"Be, tampar Kalma." Baru saja dia pulang, sudah menyuguhkan babenya dengan ekspresi yang masih plonga plongo, langsung meminta si babe untuk menamparnya. Si babe sampai tidak berkutik sedikitpun karena permintaan Kalma, masih belum mengerti maksud dari putri kesayangannya itu. "Maksud kamu apa? Baru pulang udah minta ditampar. Kalau baru pulang itu langsung salim, cium pipi babe, bukan minta ditampar. Kamu baru ketemu set*an atau apa, hah? Habis ketemu kuntilanak pake daster batik?!" Gerutu si babe. Si babe mengarahkan ponselnya ke depan wajahnya dan mengambil gambar dengan pose manyun. Sangat narsis di usianya yang sudah menolak untuk muda kembali. Dia terlihat mengetik sesuatu di layar ponselnya, namun mengatakannya dengan jelas tentang apa yang ditulisnya. "Met malam all… Meski m

