“Saya nggak mau tahu pokoknya kamu harus tinggal sama saya.” Dinda hampir saja tersedak air ludahnya sendiri saat Fahri berkata demikian. Gadis itu menatap pria yang mempunyai lesung di pipi tersebut seolah mengisyaratkan bahwa Fahri pasti sedang tidak baik-baik saja. Pasalnya kenapa seseorang menawarkan tempat tinggal dengan begitu mudahnya? Terlebih dia sering memergoki dirinya mencuri di pasar. Memang Pak Fahri nggak takut barang-barang di rumahnya dicuri? Karena jika Dinda menjadi Fahri pasti dia akan berpikir ribuan kali untuk mengijinkan seorang pencuri tinggal serumah dengannya. “Eum ... nggak perlu. Saya bisa tinggal sama anak-anak seperti biasa. Lagian Bang Jo akan jagain saya Pak. Jadi tenang saja,” tolak Dinda dengan alasan yang logis. Melirik Ainun yang ekspresinya tidak bisa

