Mendengar suara seseorang yang memanggil namanya, Aisya pun menoleh ke asal suara,
“Itu benar benar kau Aisya,” Ia langsung memeluk Aisya erat dengan cairan bening yang mengalir di pipinya,
“Syukurlah kau baik baik saja,” Ucapnya,
Aisya hanya terdiam heran menatap sosok gadis yang tiba tiba memeluknya,
Gadis itu pun melepas pelukannya, dan memegang tangannya,
“Bagaimana keadaanmu?”
Aisya menatap Do Hyun,
Do Hyun tersenyum mencoba menjelaskan pada Aisya,
“Aisya, Dia adalah sahabatmu, Kim Aera,”
Aera yang mendengar ucapan Do Hyun pun mengerutkan dahinya,
“Kenapa, kau berkata seperti itu?” Tanya Aera heran,
Do Hyun menatap Aera,
“Aisya mengalami kecelakaan dan dia kehilangan sebagian ingatannya,” Terang Do Hyun
“Apa?” Aera syok
“Kau benar benar tidak mengingatku, Aisya?”
Aisya menggelengkan kepalanya pelan,
Aera kembali memeluk erat Aisya,
“Aku merindukanmu,”
Aisya hanya terdiam, tidak membalas pelukan Aera,
Mereka bertiga pun duduk bersama,
“Bagaimana kabarmu?” Tanya Aera
“Alhamdulillah Baik,”
Mata Aera berkaca kaca melihat Aisya,
“Aku merasa kesepian disini, Biasanya kau selalu menemaniku,” Terang Aera
“B-Benarkah?”
Aera mengangguk,
Tanpa terasa hampir dua jam mereka menghabiskan waktu bersama,
“Baiklah, Aku pamit, Sampai jumpa lagi nanti ya,” Pamit Aera seraya melambaikan tangannya,
“Sampai jumpa,” Sapa Aisya,
Do Hyun pun mengantar Aisya kembali ke rumah sakit,
Sesampainya di rumah sakit,
“Aisya, Tunggu!” Langkah Aisya pun terhenti,
“Ada apa?” Tanya Aisya,
Do Hyun kemudian menghampiri Aisya,
“Aku harap kita bisa pergi bersama menghabiskan waktu lagi seperti hari ini, Aku yakin, kau pasti akan cepat lebih ingat padaku,”
Aisya tersenyum dan mengangguk pelan,
***
Di lain sisi,
Seorang pria tengah sibuk dengan setumpuk berkas yang ada di mejanya, Ia terlihat tidak fokus dengan apa yang dikerjakannya,
“Ini salah! Cepat perbaiki lagi!” bentak Fathan pada salah seorang karyawan,
Ilham yang baru saja masuk ke dalam ruangan pun cukup terkejut dengan bentakan Fathan,
“Lo kenapa sih than?” Tanya Ilham
Brakk
Fathan menggebrak meja dengan cukup keras, Hingga membuat Ilham terperanjat kaget,
“Eh, Kenapa Lo than?” Tanya Ilham penasaran,
“Gue kesel banget sama Do Hyun!” Ucap kesal Fathan
“Kenapa? Soal Aisya lagi?”
Fathan mengangguk,
“Ck, Gue kan udah bilang biarin Aisya menyelesaikan masalahnya sendiri,”
“Lo gak bakalan ngerasain Ham, kalau lihat orang yang lo sayang justru jalan sama orang lain,”
Ilham pun tertawa kecil,
“Mulai posesif Lo,”
“Arggh!!”
“Kalau dia memang diciptakan buat Lo, Takdir akan mencari jalannya sendiri buat bikin Lo bersatu sama Aisya,” Terang Ilham,
“Tapi gimana kalau…”
“Kalau Aisya emang bukan jodoh lu, lu harus ikhlas,” Potong Ilham
Fathan pun terdiam,
***
Aisya sudah diperbolehkan untuk pulang,
Ilham dan Fathan sudah bersama dengan Aisya,
“Aisya, Setelah benar benar pulih, Aku ingin kita pulang lagi ke indo.”
Aisya pun terdiam,
“Ada apa?” Tanya Fathan,
“Bisakah kita tinggal lebih lama disini?” Pinta Aisya,
“Tapi, Pekerjaannya sudah akan selesai,” Terang Fathan
Ilham yang melihat tatapan sendu Aisya pun merasa tidak tega,
“Gini deh, Gimana kalau kita liburan dulu disini, setelah suasana tegang kemarin, Kita butuh istirahat bukan? Emm, Healing.. Gimana?” Ilham mencoba untuk membujuk Fathan,
‘Kenapa Aisya masih ingin disini?’ Batin Fathan
“Than!” Panggil Ilham yang membuyarkan lamunan Fathan
“Ha?”
“Lo ngelamun?”
Fathan menggelengkan kepalanya,
“Ya udah, Kita kembali ke hotel dulu,”
Mereka pun kembali ke hotel,
***
Aisya tengah melamun, melihat ke arah luar jendela,
Bayangan tentang Do Hyun berhasil membuatnya tersenyum sendiri,
“Kim Do Hyun,” Ucapnya pelan.
Ia teringat bagaimana perlakuan manis Do Hyun padanya,
“Sepertinya ada yang sedang jatuh cinta,” Ucap seseorang yang berhasil mengalihkan perhatian Aisya,
“Kau? Kenapa bisa masuk ke dalam kamarku?” Tanya Aisya heran
“Ha.. Biasanya manggil lo gue, tumben? Pintu kamar lo kebuka, jadi gue masuk buat ngecek keadaan Lo, eh ternyata bener, ada yang lagi gila karena cinta,” Ilham menghampiri Aisya dan berdiri di sampingnya,
“Iya, Sorry. Lagian gue tuh gak gila, gue cuman lagi nyoba buat nginget masa lalu gue sama Do Hyun,” Jawab singkat Aisya,
Ia kemudian duduk di birai kasur,
“Ada beberapa hal yang pengen gue tanyain ke lo,”
“Apa?”
“Apa Lo bener bener gak inget sama Do Hyun?”
Aisya menggelengkan kepalanya, “Gak,”
“Trus, Kenapa lo mau diajak pergi sama dia?”
“Karena, Gue pengen tau Apa benar Do Hyun itu calon suami gue?”
“Trus, setelah lo tau, Lo mau ngapain?”
“Ya, lanjutin, Lagipula gue yakin dia itu bisa belajar dengan baik tentang keyakinan gue,”
“Masalahnya bukan itu sya, Bukan tentang mempelajari, Tapi masalahnya yang lo cari itu sosok seorang imam yang bisa nuntun Lo, Bukan sosok yang cuman sekedar sayang sama Lo, Kalau cuman sekedar sayang, Gue juga saya… Eh maksud gue semua orang di sekitar lo juga sayang sama lo,”
Aisya mengalihkan pandangannya ke arah lain,
“Kenapa Lo care banget sama gue? Bahkan melebihi dari Fathan dan Do hyun,”
Ilham tertawa kecil,
“Siapa yang care sama Lo? Geer amat sih lo, Gue cuman ngasih tau karena gue kasihan sama Lo, Apalagi orang tua Lo,”
Aisya menatap tajam Ilham,
“Lo tau apa tentang keluarga gue?” Tanya Aisya langsung,
“I-itu, G-Gue gak tau apa apa tentang keluarga lo, lagian emang bener kan, semua keluarga itu pasti saling care,” Ilham terbata bata,
Aisya kembali mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela,
“Menurut Lo, Apa gue masih punya keluarga?”
Ilham menundukkan pandangannya,
‘Belum waktunya lo tau sya,’ Batin Ilham
***
Tok tok tok
Terdengar suara pintu yang diketuk dari luar,
Aisya bergegas membukanya,
“Do Hyun?” Aisya tersenyum
“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat,”
“Kemana?”
“Ada yang ingin bertemu denganmu,”
“Siapa?”
Do Hyun pun mengajak Aisya pergi ke sebuah tempat yang terasa tidak asing untuk Aisya,
“Rumah siapa ini?” Tanya Aisya
Seseorang membuka pintu rumah tersebut, menampakkan wanita paruh baya di hadapannya,
Dengan mata yang berkaca kaca ia langsung memeluk erat Aisya,
“Aisya, Bagaimana kabarmu?” Tanya Eomma,
Aisya hanya terdiam, menatap heran.
“Aisya, Ini adalah Eommaku, Dan kau sangat dekat dengan Eomma,” Jelas Do Hyun
“Benarkah?” Aisya terheran heran,
Eomma mempersilahkan Aisya untuk masuk ke dalam rumah,
“Kau tau, dulu kau sering sekali membantu Eomma memasak,” Tutur Eomma
“Benarkah?”
Eomma mengangguk seraya tersenyum,
Eomma banyak bercerita tentang masa lalu Aisya, Hingga tanpa terasa waktu pun berjalan begitu cepat,
Aisya semakin yakin pada Do Hyun,
“Kenapa kau senyum senyum seperti itu?” Tanya Do Hyun yang masih fokus menyetir
“Tidak ada, hanya saja aku sangat bersyukur dipertemukan dengan orang orang baik seperti kalian, dan aku rasa aku mulai percaya padamu,”
“Benarkah?”
Aisya menganggukkan kepalanya,
“Aku yakin, Kau orang baik dan tulus, Aku tidak sabar untuk segera mengingat semua tentang masa lalu kita,”
Senyuman Do hyun berubah,
‘Aku harap kau tidak akan pernah mengingat tentang Arsyla, Karena dia lah hubungan kita hancur, dan kau pergi kembali ke negaramu, meninggalkanku.’ Ucap Do Hyun dalam hati.
Aisya melihat raut wajah berbeda dari Do hyun,
“Ada apa?” Tanya Aisya
“Oh, Tidak apa apa.”
Sesampainya di hotel,
Mereka disambut raut wajah kesal Fathan,
“Kalian dari mana?”
“Aku barusan dari rumah Do Hyun, dan kau tau ternyata ibu Do Hyun mengenalku dan bahkan kami sangat akrab dan kami….”Ucapan Aisya terpotong
“Masuk!” Ucap tegas Fathan
“Tapi?”
“Ini perintah, Masuk!”
Aisya pun berlari masuk ke dalam,
Fathan menatap tajam Do Hyun,
“Hentikan sandiwaramu! Berhenti melakukan hal yang seolah mengatakan kalau kau orang baik,” Ucap Fathan
Do Hyun menyunggingkan senyuman di sudut bibirnya,
“Apa masalahmu? Kau hanyalah atasan Aisya, dan kau tidak punya hak untuk hal yang bersifat privasi dalam hidup Aisya,”
Rahang Fathan pun mengeras,
“Kau pikir kau siapa?” Bentak Fathan yang mulai emosi,
fathan yang bersiap memukul Do Hyun pun dihalangi oleh Ilham,
“Eh, Lo apa apaan?” Cegah Ilham
“Lepasin Ham!”
“Gak!”
“Lo tau kan, Kita lagi ada di negara orang, Lo jangan gegabah! Lagian dia itu partner bisnis Lo!”
Fathan pun terdiam berusaha menahan emosi yang bisa meledak kembali sewaktu waktu,
Do Hyun pun melangkah pergi begitu saja,
‘Ini belum berakhir, Aku akan pastikan Aisya tidak kembali jatuh ke perangkapmu,’ Batin Do hyun berkata
***
Di lain sisi,
Buliran bening itu terus mengalir membasahi pipi Aisya, Pintu lift pun terbuka, Aisya bergegas menghapus air matanya kasar,
“Aisya?” Ucap seorang wanita yang terkejut dengan keberadaan Aisya disana,
Aisya menatap wanita tersebut, perhatiannya pun tertuju pada perut buncit wanita itu,
“A-Arsyla? Kenapa dengan perutmu?” Tanya polos Aisya,
Arsyla pun mengelus perutnya,
Mereka memutuskan untuk mengobrol di restoran hotel,
“Aisya, sejak kapan kau kembali lagi ke sini?”
“Aku.. Tidak ingat,”
“Apa maksudmu tidak ingat?” Arsyla merasa heran dengan ucapan Aisya,
“Aku mengalami kecelakaan beberapa hari yang lalu, dan sebagian memori ku hilang,” Terang Aisya
“Apa? jadi kau hilang ingatan?”
Aisya mengangguk,
“Lalu, Kau disini bersama siapa?”
“Fathan dan Ilham,”
“Siapa mereka?”
“Mereka atasan dan partner kerjaku dari indo,”
“Kau bekerja disana?”
Aisya mengangguk, “Kau sendiri, sejak tadi terus menanyai ku, Lalu bagaimana dengan perut besarmu itu? Apa kau tidak ingin bercerita apapun padaku?” Aisya tersenyum,
Arsyla pun merasa salah tingkah,
“Itu, Aku.. sedang hamil.”
“Hah? Hamil? Kapan kau menikah?” Aisya terkejut
“Beberapa bulan yang lalu,”
“Ooh, Tapi.. Aku melihat dirimu yang berbeda, kemana hijabmu?”
“A-Aku sudah melepasnya,”
“Eh, Kenapa? kau kan mengetahui ilmu agama lebih baik daripada aku, kenapa bisa kau lepas begitu saja?”
Arsyla terdiam,
Tanpa sengaja, Mata Aisya menangkap kalung salib Arsyla dari balik bajunya,
Aisya meraihnya,
“Bukankah ini rosario?”
Arsyla pun menarik kembali kalungnya dari tangan Aisya,
“Iya, Itu benar.. Aku sudah pindah keyakinan,”
Mata Aisya pun membulat sempurna mendengar pengakuan Arsyla,