ia segera berpegangan pada kaki Susan. "Susan, tolong! Mama diculik!"
Susan sedang memeriksa ponselnya. Ia langsung mengangkat kepalanya dan berkata, "Apa? Diculik? Nggak mungkin. Siapa yang berani nyulik orang di bandara...?"
Sebelum ia selesai, ia melihat sekelompok pengawal mengawal Aurelia dan Domingo keluar.
Susan terkejut. Ya ampun, orang-orang ini berani sekali!
"Susan, selamatkan mamaku!" Jasper meraih pakaian Susan dengan khawatir.
Namun, Susan dengan terburu-buru mengambilnya masuk ke dalam mobil.
Mereka jumlahnya terlalu banyak. Jika mereka bergegas untuk menyelamatkan Aurelia sekarang, pasti akan gagal dan bahkan mungkin akan ikut dibawa juga.
Jadi, Susan memutuskan untuk bersembunyi dulu. Lebih bijaksana untuk menjamin keselamatan Jasper sebelum menelepon polisi secara diam-diam.
Tempat tinggal Chandler adalah Autumn Mansion, sebuah mansion besar yang dibangun di pegunungan dengan pemandangan panorama Marquessa Prime. Kemewahannya yang menakjubkan membuat orang biasa menjauh.
Sementara itu, seorang anak kecil, sekitar tiga tahun, duduk di salah satu kamar tidur mewah mansion tersebut, meraih beberapa lembar kertas tes dengan skor sempurna. Bibirnya ditekan rapat, matanya dihiasi dengan lingkaran merah saat ia berusaha menahan tangis.
"Pak Orion, jangan sedih." Pelayan, Charlie, menghela nafas. "Kamu tahu kan seberapa temperamen papamu. Dia nggak suka ditanyai tentang mamamu, tapi kamu menantangnya langsung. Nggak heran kalo dia marah."
Lalu ia menambahkan, "Minta maaf saat dia pulang, oke? Ia tak akan marah selamanya. Ikatan keluarga akan selalu lebih kuat daripada hubungan lainnya."
Orion memperketat genggamannya pada kertas-kertas tersebut. "Maria bilang kalau aku dapat nilai sempurna dalam matematika, aku bisa melihat mamaku..."
Pelayan itu menjadi sejenak. Rasa rindu anak lelaki itu pada ibunya bisa dimengerti, tetapi janji Maria dimaksudkan untuk menenangkannya. Tak seorang pun mengharapkan anak berusia tiga tahun dapat menyelesaikan masalah matematika tingkat tinggi yang bahkan orang dewasa pun tak bisa menangani, apalagi mendapatkan nilai sempurna!
"Bohong!"
Orion menendang mainan-mainannya dan berlari kembali ke kamarnya.
Lebih baik ia dikurung daripada minta maaf.
Ia tak salah. Semua orang memiliki ibu. Mengapa ia tak bisa melihat ibunya?
Sementara itu, Aurelia dan Domingo dibawa ke dalam Autumn Mansion.
Chandler duduk di kursi kayu berukir, kakinya yang panjang bertumpu pada satu sama lain. Ia menatap Aurelia dan Domingo dengan tatapan dingin dan berkata, "Katakan di mana Jotherin dan gue akan biarin kalian pergi." Dahi Domingo berkeringat dingin. Sepertinya pria tangguh ini juga sedang mencari Jotherin.
Mata Domingo melirik ke Aurelia, mencari arahannya.
Aurelia sama sekali tidak panik. Matanya menatap Chandler dengan menantang, pandangannya sekeras es seperti punya Chandler juga. "Ini cara lo meminta bantuan? Bagi gue, lebih terlihat seperti penculikan!"
Chandler mengerutkan kening. Domingo adalah asisten Jotherin, tapi gadis ini yang bicara.
Selain itu, Domingo terus melirik ke arahnya seolah meminta arahan darinya...
Ada sesuatu tak beres.
Tapi Chandler tak menunjukkannya. Ia menatap Aurelia dengan tegas dan memperingatkannya, "Berteriaklah sekehendak hatimu dan aku jamin ini akan menjadi penculikan nyata."
Suaranya tak lantang, tapi setiap kali ia berbicara, ada aura yang tak dapat digambarkan di sekelilingnya yang membungkam semua orang.
Jika ini terjadi tiga tahun yang lalu, Aurelia mungkin akan terintimidasi.
Tapi sekarang, ia telah mengalami berbagai macam kesulitan dan bahkan lolos dari kematian beberapa kali. Ia sama sekali tak takut padanya!
"Semua orang bilang keluarga Chesterfield sombong. Sekarang, gue tau kalau itu fakta," cibir Aurelia. "Dr. Jotherin benci keluarga Chesterfield. Lo nggak tau aturannya? Aturan pertamanya adalah jangan pernah menyentuh keluarga Chesterfield!"
Wajah Chandler menjadi gelap, kehadirannya semakin mengintimidasi, seperti iblis yang datang langsung dari neraka.
Beraninya ia berbicara seperti itu padanya? Gadis ini punya nyali!
Ia tahu aturan Jotherin dengan baik. Bahkan, semua orang tahu bahwa dokter terkenal ini tak akan merawat siapapun kecuali Chesterfield.
"Oh iya?" Senyum Chandler penuh dengan ancaman. "Oke, kita lihat apakah Dr. Jotherin tetap berpegang teguh pada peraturannya ketika asistennya dan nyawa lo dipertaruhkan."