Kesayangan Kakak

1094 Kata
Aisya tiba di hotel tempat ia menginap, Ia dikejutkan oleh seseorang yang telah menunggunya di depan muka pintu kamarnya, “I-ilham?” Ilham menatap ke arah Aisya, “Lo dari mana aja?” Tanya sinis ilham, “M-maaf, tadi gue pergi ke masjid di daerah itaewon,” Ilham mengerutkan dahinya, “Masjid? Jadi di tempat ini ada masjid?” Ilham terkejut mendengarnya, Aisya mengangguk, “Kenapa lo gak ajak gue kesana?” Ilham merasa kecewa, “M-Maaf, gue kira Lo cuman bakalan tertarik pada hal hal yang berbau shopping dan traveling aja,” Aisya terbata bata “Ya udah kalo gitu sekarang lo anterin gue kesana,” Ilham menarik tangan Aisya “Eh?” “Kenapa?” Ilham menatap tajam Aisya, Aisya pun menelan salivanya kasar, Ilham kemudian kembali menarik tangan Aisya dan membawanya ke parkiran, “Kita bisa pergi besok aja kan?” tawar Aisya, “Enggak!” Ilham pun masuk kedalam mobil, dengan Aisya yang duduk dibalik kemudi, Ilham menatap Aisya yang tak kunjung menghidupkan kendaraannya, “Koq Lo diem aja? Cepetan!” Titah Ilham Aisya hanya menghela nafasnya kasar, kemudian melajukan kendaraannya, Mereka pun meluncur menuju Central of Seoul mosque, Sepanjang perjalanan Ilham hanya sesekali memandang Aisya yang tengah serius melajukan kendaraannya, Aisya menyadari itu, “Kenapa? Jangan terus terusan natap gue! Ntar lo jatuh cinta sama gue lagi,” Ucap asal Aisya, Ilham salah tingkah, “Ngapain gue jatuh cinta sama cewek gak jelas kayak lo?” Sanggah Ilham “Syukur deh kalo gitu, gue gak mau lo jatuh cinta sama gue, karena itu bakal ngerepotin banget,” “Eh gila, Lo pikir gue emak emak rempong yang ngerepotin banyak orang,” Aisya pun tertawa mendengar ucapan Ilham, Melihat Aisya yang piawai melajukan kendaraan nya di jalanan Seoul membuat ilham penasaran, “Lo kayaknya udah hafal banget jalanan sini?” Aisya tersenyum tipis, “Gak juga koq, Gue cuman sering aja ke jalan yang menuju ke masjid itu, meskipun via bis,” Aisya terkekeh Ilham ikut tertawa kecil mendengarnya, “Jadi, Lo disini dulu cuman seorang gembel?” “Seenggaknya gue gembel berkelas, yang bisa kuliah disini karena beasiswa,” Ucap Aisya bangga “Wow Impresif, gue gak tau kalo otak lo seencer itu,” Aisya pun tertawa kecil, “Btw, Kenapa lo berenti kuliah?” Tawa itu pun seketika berubah menjadi tatapan sendu, Melihat raut wajah Aisya yang berubah membuat Ilham penasaran, “Apa Lo kena masalah?” Namun, Aisya mengalihkan pembicaraan mereka, “Kita udah nyampe,” Aisya melambatkan kendaraannya dan memarkirkannya. Ilham terdiam menatap Aisya, “Kenapa? Kita udah nyampe, sana turun!” Aisya mendorong tubuh Ilham, “Iya iya,” Ilham kemudian turun dari mobil, Ia kemudian memutari mobil dan mengetuk kaca jendela Aisya, tok tok tok Aisya membuka kaca jendela, “Paan?” tanya Aisya sedikit kesal Ilham menaikkan kedua alisnya bersamaan, “Ih, Paan sih?” Tanya Aisya lagi, Ilham pun membuka pintu mobil dan menarik Aisya keluar dari mobil, “Lo harus ikut gue,” Ucap Ilham Aisya mengernyitkan dahinya, “Ngapain?” “Lo pikir, gue bisa berkeliaran sendirian disini? Lo tau kan, Gue gak bisa ngomong bahasa Korea, Gue juga gimana tempat ini, Jadi Lo harus ikut nemenin gue buat liat liat ke dalam,” Tuturnya “Lo ribet banget ya? Lo tuh cowok, harusnya Lo bisa lakuin semua itu sendiri!” Jelas Aisya “Bodo amat! Lo harus ikut!” Ilham kemudian menarik tangan Aisya untuk masuk kedalam masjid, Sesampainya di dalam masjid, Ilham mulai merasa takjub dengan interior masjid, “Masjid ini sangat indah dengan cat putih yang membuatnya terlihat sangat seimbang dengan dua menara yang ada di depan masjid, Selain itu, letak masjid ini yang berada diantara sungai han dan juga gunung namsan membuat masjid ini sangat terlihat indah dan menyejukkan, di depan pintu tertulis ‘Allahu akbar’ yang terlihat sangat aesthetic, Masjid ini memiliki tiga lantai, lantai pertama digunakan untuk kantor KMF atau Korean Muslim Federations, lantai kedua diperuntukkan jamaah laki laki, sedangkan lantai ketiga diperuntukkan jamaah perempuan,” Jelas panjang lebar Aisya, Prok prok prok, Terdengar suara tepuk tangan Ilham dengan mulut menganga, Aisya mengerutkan dahinya, “Apa?” “Kau benar benar amazing, Aku bahkan gk tau,” “Paan sih?” “Gue salut Lo tau banget sejarah tentang masjid ini,” “Itu karena gue belajar tentang masjid ini, waktu masih kuliah,” Jelas Aisya, “OOoh,” Ilham meng ohkan, “Yok, masuk.” Ajak Aisya, Ilham kemudian melangkah masuk ke sebuah ruangan, Ilham melihat sekitar, “Niat banget mau nyulik gue, ampe lihat sekitaran terus dari tadi,” Ucap asal Aisya Ilham menatap Aisya, “Koq Lo tau?” “Maksud Lo?” Ilham hanya tersenyum tipis, “Lo jangan aneh aneh deh, gue takut tau!” Ujar Aisya Ilham pun tertawa, “Gak lah, masa iya gue gitu sama kesayangan kakak gue,” “Maksud lo?” “Eh, gak deh!” Aisya menarik baju Ilham, “Ngomong gak?” Ancam Aisya seraya menunjukkan kepalan tangannya, Tiba tiba, Aisya menangkap sosok seorang gadis yang sudah tidak asing untuknya sedang berjalan menuju arah sungai han Aisya membalikkan tubuhnya, “Apa itu beneran Arsyla?” Gumamnya, Ilham yang melihat gelagat aneh Aisya kemudian menepis kasar tangan Aisya yang sedari tadi menarik baju yang ia kenakan, Aisya pun terkejut dengan perlakuan Ilham, “Lo, Apaan sih?” Tanya Aisya “Lo yang apa apaan? Udah narik narik eh tiba tiba ke-pause gitu aja, ngelamun dan gak jelas,” Aisya berdecak kesal, “Ck, Udah udah, sana!" Ucap Aisya yang memilih melanjutkan langkahnya menuju ke dalam kendaraannya, Ilham pun menyusulnya, Ia melihat Aisya yang tiba tiba murung, “Lo kerasukan gimana lagi?” Tanya Ilham santai “Gak!” Bantahnya, Aisya pun melangkah melewati ilham begitu saja, Diam diam Aisya mengikuti langkah seorang gadis yang berada cukup jauh di depannya, “Arsyla mau kemana ya?” Gumamnya, Dengan sangat hati hati, Aisya mengikuti langkah gadis itu, Hingga gadis itu membalikkan tubuhnya, Aisya langsung bersembunyi di balik pepohonan, Jantungnya berdebar keras, “Ya ampun, untung gak ketahuan,” Gumamnya Aisya kembali mengikuti gadis itu, Lalu tiba tiba, Sebuah tangan tiba tiba menempel di bahu miliknya, seketika membuat Aisya terkejut hingga berteriak, “AAaaaaaaaaa,” Reflek Tangan orang itu pun menutup mulut Aisya, Karena teriakan Aisya membuat gadis yang sedari tadi berjalan lebih jauh darinya pun, dapat mendengarnya, Ia kemudian membalikkan tubuhnya melihat ke arah belakang, namun anehnya ia tidak menemukan siapapun di belakangnya, “Siapa ya? Apa Mungkin hanya perasaan ku saja?,” Gumam gadis itu, Gadis itu pun kembali melanjutkan langkahnya yang semakin menjauh,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN