Apa yang kalian lakukan?

1203 Kata
Aisya menatap kesal Ilham yang tiba tiba menariknya, “Lo apa apaan sih, gue kaget tau!” Ilham terkekeh, ”Sorry,” Aisya kembali mengalihkan perhatiannya ke arah gadis yang sedari tadi ia ikuti, “Eh, Kemana? Koq gak ada?” Gumamnya “Lo nyariin apa?” Tanya Ilham heran “Lo liat cewek tadi gak?” “Cewek yang mana?” “Ck, Udahlah!” Aisya kemudian melangkah pergi diikuti oleh langkah Ilham, “Sya! Lo sebenarnya nyari apaan?” “Lo gak perlu tau!” Tiba tiba terdengar suara dering ponsel milik Ilham, Ia kemudian menatap layar ponsel miliknya, dan tertulis nama Fathan disananya. In Call, “Assalamu’alaikum?” “Wa’alaikum salam, Lo dimana?” “Di deket masjid seoul,” “Lo liat Aisya?” Ilham terkekeh, “Kenapa malah haha hehe gitu?” “Aisya, gue culik dulu bang,” “Hah? Cepet balik!” Bentak Fathan “I-iya,” End Call, Ilham kemudian berlari dan menarik tangan Aisya masuk ke dalam mobilnya, Ia meminta Aisya untuk bergegas melajukan kendaraannya dan kembali ke hotel, Setibanya di hotel, Mereka disambut oleh raut wajah sinis Fathan yang sudah berdiri di depan mereka, “Kalian dari mana?” Tanya sinis Fathan “A-Aku dari….” Ucapan Aisya terpotong “Tadi, Aisya nganter aku pergi ke masjid di itaewon,” Potong Ilham “Emang kamu gak bisa pergi sendiri ham?” “Ya gak bisa, Lo kan tau gue gak bisa ngomong bahasa korea,” “Seengaknya Lo harusnya izin dulu ama gue,” “Ya maaf, Kan lo sibuk ama kerjaan,” Fathan menghela nafas kasar, raut wajah kesalnya tidak bisa disembunyikan, “Ayo sya!” Fathan mengajak Aisya ke tempat meeting mereka, *** Di salah satu sudut ruangan, terlihat beberapa orang yang tengah duduk menunggu kedatangan seseorang, “Selamat sore semuanya,” Sapa Fathan pada beberapa orang pria yang duduk berjejer, “Hallo, selamat sore.” Sapa mereka “Maaf, karena kami sedikit terlambat,” Tutur Fathan Di tengah perbincangan Fathan, Aisya yang duduk di samping Fathan pun tanpa sengaja bertemu pandang dengan sosok seseorang yang sedari tadi memperhatikannya, Aisya membulatkan matanya sempurna, Kemudian memalingkan wajahnya, ‘Do hyun? Kenapa dia ada disitu?’ Batin Aisya, “Oh ya, Hari ini Tuan Kim berhalangan hadir, karena itu putra Tuan Kim yang akan menggantikannya untuk sementara,” Terang seorang sekretaris Do Hyun pun berdiri, “Halo semuanya, perkenalkan nama ku Kim Do hyun,” Do hyun membungkukkan tubuhnya, Pertemuan pun berlangsung lancar, meski sesekali Do hyun mencuri pandang ke arah Aisya, dan Fathan menyadari hal tersebut, “Terima kasih untuk hari ini,” Ucap Fathan yang diiringi tepuk tangan semua orang yang hadir, Satu persatu meninggalkan tempat duduknya, “Sya, Tolong beresin dulu ya! Aku mau anterin Mister Kogawa ke depan,” Aisya menganggukkan kepalanya, Fathan kemudian melangkah pergi meninggalkan Aisya bersama Do Hyun dan sekretarisnya, “Nona Park, Bisakah kau meninggalkan ku sendiri dengan Nona Aisya sebentar?” Pinta Do hyun “Baik Tuan,” Sekretaris Do hyun pun melangkah pergi, “Aisya?” Panggil Do hyun Aisya tidak menghiraukannya dan terus melanjutkan pekerjaannya, Do Hyun kemudian menghampirinya, “Aisya?” Panggilnya lagi Aisya tetap hanya diam dan melanjutkan pekerjaannya, Do Hyun pun memegang tangannya, Hingga gerak Aisya pun terhenti, Aisya menatap ke arah Do Hyun, “Kenapa kau bersikap dingin padaku?” Tanya Do HYun, “Tolong lepaskan Tuan,” Ucap dingin Aisya “Aisya, Apa kau sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi padaku?” “Jangan tanyakan tentang hal itu, Karena aku tidak mau menjawabnya,” “Apa itu artinya, Kau masih memiliki perasaan padaku?” “Silahkan simpulkan sesukamu, Aku tidak peduli,” Aisya yang sudah selesai membereskan berkas berkasnya pun, hendak melangkah namun Do Hyun menahan tangannya, “Aisya, Aku sangat mencintaimu, Aku ingin kita kembali bersama seperti dulu,” Bujuk Do Hyun Aisya menepis tangannya, “Tidak!” Ucap tegas Aisya “Kenapa?” “Aku tidak perlu menjelaskannya padamu, karena kau sudah tahu apa jawabannya,” Do Hyun mencoba untuk mencerna apa yang dimaksud oleh Aisya, “Apa ini tentang keyakinan?” Aisya terdiam, “Aisya, Jika memang itu alasannya, Aku bersedia untuk menjadi seorang muslim dan belajar semua hal dari nol,” Mata Do hyun berbinar binar Aisya mengalihkan pandangannya ke arah lain, “Aku hanya tidak bisa jika bukan denganmu,” Do Hyun terus membujuk Aisya agar Ia mau kembali membuka pintu hatinya untuk Do Hyun. “Aku ingin menghabiskan sisa usiaku bersamamu,” Aisya melanjutkan langkahnya, namun tiba tiba tak sengaja tersandung kaki meja dan membuatnya hendak terjatuh, Do hyun dengan sigap menangkapnya, Pandangan mereka pun bertemu, dengan tangan Do hyun yang melingkar di pinggang Aisya, “Ada apa ini?” Tanya Fathan yang tiba tiba sudah berada di hadapan mereka, “Woy, Ngapain Lo?” Teriak Ilham yang berada di belakang Fathan Aisya pun bergegas berdiri, “Kalian ngapain?” Tanya sinis Ilham “M-maaf, Itu tidak sengaja, tadi saya tersandung kaki meja, dan mau jatuh, Tapi tuan Kim menolong saya,” Jelas Aisya, Fathan mengembangkan senyuman tipisnya, “Terima kasih Tuan Kim, sudah menolong sekretaris saya,” Fathan mengulurkan tangannya Do Hyun pun menyambutnya, “Sama sama.” Ilham yang masih kesal dengan pemandangan yang ia lihat langsung menarik tangan Aisya, “Sya, Ikut gue!” Ucap Ilham Do Hyun pun menatap kepergian Aisya bersama Ilham, Fathan memperhatikan gelagat aneh dari diri Do Hyun, “Apa masih ada yang bisa saya bantu Tuan Kim?” Tanya Fathan Do hyun pun tersenyum, “Tidak ada, Saya pamit.” Do Hyun kemudian melangkah pergi meninggalkan Fathan “Sepertinya Kim Do hyun masih belum bisa melepaskan Aisya,” *** Aisya melangkah cepat karena tarikan dari Ilham, “Lepasin gue!” Bentak Aisya seraya menarik tangannya “Lo ngapain sih barusan sama cowok itu?” Tanya Ilham kesal Aisya melipatkan kedua tangannya di dadanya, “Emang kenapa?” “Lo gak tau kalo cowok korea itu sebelas dua belas sama cowok jepang!” Aisya mengerutkan dahinya, “Paan sih? gue gak ngerti,” “Udahlah, Lo gak usah ngerti!” Ilham kemudian membalikkan tubuhnya dan membelakangi Aisya, “Sya, Gue gak mau lo tuh kenapa kenapa, Gue gak mau lo terluka, sejak Fathan kasih tugas gue buat nyari tau tentang Lo, gue sekarang udah sedikit banyak tau tentang paitnya hidup lo, Gue…” Ilham membalikkan tubuhnya dan terkejut karena Aisya sudah tidak ada di belakangnya, “Eh, Kemana Aisya?” Ilham menatap ke arah sekeliling, “Sya!” Teriak Ilham, Tidak terdengar sahutan dari manapun, “Sya! Arrgghh!” Ilham terlihat kesal karena Aisya yang tiba tiba menghilang,” Di lain sisi, Aisya berlari secepat mungkin, Hingga ia terduduk di taman, Dengan nafas terengah engah dan heels yang ia tenteng, Aisya mencoba untuk mengatur nafasnya, “Untung udah jauh, Dasar nyebelin!” Gumam Aisya, Aisya melihat ke sekeliling, Hingga ia melihat sosok yang tidak asing lagi untuknya, “Aera? Apa itu benar benar Kim Aera?” Ucap Aisya, Aisya segera berdiri dari duduknya, Ia yang hendak berteriak memanggil Aera, Namun seketika terhenti saat Ia melihat Arsyla yang menghampiri Aera, “A-Arsyla?” Arsyla dan Aera duduk bersama di salah satu bangku taman, raut wajah Aisya berubah sendu, “A-Apa yang sedang mereka lakukan?” Gumamnya,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN