Dinda terbangun karena merasa kantung kemihnya penuh. Melihat infus yang terpasang, dia menghela napas karena masih sisa separuh. Tadi sebelum tidur Dokter Indra bilang dia dan anak-anak boleh pulang jika infus sudah habis, kecuali dua preman yang tadi pingsan. Mungkin mereka butuh waktu tiga sampai tujuh hari baru boleh pulang sebab ada beberapa bagian tulang mereka yang retak dan perlu istirahat total untuk pemulihan. “Mau ke mana?” seorang suster bertanya pada Dinda yang keluar dari bilik sambil mendorong tiang infus. “Ke kamar mandi, Sus.” “Oh. Nanti keluar dari ruangan ini, kamar mandinya belok ke kanan ya. Kalau takut ada apa-apa, mau saya temani?” tanya sang suster ramah, sebab para polisi di luar tadi berpesan untuk menjaga korban k*******n yang baru terjadi. “Nggak usah, Sus.

