Aisya menghubungi Fathan yang masih sibuk dengan urusannya di restoran,
In call,
“Aku akan pergi dengan Ilham ke street food korea, Apa tidak apa apa?” Tanya Aisya
“Gapapa, have fun ya.”
“Apa aku lebih baik nemenin kamu aja disitu,”
“Gak usah, gapapa. bentar lagi selesai koq, lagian kasian Ilham kalo dia pergi sendirian, kamu tau kan dia gak bisa bahasa korea,”
“Iya,”
“Lebih baik, temenin dia.”
“Baik,”
***
Mereka pun berangkat bersama ke street food korea,
Aisya teringat moment saat ia bersama dengan Do hyun pergi bersama ke tempat ini,
Tiba tiba Ilham berlari ke satu stan,
“Sya, lihat nih! ini kayaknya enak!”
Aisya tersenyum tipis, dan menghampiri Ilham,
“Sya, coba lo bilang ke penjualnya, gue pengen makan makanan ini,”
“Permisi bu, Saya pesan tteokbokki ini,” Aisya memberikan uang pada penjual tersebut,
Ilham mencoba memakannya,
“Koq gak pedes ya sya?” Tanya heran Ilham,
Aisya pun tertawa menatap Ilham
“Di korea hanya kelihatannya saja seperti pedas, padahal untuk lidah kita, itu rasanya tidak pedas sama sekali,”
Ilham pun menganggukkan kepalanya,
Menu selanjutnya yang dipilih adalah sate seafood,
“Lo gak makan sya?”
Aisya menggelengkan kepalanya, “Gak mau gua gak suka.”
“Oh, Oke.” Ilham pun melanjutkan menikmati makanannya,
Aisya melihat ke sekeliling, Ia kemudian melihat sebuah stan penjual bungeoppang, raut wajahnya pun berubah sendu,
Ilham melihat ke arah Aisya,
“lo, kenapa?” Tanya Ilham,
Pandangan Ilham pun tertuju pada apa yang dilihat oleh Aisya,
“Lo mau?” Tanya Ilham
Aisya menatap Ilham,
“Tidak,”
“Beneran?”
Aisya menganggukkan kepalanya,
Ilham pun menatap Aisya,
“Sya, sebenernya ada sih antara lo dan korea? terutama seoul?”
“Gak ada, gak ada apa apa,”
“Mau sampe kapan lo mendam semuanya?”
“Sampai mati, mungkin.”
Ilham pun menghela nafas panjang,
“Candaan lo gak lucu tau!”
Aisya pun tertawa, “Ya, Maaf.”
“Gue cuman gak mau sesuatu terjadi sama diri lo sendiri,”
“Lo gak usah khawatir, gue baik baik aja,”
“Ya.. Terserah loh deh,”
***
Di Tengah percakapan mereka,
Seorang yang sudah 3 bulan tidak Aisya temui pun, Akhirnya bertemu,
“Aisya?” Panggilnya
Aisya membalikkan tubuhnya perlahan dan melihat ke arah belakang,
“Ternyata, benar benar kau.” Ucapnya
Ia kemudian memeluk Aisya begitu erat,
“Aku kangen sama kamu,” Ucapnya
Ilham hanya tergugu mendengar percakapan mereka,
“Bagaimana kabar kamu Aera?” Tanya Aisya,
“Baik, Kenapa kamu baru kesini?” Tanya Aera,
“Tadinya, Aku bahkan tidak ingin kembali lagi kesini,”
“kenapa?”
“Aku rasa, aku tidak perlu menjelaskan,”
Aera menghela nafas panjang,
“Sebenarnya….”
“Sya, Lo ngomongin apaan sih?” Potong Ilham,
“Ham, Lo diem aja dulu! Gue mw ngomong bentaran dulu ama temen gue,”
Ilham memutarkan kedua bola matanya, Ia kemudian berdiri, menarik tangan Aisya dan bilang,
“She is my girlfriend!” Ungkapnya
Aisya membulat sempurna,
“Dasar gila lo! jangan sembarangan ngomong ya!” Protes Aisya
“Sya, Biarin aja! Biar dia gak ngajak gelud ke gue,”
Aisya mengerutkan dahinya,
“Lo ngomongin apaan sih? gak ngerti gue,” Aisya pun melangkah kembali ke arah Aera,
“Siapa dia?” Tanya Aera
“Emm, Dia teman kerjaku di kantor, Dia memang agak gila orangnya,”
Aera pun tersenyum menatap Aisya,
***
“Oh ya, Apa kau ingin mendengar bagaimana kabar Do Hyun?”
“Tidak,”
“Wae?”
“Aku tidak memiliki urusan lagi dengannya,”
Mendengar nama Do hyun diucapkan, Ilham langsung menarik tangan Aisya,
“Ayo pergi sya! Fathan pasti udah nungguin kita,”
“Eh,”
Aisya pun melangkah pergi bersama Ilham meninggalkan Aera,
“Lepasin ham!” Teriak Aisya,
“Gak!”
“Apaan sih ham!”
Ilham kemudian melepas pegangannya,
“Gua disini buat jagain lo, dan ini tugas yang udah dikasih Fathan ke gue,”
“Lo apa apaan sih? Gue cuman mau ngobrol sama temen gue,”
Ilham membulatkan matanya,
“Gua cuman pengen jagain lo, sesuai dengan apa yang diminta sama fathan,”
Flashback on,
“Lo kenapa calling gue malem malem gini?” Tanya Ilham
“Gua pengen ngomong sesuatu sama lo,”
“tentang?”
“Aisya,”
“Kenapa Aisya?”
“Lo tau kan, Aisya yang sekarang bukan Aisya yang kayak gue temuin dulu,”
Ilham menganggukkan kepalanya,
“Gue pengen bawa Aisya ke korea, biar gue tahu apa yang terjadi sama Aisya?”
“Ke korea? Tapi bukannya itu berlebihan? Lo kan bisa tanya langsung ke orangnya,”
“Gue udah pernah nyoba, tapi hasilnya nihil,”
Ilham pun mengangguk anggukkan kepalanya,
***
“Gue bukan anak kecil lagi ham!”
Karena kesal, Ilham melepas kasar pegangannya,
“Serah lo deh!”
Ilham pun berjalan pergi,
“Nyebelin banget sih tuh cewek, dia gak bisa dikasih tau banget, padahal gua ngelakuin semua itu cuman buat bantu dia doang, koq malah akhirnya kek gini,” Rutuk nya
Tanpa ia sadari, ia semakin menjauh dari tempat street food tadi, Ilham pun mulai menyadari karena jalan yang ia lewati semakin sepi,
“Eh, ini dimana? udah sejauh apa gue jalan kaki?” Ilham melihat ke arah sekitar,
“Aisya mana?”
Ilham mulai merasakan kebingungan,
“Gua dimana ya?” Ia kemudian mencoba menghubungi Aisya, namun tidak tersambung,
“Gawat, gimana nih?” Gumamnya,
Ilham mencoba untuk kembali berjalan kaki ke tempat yang ia lewati barusan, tapi ilham malah semakin tersesat,
“Mampus gue!”
Ilham pun terus berjalan, Hingga ia bertemu dengan salah seorang warga asli,
“Excuse me, Apa ada yang bisa berbicara bahasa inggris,? tanya Ilham,
“Tidak,”
Ilham kembali mencari orang orang yang mengerti bahasanya,
Hingga ia dipertemukan dengan seorang pemuda,
“Permisi,”
“Apa kau bisa bahasa inggris,”
“ya tentu, Apa ada yang bisa aku bantu?”
“Bisa kau mengantarku ke tempat street food korea?”
Pria itu pun tersenyum
“Maaf tapi street food sudah tutup,”
“A-Apa? Bagaimana ini?” Ilham semakin panik,
“Begini saja, bagaimana kalau aku mengantarmu ke tempat dimana kamu menginap,”
“Baiklah,”
Pemuda itu pun membawa ilham ke hotel tempat ia menginap,
“Terima kasih,” Ucap Ilham,
“Sama sama, by the way? Apa kau sendirian?”
“Tidak, Aku kesini dengan teman temanku.”
Pria itu pun mengangguk paham,
Tiba tiba, seseorang menepuk bahu ilham,
“Ham! Lo dari mana aja sih? semua orang nyariin lo!”
“Sorry, habisnya nyebelin banget sih tuh cewek, gue dibiarin gitu aja, dan dia malah ngerumpi enak enak sama temennya,”
“Maksud lo? gue?” Aisya pun muncul dari arah belakang mereka,
seketika langkah Aisya terhenti saat melihat sosok yang tidak asing lagi kini berada di hadapannya,
Tubuhnya terasa membeku, lidahnya pun terasa kelu saat ia melihat pria yang kini berada di hadapannya,
“Do hyun?” Ucapnya pelan,
Pandangan Ilham dan Fathan pun beralih ke arah mereka berdua,
“Aisya,” Ucap Do hyun seraya tersenyum,
“Lama tidak bertemu, Kim Do Hyun,”
“Senang bertemu kembali denganmu, Aisya Zara,”
***
Ilham dan Fathan menatap mereka bergantian,
“Oh, Jadi ini yang namanya Do hyun?” Ucap Ilham
“Huss,”
Ilham pun menghampiri Aisya,
“Sya, lebih baik lo selesaikan urusan lo ama Do hyun, jangan sampai ada yang masih ngeganjel di hati,”
Aisya menatap tajam Ilham,
“Lo jangan sok tua deh,”
“He! gue cuman kasih berlebih dalam hal umur bukan fisik,”
“Serah,” Aisya kemudian melangkah pergi,
Do Hyun pun mengejar Aisya,
“Aisya!” Panggilnya,
Namun panggilan Do hyun tidak digubris,
“Gue heran ma tuh cewe, koq bisa bisanya cowok ganteng kayak gitu dia tinggalin,”
“karena dia punya alasannya sendiri,” Tambah Fathan
“Apa?”