Aurelia dan Domingo dikurung oleh Chandler.
Dalam hatinya, ia sangat marah. Keluarga Chesterfield memang benar-benar busuk sampai ke akarnya. Pertama, ada Leon, si pembunuh bayaran dan si penculik pelanggar hukum. Mereka semua mengerikan!
Tapi jika Chandler pikir ruangan sederhana bisa menahannya, ia sangat salah!
Aurelia mengeluarkan sebuah jepitan dari rambutnya, meluruskan, dan memasukkan ke dalam kunci. Dengan beberapa putaran yang lihai, ada bunyi klik yang memuaskan, dan kunci terbuka.
Domingo terpukau. "Keren banget bos!"
"Gampang." Aurelia berkedip pada Domingo. "Gue belajar dari bapak-bapak tetangga gue waktu kecil. Doi ahli banget sampe nggak ada kunci yang anggak bisa dibuka."
Domingo terdiam, berpikir bahwa tetangganya terdengar seperti karakter yang cukup menarik.
Autumn Mansion dijaga ketat, membuat upaya pelarian menjadi sangat menantang. Tetapi setelah selamat dari pengalaman yang membuatnya nyaris mati tiga tahun yang lalu, Aurelia belajar seni bela diri dan ia serang cukup terampil. Ia membawa Domingo dengan hati-hati melewati vila, menghindari penjaga sebaik mungkin sambil bersiap untuk melarikan diri.
Tiba-tiba, pintu kamar terbuka dan seorang anak kecil keluar, menggosok matanya.
Aurelia dengan cepat memberi isyarat kepada Domingo untuk berhenti dan melongok di sekitar sudut.
Apa yang ia lihat membuatnya kaget.
Bukankah itu Jasper?
Bagaimana anak kecilnya bisa berada di sini?
Tanpa melihat orang lain di sekitar, Aurelia terburu-buru mendekati, mengangkat "Jasper," dan segera bersembunyi lagi.
"Jasper, kok bisa kamu di sini?" bisiknya sambil memeluk erat anak kecil itu. "Susan yang membawamu?"
Orion mengedipkan matanya yang besar dan indah, bingung, menatap wanita asing itu. Ia bingung.
Siapa wanita ini dan mengapa ia memeluknya?
Ayahnya akan marah jika tahu ada yang berani memeluknya.
Tapi dekapan ini terasa nyaman. Baunya samar-samar seperti bunga pekak, aroma yang menenangkan.
"Dimana Susan? Ia seharusnya tak membawamu ke sini!" Aurelia terus berbicara tanpa menyadari kebingungan anak itu. Ia memeluknya erat, mengelus punggungnya. "Pasti kamu sangat ketakutan. Jangan khawatir, Mama ada di sini. Tak ada yang akan menyakitimu selama Mama berada di sekitarmu."
Mata Orion membulat. Mama?
"A-Apakah kamu mamaku?" dia bertanya ragu.
"Siapa lagi yang menjadi diriku?" Aurelia mengetukkan hidungnya dengan lembut. "Kamu takut sekali ya nak sampai lupa mamamu sendiri?"
Orion sangat gembira. Wanita ini benar-benar ibunya!
Maria tak berbohong. Mencetak nilai sempurna dalam matematika benar-benar membawakan ia kepada ibunya.
"Mama!"
Orion melingkarkan lengannya di leher Aurelia, berpegangan erat.
Akhirnya, ia memiliki seorang ibu. Tak ada yang akan mengatakan ia yatim piatu lagi.
Momen ini penuh kelembutan, namun suara Orion memperingatkan pengawal dekat. Melihat mereka mendekat, Aurelia mengambil anak itu tanpa ragu dan mulai berlari!
"Berhenti!" Pengawal semakin mendekat.
Tak lama kemudian, semakin banyak pengawal yang tersadar. Pemimpin tim memerintahkan jalan diblokir, meninggalkan Aurelia dan Domingo terjebak!
Sialan! Aurelia mengumpat dalam hati. Bertarung jadi pilihan yang mustahidan melarikan diri terasa mustahil. Apa yang harus ia dilakukan sekarang?
Tepat pada saat itu, seorang tangan kecil menarik lengan bajunya.
"Mama, apakah mama perlu turun gunung?" Orion bertanya, menatapnya. "Aku tahu jalan rahasia."
Aurelia skeptis, meliriknya dengan ragu. "Kamu bercanda? Bagaimana mungkin kamu tahu?"
Mereka baru pertama kali ke sini. Bagaimana anak kecilnya bisa tahu jalan turun?
"Beneran." Orion mengisyaratkan agar dia mengikuti. "Ikuti aku, ma."
Ia berbalik dan mulai berlari masuk ke hutan.
"Jasper! Jangan pergi!"
Khawatir ia akan tersesat, Aurelia terburu-buru mengejarnya.
Meski meragukan apakah anaknya tahu jalan, ia memimpinnya melalui jalan berkelok yang benar-benar membawa mereka turun dari gunung!
Aurelia terkejut. "Jasper, bagaimana kamu tahu jalan ini?"
Orion mengerutkan kening. Ia telah tinggal di sini selama tiga tahun jadi wajar saja kalau ia menemukan rute pelarian rahasia!
Tapi jika ia bilang begitu, apakah ibunya akan berpikir ia nakal dan meninggalkannya lagi?
Orion menggigit bibirnya dan tetap diam.
"Kamu dan Susan yang menemukan jalan ini?" Aurelia menebak. "Anak pintar. Sekali coba udah ingat jalannya!"
Orion mengangguk ragu-ragu. "Iya."
Tapi siapa Susan?
"Tunggu, di mana Susan?" Aurelia tiba-tiba menyadari sesuatu yang serius. "Oh tidak! Apakah kita meninggalkannya?"
Wanita itu menoleh ke gunung yang kini terang benderang. Ternyata, upaya kaburnya sudah tak rahasia lagi. Seluruh perumahan dalam kondisi siaga tingkat tinggi dan semua orang pasti sedang mencari-carinya.
Kembali untuk menjemput Susan memen berisiko, tetapi meninggalkan seorang teman tak sesuai dengan sifat Aurelia.
Saat ia hampir menyerahkan anak itu kepada Domingo dan menuju kembali untuk Susan, Domingo berkata, "Bos, bawa anak itu. Gue akan kembali untuk Susan."
"Tapi..." Aurelia ragu.
"Jangan khawatir, bos," Domingo meyakinkannya. "Jasper udah ngelalui banyak hal malem ini jadi bos sama dia aja. Gue juga tau seni bela diri sedikit jadi aman, bos."
Memandangi anak itu di pelukannya, Aurelia melihat keadaan anak itu memang ketakutan. Ia tidak tega meninggalkannya lagi dan setuju, "Sip. Hati-hati."
"Baik."
Domingo mengulang langkah mereka naik gunung sementara Aurelia menuju ke kota dengan Jasper.
Namun, ia tak tahu bahwa ia tak membawa Jasper melainkan Orion Chesterfield, satu-satunya anak Chandler!